
Tasya benar benar tidak mengira, ia akan bertemu Zeedan dikota Yogya dan seperti biasanya Zeedan selalu bersama wanita lain.
Tasya membalikan tubuhnya, ia ingin cepat cepat kembali kekamar, tapi ternyata Zeedan sudah melihatnya.
"Tasya!" Zeedan sengaja memanggil Tasya.
Kenapa Zeedan memanggilku? dia pasti sengaja, dia mau pamer kemesraan.
Tasya menggerutu dalam hati.
"Kak Tasya." Kiara menghampiri Tasya.
Kiara masih tetap bergandengan tangan dengan Zeedan, mau tidak mau Zeedan mengikuti langkah kaki Kiara. melihat kemesraan mereka membuat Tasya menjadi serba salah.
"Jadi kak Tasya liburan disini?" Kiara bertanya.
"Bukannya kamu sudah melihat foto liburanku? Tasya balik bertanya.
"Aku tahu kak Tasya sedang liburan, tapi aku tidak tahu kak Tasya liburan disini." Jawab Kiara.
"Kak Tasya ketempat ini sendiri?" Kiara kembali bertanya.
"Sekarang dia bersamaku!" Ada suara seorang laki laki yang tiba tiba menjawab pertanyaan Kiara.
"Kak Revan, kak Sarah!" Kiara menoleh kearah sumber suara yang ia dengar.
Kiara marah melihat Revan dan Sarah ada ditempat itu juga.
"Apa apaan ini? kalian kenapa ada disini? kalian mengikutiku?" Kiara kesal.
"Aku kesini untuk mencari Tasya." Revan bohong.
"Kalau aku, Revan yang mengajakku kesini. iya kan Revan!" Sarah menatap Revan, ia memberi kode pada Revan.
"Iya itu benar, jarak dari apartemenku ketempat ini lumayan jauh. aku takut bosan dijalan, karena itu aku meminta kak Sarah menemaniku." Revan beralasan.
"Kiara, kamu bilang kamu pergi sama teman teman kamu. dimana mereka?" Tanya Sarah.
"Oh.. itu teman temanku.." Kiara sedikit gugub.
"Teman temannya belum datang, kita datang terlalu cepat." ucap Zeedan. ia seakan mengerti, Kiara tidak tahu harus berkata apa.
"Iya..iya itu benar, aku pergi bersama Zeedan dan teman temanku nanti akan menyusul." Ucap Kiara terbata bata.
"Benarkah?" Sarah menyipitkan matanya.
Kenapa aku harus menyaksikan drama keluarga mereka? mereka membuat suasana liburanku jadi menyebalkan.
Tasya merasa kesal.
Tasya kemudian berjalan cepat, ia ingin segera meninggalkan tempat itu.
"Tasya, tunggu!" Revan memanggil Tasya.
"Kamu, mau kemana?" Revan menghampiri Tasya.
"Aku mau pulang, aku sudah selesai liburan.kalian, nikmatilah liburannya."
Tasya ingin melanjutkan langkahnya tapi Revan menarik tangan Tasya hingga tasya jatuh kedalam pelukannya.
"Tasya, jangan pergi!" ucap Revan.
__ADS_1
Zeedan sangat marah melihat Revan memeluk Tasya, ia menatap tajam kearah Tasya.
Kenapa Zeedan melihatku seperti itu?
Seolah tahu apa yang dirasakan Zeedan, Tasya buru melepaskan pelukan Revan.
"Maaf Revan, aku harus pergi! aku ingin segera mencari pekerjaan." Tasya melepaskan pelukan Revan.
"Mencari pekerjaan, kenapa? apa kamu tidak suka dengan pekerjaan mu sekarang?" Tanya Revan.
"Jadi, kamu tidak tahu? aku sudah dipecat?" Tasya mengira Revan sudah tahu.
"Aku tidak tahu, yang aku tahu kamu sedang cuti. bu Anggi, bisa bisanya dia memecatmu tanpa memberi tahu aku." Revan sangat kesal.
"Tasya, kamu tidak perlu mencari pekerjaan. kamu bisa tetap bekerja diperusahaanku, aku akan bicara pada bu Anggi. kalau perlu aku akan pecat dia."Revan emosi.
"Tidak perlu, biar aku akan mencari pekerjaan lain saja." Tasya menolak.
Sebelum pembicaraannya semakin panjang dan lama, lebih baik aku kabur.
Tasya tiba tiba berlari kecil meninggalkan mereka semua, Revan ingin mengejarnya tapi Sarah melarangnya.
"Revan, sudahlah biarkan Tasya. mungkin dia perlu waktu untuk sendiri." ucap Sarah.
"Tapi kak!" Revan menyela.
"Revan, Tasya datang ketempat ini sendiri. itu artinya dia sedang ingin sendiri." Sambung Sarah.
"Kak Sarah benar. Kak Revan, sebaiknya kakak sekarang istirahat dikamar. kakak pasti cape." Saran Kiara.
Sarah dan Revan kemudian pergi kekamarnya masing masing, yang tertinggal hanya Zeedan dan Kiara saja.
"Zeedan kamu mau kemana?" Kiara takut Zeedan mencari Tasya.
"Aku mau menelphone temanku sebentar."
Zeedan lalu pergi meninggalkan Kiara
Kiara merasa lega Karena Zeedan berjalan keluar hotel, sedangkan Tasya tadi berjalan kekamarnya.
Tasya memasukan semua bajunya kedalam tas, ia benar benar ngin pulang. saat Tasya membuka pintu ia dikagetkan oleh kehadiran Zeedan, Zeedan tiba tiba sudah berada didepan pintu kamarnya.
Tasya buru buru ingin menutup pintu kamarnya tetapi Zeedan mendorongnya, kemudian Zeedan masuk kedalam kamar Tasya.
"Zeedan, kamu mau apa?" Tanya Tasya.
"Tasya, apa kamu tidak merindukannku?" Zeedan menatap Tasya.
"Aku.." Tasya tidak melanjutkan kata katanya karena tiba tiba Zeedan menarik tangan Tasya, Zeedan lalu memeluk Tasya.
"Tasya, jangan dekat dekat Revan lagi.aku tidak suka!" Ujar Zeedan.
"Kamu cemburu?" Tanya Tasya.
"Iya, aku cemburu!"
Jawaban Zeedan membuat Tasya sangat bahagia, hatinya berbunga bunga.untuk sesaat Tasya melupakannya amarahnya.
Mereka tidak menyadari bahwa sepasang mata sedang memperhatikan mereka.
"Kiara." Tasya melihat Kiara, ia sedang berdiri didepan pintu.
__ADS_1
Zeedan menoleh kearah Kiara, ia melepaskan pelukannya pada Tasya.
"Maaf, aku mengganggu!" Kiara lalu berjalan meninggalkan kamar Tasya.
"Kiara, tunggu!" Zeedan mengejar Kiara.
Sebenarnya apa hubunganku dengan Zeedan, kita sudah putus tapi dia selalu marah jika aku dekat dengan laki laki lain. sedangkan dia, didepanku dia mengejar Kiara. mungkin dimata Zeedan, aku ini tidak ada artinya. karena itu dia tidak memperdulikan perasaanku.
Tasya berdiri mematung, matanya berkaca kaca. Tasya kemudian mengambil tasnya, ia lalu pergi meninggalkan kamar itu. Tasya berjalan melewati kolam berenang yang ada dihotel itu.
kolam renang disana cukup dalam, dalamnya melebihi tinggi orang dewasa.Tasya melihat Kiara dan Zeedan disana, Tasya bisa mendengar apa yang mereka katakan karena Tasya berdiri tidak jauh dari mereka.
"Zeedan, aku tahu kamu tidak pernah mencintaiku, tapi.. bisakah kamu? tidak menggoda perempuan lain didepanku." Kiara mulai menangis.
"Aku tidak bisa. Kiara maaf, aku mencintai Tasya." Zeedan mengungkapkan isi hatinya.
Jadi Zeedan mencintaiku.
Tasya menutup mulutnya dengan satu tangannya, air mata jatuh diantara kedua belah pipinya. Tasya menangis bahagia.
"Awalnya aku mendekati Tasya karena ingin balas dendam, tapi sekarang aku sadar. aku, aku mencintai Tasya." Zeedan kelihatan bersungguh sunggguh dengan ucapannya.
"Lalu aku? bagaimana dengan aku? apa kamu tidak bisa mencintaiku?" Kiara terisak.
"Aku pikir aku juga punya perasaan lain padamu, tapi ternyata aku salah. Kiara, saat melihatmu. aku seperti melihat Alikha adikku." Zeedan menegaskan bahwa ia hanya menganggap Kiara sebagai adik.
"Oh, tapi aku bukan Alikha. Zeedan, meskipun aku bukan Alikha aku akan melakukan sesuatu yang sama dengan Alikha."
Kiara melangkah murdur, ia mundur Beberapa langkah hingga ia sampai tepat ditepi kolam berenang.
"Apa maksudmu?" Zeedan tidak mengerti maksud dari kata kata Kiara.
"Aku akan mati tenggelam sama seperti Alikha "
Byur...
Kiara menjatuhkan dirinya kedalam kolam renang.
"Kiara, kamu pikir aku bodoh! kalau kamu mau bunuh diri, lakukanlah dengan benar. pergi kelaut lalu tenggelamkan dirimu disana." Zeedan mengira Kiara hanya bermain main dengannya.
Tasya diam saja melihat kejadian itu, dia berpikiran yang sama seperti Zeedan.
"Tasya, ada apa?" Revan tiba tiba berdiri disamping Tasya.
Revan keluar dari kamarnya karena ia lapar, ia ingin membeli makanan tetapi ia melihat Tasya sedang berdiri tidak jauh dari kolam berenang.Revan memilih untuk menghampiri Tasya terlebih dulu.
"Itu, Kiara sedang berenang." Jawab Tasya dengan ekspresi datar.
"Apa! Kiara tidak bisa berenang!"
Revan berlari kedepan kolam renang ia melewati Zeedan yang masih berdiri, Revan.kemudian langsung menceburkan dirinya kedalam kolam berenang.
"Zeedan." Tasya berjalan cepat ia mendekati Zeedan wajahnya terlihat cemas
"Kiara, tidak bisa berenang!" Tasya memberi tahu Zeedan, ia sangat mengkhawatirkan Tasya.
"Apa!" Zeedan terkejut mendengar ucapan Tasya.
...****************...
Terima kasih buat yang sudah baca novel aku, Jangan lupa ya like, komen dan beri hadiah supaya aku tambah semangat. Follow aku juga ya😊
__ADS_1