Rahasia Cinta

Rahasia Cinta
Berlibur


__ADS_3

Zeedan mengantarkan Kiara sampai didepan rumahnya, sepanjang perjalanan mereka hanya diam. Kiara ingin memulai pembicaran tapi melihat wajah Zeedan yang tidak enak dipandang ia akhirnya mengurungkan niatnya.


Zeedan kelihatan kesal dan marah, Kiara merasa tidak betah dengan suasana yang dingin seperti itu, akhirnya ia mulai bicara.


"Zeedan, kenapa kamu marah?" Tanya Kiara.


"Kiara, kalau kamu mau mati, mati saja! tapi jangan didepanku." Zeedan marah marah.


"Aku tidak ingin mati didepanmu? kamu yang mengikuti aku, lagi pula bukannya kamu ingin balas dendam, seharusnya kamu senang kalau aku mati." ucap Kiara.


"Kiara aku tidak sejahat itu!" Zeedan menghela nafas.


"Jadi kamu tidak akan balas dendam." Kiara kelihatan senang.


"Kiara, bisakah kita tidak membicarakan ini? Aku lelah, Kita sudah sampai. turunlah!" pinta Zeedan.


Kiara kemudian turun dari mobil Zeedan, Zeedan kemudian melajukan mobilnya dengan cepat. ia tidak menunggu Kiara masuk kedalam rumahnya.


Aku ini kenapa? Seharusnya aku senang Kiara ingin bunuh diri. tapi kenapa aku menyelamatkannya? kenapa aku merasa kasihan padanya. Alikha maafkan aku, aku belum membalaskan dendam untukmu.


Sepajang perjalanan pulang Zeedan memikirkan, apa yang harus ia lakukan pada Kiara?


Zeedan terus menghindari Kiara. selama beberapa hari Zeedan tidak pernah membalas pesan dari Kiara, Zeedan juga tidak pernah menjawab telphone kiara dan Zeedan juga tidak pernah lagi mencari Kiara.


Ketika Kiara mencari Zeedan kerumahnya, Zeedan sering tidak ada dirumah kalaupun ada dia tidak mau membukakan pintu sehingga Kiara mengira Zeedan tidak ada dirumah.


Pikiran Zeedan terasa kacau. ia sudah sejak lama merencanakan balas dendam pada Revan, tapi naluri kemanusiaannya membuat ia berpikir kalau apa yang ia lakukan itu salah.


Zeedan membuka ponselnya, ia melihat status yang dibuat oleh beberapa orang yang ia kenal. sebenarnya ada banyak status yang bisa ia lihat hanya saja terkadang Zeedan tidak melihat semuanya.


Zeedan membuka status yang dibuat Kiara, matanya tidak berkedip saat ia melihat foto foto Tasya yang sedang liburan diyogyakarta.setelah itu Kiara menulis kalimat.


Kak Tasya, kenapa kamu tidak mengajakku?


Zeedan memejamkan matanya sesaat, ia kemudian mencoba untuk menghubungi Tasya, tapi tidak bisa.


"Apa apaan ini, jadi dia memblokirku?"


Karena kesal Zeedan membuang ponselnya keatas kasur.

__ADS_1


Zeedan mengambil ponselnya kembali, ia kemudian menulis pesan untuk Kiara.


Kiara, aku ingin pergi berlibur. apa kamu mau ikut? Tulis Zeedan


Kiara mengusap usap matanya. setelah beberapa hari tidak bertemu Zeedan, ia tidak percaya tiba tiba Zeedan mengirim pesan padanya.bahkan Zeedan mengajaknya liburan.


Aku mau! Kita mau liburan kemana? Kiara membalas pesan dari Zeedan.


Paris, inggris atau jerman? Kiara sangat bersemangat membalas pesan Zeedan.


Kita tidak akan keluar negeri, kita akan kekota Yogyakarta. kalau kamu tidak mau, aku tidak akan memaksa. Balas Zeedan.


Aku mau mau mau! Kiara sangat antusias.


Setelah sesesai membalas pesan Zeedan, Kiara keluar dari kamarnya. Kiara melangkahkan kakinya keruang makan, Kiara membulatkan matanya.Kiara tidak percaya Revan, Sarah dan kedua orang tuanya sedang makan bersama.


"Wah..tumben kalian akrab." Kiara tertawa kecil.


"Kiara sayang, ayo duduk disini! Kita makan sama sama." Ibu Arumi meminta Kiara duduk.


Kiara langsung duduk, ia kemudian mengambil piring yang ada didepannya.


"Sesuatu apa?" Tanya pak Aditya.


"Besok aku mau liburan." Ucap Kiara penuh semangat.


"Liburan kemana? mamah tidak setuju, mama tidak mengijinkan kamu pergi." Ibu Arumi melarang dengan tegas.


"Mama.. please! ijinkan aku pergi, tidak jauh ma..cuma keluar kota" Kiara mencoba membujuk ibu Arumi.


"Kalau mama bilang tidak. ya tidak!" Ibu Arumi tetap teguh dengan pendiriannya.


"Mama, aku sudah janji sama teman temanku. lagi pula aku tidak akan lama." kiara memohon.


"Kiara sayang, kalau kamu mau pergi. pergi saja, papa ijinkan." Pak Aditya mengucapkannya dengan santai.


"Terima kasih papa." Kiara berdiri ia kemudian berjalan mendekati pak Aditya, Kiara lalu memeluk pak Aditya sebentar.


"Ma, maaf aku akan tetap pergi. mama jangan marah ya! nikmatilah makanan kalian, aku mau bersiap siap dulu. bye!" Kiara melambaikan tangan lalu ia pergi dari ruang makan.

__ADS_1


"Pa, papa ini bagaimana? kenapa papa ijinkan Kiara pergi liburan." Ibu Arumi kelihatan marah.


"Ma, sekali kali biarlah Kiara pergi bersama teman temannya, Kiara juga butuh liburan." ucap Pak Aditya.


"Kita sering mengajak Kiara liburan keluar negeri. lagi pula belum saatnya Kiara bersenang senang, kuliahnya saja belum selesai. mama juga khawatir kalau Kiara pergi bersama teman temannya. jika terjadi sesuatu pada Kiara, siapa yang mau bertanggung jawab?" Ibu Arumi protes.


"Terjadi apa? mama terlalu banyak berfikir." balas pak Aditya.


"Pa, bagaimana kalau tempat kiara berlibur itu dekat dengan pegunungan dan pantai? mama takut, kiara tidak hati hati. Kiara bisa saja jatuh kejurang atau tenggelam dipantai." Ibu Arumi mengungkapkan kekhawatirannya yang terlalu berlebihan.


"Mama jangan khawatir. Kiara akan baik baik saja karena Revan dan Sarah akan menjaganya." Pak Aditya memberitahu ibu Arumi.


"Maksud papa?" ibu Arumi penasaran.


Sarah dan Revan juga tidak mengerti maksud ucapan pak Aditya.


"Papa akan mencari tahu, kemana Kiara berlibur? nanti biar Revan dan Sarah yang mengikuti Kiara." Pak Aditya menjelaskan.


"Pa, kalau Kiara tahu kita mengikutinya dia akan marah." ucap Sarah.


"Jangan sampai Kiara tahu, setelah Kiara pergi baru kalian pergi. buat seakan akan kalian tidak sengaja bertemu." Pak Aditya meminum kopi yang dibuatkan Ibu Arumi.


"Baiklah pa, aku setuju! aku akan menjaga Kiara." Revan menyetujui permintaan Pak Aditya.


"Ya sudah kalau itu mau kalian. Revan, Sarah tolong jaga Kiara." Ibu Arumi akhirnya mengikuti keinginan suaminya.


Sudah satu minggu Tasya berada dikota yogyakarta, ia sangat senang. meskipun ia hanya berlibur sendiri setidaknya disana ia tidak memikirkan tentang Zeedan


Tasya berusaha mencari Alikha dikamarnya, sayangnya Alikha sudah tidak menginap dihotel itu lagi, Alikha sudah pergi. terakhir kali Tasya bertemu Alikha, saat Alikha sedang makan direstaurant dihotel tempatnya menginap.


"Rencanyanya aku mau menginap disini beberapa hari, kenapa jadi seminggu?"


Tasya senyum senyum sendiri, ia duduk didepan cemin sambil menyisir rambutnya.


"Besok aku akan pulang, jadi hari ini aku akan berjalan jalan lagi." Tasya mengambil tasnya kemudian ia keluar dari kamar hotel itu.


langkah Tasya terhenti ketika ia melihat Zeedan dan Kiara, mereka berdua bergandengan tangan diwajah mereka terukir senyuman bahagia.


Tasya memegang dadanya yang terasa sesak. Air matanya berlinang. jauh didalam hatinya ia merindukan Zeedan tapi saat bertemu Zeedan, ia harus menerima kenyataan. kenyataan Zeedan sedang tertawa bahagia dengan wanita lain.

__ADS_1


__ADS_2