
Tasya merasa malu karena saat itu ia benar benar tidak siap untuk menghadiri pernikahan Revan, ditambah lagi ia hanya memakai pakaian biasa dan riasan wajah yang tipis. itu membuatnya merasa semakin malu.
Tasya berusaha menyembunyikan rasa malunya dengan memperlihatkan senyum manisnya.
Kak Tasya. meskipun make up nya tipis, meskipun tidak pakai baju pesta. dia tetap kelihatan cantik. pantas saja Zeedan dan kak Revan jatuh cinta padanya. seandainya tidak ada Alikha mungkin kak Revan masih mengharapkan cinta kak Tasya. Batin Kiara.
Kiara menatap Tasya dan Zeedan, entah mengapa hatinya masih terasa sakit.
Tasya dengan penampilan seadanya, kenapa dia tetap kelihatan cantik? membuat aku iri saja.
Sarah bicara dalam hati, ia juga melihat kearah Tasya.
Setelah kehadiharan Tasya dan Zeedan mereka kemudian melanjutkan acara pernikahan Alikha dan Revan.
Kakek Zeedan duduk tepat dihadapan Revan, ia menjabat tangan Revan.
"Saya nikahkan dan kawinkan Revan Aditya binti Aditya darmawan dengan cucu saya Alikha putri binti...." ucap Kakek Zeedan.
"Saya terima nikah dan kawinnya Alikha putri binti...." Revan mengucapkan kalimat itu dengan lancar.
"Bagaimana para saksi? syah?" Tanya penghulu.
"Syah" Saksi dan beberapa orang disana menjawab.
"Alikha, akhirnya kita menikah. maaf alikha, seharusnya aku menikahimu dari dulu." Revan memeluk istrinya.
Acara pernikahan Revan dan alikha berjalan lancar, mereka berdua akhirnya resmi menjadi pasangan suami istri.
Suasana haru terlihat saat Revan meminta maaf pada Alikha dan saat saat ketika Revan dan Alikha melakulan sungkem pada kedua orang tua Revan dan kakek Alikha.
Beberapa saat kemudian.
"Karena acaranya sudah selesai saya dan Tasya dan pamit pulang." Zeedan berpamitan.
"Zeedan, jangan pergi dulu! sekarang giliran kamu yang menikah."
Semua orang yang ada ditempat itu bengong mendengar ucapan Kakek Zeedan.
"Apa maksud Kakek?" Zeedan tidak mengerti maksud ucapan kakeknya.
"Perempuan yang ada disebelah kamu, dia itu siapa?" Kakek Zeedan bertanya tentang Tasya
"Ini Tasya kek, calon istriku."
"Kalau begitu, menikahlah sekarang! Supaya Tasya benar benar menjadi istrimu." Kakek Zeedan mengucapkan dengan santai.
"Kakek" Zeedan merasa terkejut mendengar permintaan kakeknya
__ADS_1
"Zeedan, kakek ini sudah tua. mungkin hidup kakek sudah tidak lama lagi, sebelum mati kakek ingin melihat cucu cucu kakek menikah."
"Kakek, jangan bilang begitu." Zeedan memegang tangan kakeknya.
"Apa kamu serius dengan Tasya?"
"Serius."
"Kalau begitu, kamu mau menikahi Tasya?"
"Iya, kek."
"Pak penghulu tolong nikahkan mereka." Pinta kakek Zeedan.
"kakek, aku mau menikah tapi tidak sekarang."
"Jangan menunda nunda hal baik, kita tidak ada yang tahu hari esok. bagaimana kalau besok kalian berubah pikiran? lebih baik sekarang saja. mumpung ada pak penghulu, ada saksi."
"Maaf kek, tapi baju saya." Tasya Menyela pembicaraan Zeedan dan kakeknya.
"Salah satu syarat syah nikah adalah wali dan saksi. baju itu tidak termaksud. kamu mau pakai baju tidur, baju olah raga atau baju apapun itu terserah kamu."
Perkataan kakek Zeedan membuat Tasya tersenyum kecut.
"Kakek benar." Zeedan menarik tangan Tasya, ia mengajak Tasya kembali duduk.
"Tapi saya tidak tahu nama lengkap kalian, saya juga tidak tahu nama orang tua kalian." Pak penghulu bingung.
"Ada yang punya ketas dan bolpoin" Tanya Zeedan.
Sarah membuka tasnya kebetulan diadalam tasnya ada buku kecil dan sebuah bolpoin.
"Ini, aku punya." Sarah memberikannya pada Zeedan.
Zeedan kemudian menuliskan namanya dan nama orang tua laki lakinya dibuku itu.
"Siapa nama lengkapmu?" Zeedan bertanya pada Tasya.
"Tasya anandita."
"Ayahmu?"
Setelah Tasya memberi tahu nama ayahnya Zeedan lalu menuliskannya dibuku. Zeedan kemudian memberikan buku itu kepada pak penghulu, kemudian ia kembali duduk.
Kak Sarah, kenapa kamu membantunya? Kiara terlihat kecewa.
Pak penghulu sudah duduk sementara yang lain masih berdiri.
__ADS_1
"Kenapa kalian masih berdiri? ayo duduk lagi." Pinta kakek Zeedan.
"Saudara Zeedan bramasta binti.... saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan Tasya anandita binti...." ucap pak penghulu.
"Saya terima nikah dan kawinnya Tasya anandita...." Meskipun tanpa lahitan Zeedan tidak salah saat mengucapkannya.
"Bagaiman para saksi? Syah?" untuk kedua kalinya pak penghulu bertanya.
"Syah."
Mendengar kata syah yang diucapkan para saksi dan beberapa orang yang hadir disana, Zeedan dan Tasya merasa lega.
"Dulu aku mengira, aku akan menikah dengan Revan. menikah dengan pesta yang meriah dan aku akan berdandan cantik serta memakai gaun seperti seorang putri raja."
"Siapa sangka aku datang keacara pernikahan Revan dengan Perempuan lain dan siapa yang mengira aku akan menikah dengan Zeedan ditempat dan dihari yang sama dengan Revan."
"walaupun tanpa gaun pengantin, tanpa dirias tapi aku merasa bahagia karena sekarang aku memiliki sebuah keluarga." Suara hati Tasya berbicara.
Sesudah Zeedan dan Tasya menikah, Zeedan dan Tasya lalu mengucapkan selamat pada Alikha dan Revan.
"Revan, Alikha selamat ya. semoga kalian menjadi keluarga samawa." Tasya mengucapkannya dengan tulus.
"Iya Tasya, selamat juga buat kamu. sekarang kita adalah keluarga, karena sekarang kamu adalah kakak iparku." balas Revan.
"Takdir memang terkadang lucu, aku tidak menjadi istrimu tapi malah menjadi kakak iparmu." Tasya tersenyum.
"Selamat adikku sayang, semoga kalian berdua selalu bahagia." Zeedan memeluk Alikha sebentar.
"Kak Zeedan, kamu juga harus bahagia." ucap Alikha.
"Aku akan berusaha membuat Alikha bahagia." janji Revan.
"Kak Tasya, kamu juga harus membuat kak Zeedan bahagia." Pinta Alikha.
"Aku tidak bisa!" Kata kata Tasya membuat Alikha sedikit kaget.
"Kenapa?" Tanya Alikha.
"Karena Zeedanlah yang akan membuat aku bahagia." Tasya tertawa kecil.
"Tasya benar, memang seharusnya laki laki yang membahagiakan perempuan." Ucap David suami Sarah, saat itu ia sedang berdiri didekat Revan.
David mengatakan itu sambil merangkul Sarah yang berada disampingnya.
Kak Sarah, kami pernah bertengkar karena memperebutkan Zeedan.bahkan kak Sarah hampir bercerai dengan suaminya, tapi sekarang kak David sudah memaafkannya dan mereka kembali bersama. Kak Revan dia pernah berharap bisa kembali lagi dengan kak Tasya, meskipun mereka akhirnya tidak bersama tapi kak Revan sudah mememukan kebahagiaannya bersama Alikha sedangkan kak Tasya dia sekarang sudah syah menjadi istri Zeedan. hanya aku, hanya aku yang sendirian
Kiara menghapus air matanya, ia merasa seorang diri.
__ADS_1