Rahasia Cinta

Rahasia Cinta
Mencari tahu kebenaran


__ADS_3

Zeedan menurunkan Kiara didalam mobilnya, beruntunglah baju Kiara tidak basah, celana panjang yang Kiara pakai juga tidak semuanya basah.hanya celana dibagian lutut kebawah yang basah


"Kiara, apa kamu benar benar mau mati?" Zeedan terlihat marah.


"Bukankah itu yang kamu mau?" Kiara balik bertanya.


"Kiara!" Zeedan tidak dapat menahan emosinya ia sedikit berteriak.


Kiara diam saja, ia tidak ingin mendengar omelan Zeedan. ia memilih untuk memejamkan mata.karena perjalanan lumayan jauh Kiara jadi benar benar tertidur.


matahari sudah mulai tinggi, Tasya masih asik selfie selfie. Tasya berfoto diantara candi candi yang ia datangi, sesekali ia meminta orang yang sedang lewat untuk memfoto dirinya.


"Sudah siang, apa sebaiknya aku kembali kehotel?"


Sudah sejak pagi Tasya, berjalan jalan. ia mulai merasa lelah. Tasya masuk kedalam restaurant dihotel tempat ia menginap.


Tasya terkejut melihat Alikha juga sedang makan disana.


Jadi, Alikha juga menginap dihotel ini. Aku mengira perempuan itu adalah Alikha, Tapi bagaimana kalau aku salah? Aku harus membuktikannya. Batin Tasya.


"Hai, kita ketemu lagi." Tasya menyapa Alikha.


"Iya." Alikha sedikit kaget.


Perempuan ini lagi! jangan jangan dia mencurigai aku. Batin Alikha.


"kamu, menginap dihotel ini juga?" Tanya Tasya.


Alikha hanya mengangguk.


"Kebetulan sekali ya, apa kamu kesini sendiri?"


"Iya." Alikha masih menikmati makanannya.


"Aku juga kesini sendiri, boleh aku duduk disini?" Tasya tersenyum ramah.


"Duduk saja, kamu juga ketempat ini sendiri?" Tanya Alikha.


"Iya."


"Suami kamu tidak ikut?" Alikha kembali bertanya.


"Aku belum menikah, Aku baru saja putus karena itu aku datang ketempat ini, aku ingin menghibur diri." Cerita Tasya.


"Perempuan secantik kamu bisa putus, pacar kamu pasti akan menyesal." Alikha memuji Tasya.


"Dia tidak akan menyesal, karena dia tidak mencintaiku."


Alikha adalah tipe perempuan yang mudah akrab dengan orang lain, ia juga orang yang ramah dan suka mendengarkan cerita orang lain.


"Benarkah?" Alikha mengerutkan keningnya


"Zeedan hanya ingin memanfaatkan aku,untuk membalas dendam." Tasya sengaja menyebutkan nama Zeedan.


Mendengar nama Zeedan disebut, Alikha hampir saja tersedak makanan, ia buru buru minum agar Tasya tidak menyadarinya. Alikha tidak tahu kalau Tasya mengetahui bahwa ia hampir tersedak.


"Balas dendam? Kenapa?" Alikha penasaran.


"Awalnya aku akan menikah dengan Revan calon suamiku, tapi Zeedan mendekatiku dan membuat aku jadi calon istrinya. ia ingin membalas dendam pada Revan karena Revan sudah membuat adiknya bunuh diri." Tasya bercerita.

__ADS_1


Alikha tiba tiba menjadi gelisah, keringat dingin mengalir didahinya.


"Maaf, kita baru saja bertemu. tapi aku sudah curhat macam macam sama kamu." Tasya berdiri.


"Kamu mau kemana? Kamu tidak makan dulu?"


"Aku tidak jadi makan, aku mau menelphone seseorang, ada urusan pekerjaan. Aku pergi dulu." Tasya pamit lalu ia pergi meninggalkan Alikha.


Jadi kak Zeedan mau balas dendam? baguslah, perlakuan Revan memang pantas untuk dibalas.


Alikha mengelap keringat didahinya dengan sapu tangan.


Alikha berjalan menuju kamar tempat ia menginap, ia tidak menyadari kalau Tasya mengikutinya dari belakang.Tasya jadi mengetahui nomer kamar tempat Alikha menginap.


Tasya memegang perutnya, Tasya tiba tiba merasa perutnya sakit


"Kenapa disaat seperti ini aku harus sakit perut."


Tasya lalu kembali kekamarnya, ia kemudian mengolesi minyak kayu putih pada perutnya.


"Ini pasti karena aku belum makan."


Sejak pagi Tasya memang sangat menikmati jalan jalannya hingga ia lupa untuk makan,Tasya lalu memesan makakan.


Sambil menunggu makanannya datang Tasya membuka ponselnya yang sejak pagi ia letakan dimeja kamar hotel, Tasya melihat ada banyak pesan dari grub chat kantor.


Tasya memang sudah tidak bekerja lagi ia berinisiatif untuk keluar dari grub chat kantor, tapi karena sedang menikmati liburannya ia belum sempat melakukannya.


Tasya kemudian membaca pesan pesan itu.


Clara: kemarin aku pergi kepantai, coba tebak aku lihat siapa disana?


Clara: Kiara.


Riska: Kiara adiknya Pak Revan?


Clara: Iya, aku lihat dia digendong sama cowo ganteng.


Sindy: Serius? ga salah lihat?


Clara: Engga, beneran. Kebetulan kemarin aku sempat foto mereka, aku kirim ya.


Clara lalu mengirim foto Zeedan yang sedang menggendong Kiara.


Sindy: Wah.. ganteng banget pacarnya Kiara, mereka kelihatan serasi.


Ayrin: Biasa aja.


Riska: Tapi masih gatengan pacarnya Kiara dari pada pacar kamu Rin.


Clara dan Sindy lalu megirim gambar tertawa.


Ibu Ani: hus, sudah sudah! kalian ini bergosip saja kerjanya.


Begitulah isi pesan pesan yang Tasya baca sebenarnya masih ada pesan pesan yang belum Tasya baca digrub chat tersebut. tapi karena melihat foto Zeedan, Tasya tak bersemangat lagi untuk membacanya.


Tasya memperbesar foto Zeedan dan Kiara yang ada diponselnya, wajahnya terlihat sangat sedih.


Zeedan, pantas saja dia tidak menelphoneku, rupanya dia sudah tidak ingat aku.

__ADS_1


Tasya menghapus foto Zeedan dan Kiara. Tasya awalnya ingin memberi tahu keberadaan Alikha pada Zeedan, tapi setelah melihat foto Zeedan dan Kiara ia berubah pikiran.


"Kalau aku memberi tahu Zeedan bahwa Alikha masih hidup, dia tidak akan percaya.lagi pula aku belum membuktikan bahwa perempuan itu adalah Alika. sudahlah, buat apa aku memperdulikan mereka. aku kesini untuk berlibur, kenapa aku pusing pusing memikirkan mereka. Alikha masih hidup atau sudah mati tidak ada hubungannya denganku!" Tasya bicara sendiri.


Tasya keluar dari kamar hotel setelah ia selesai makan, Tasya melihat Alikha masuk kedalam mobil kemudian ia pergi.


Alikha, mau kemana dia?


Tasya bertanya tanya.


Tasya lalu kebagian resepsionis yang kebetulan tidak jauh dari tempatnya berdiri.


"Permisi mba" Tasya menyapa resepsionis.


"Iya, ada yang bisa saya bantu?" Tanya Resepsonis itu.


"Mba lihat, perempuan yang baru saja keluar."


"lihat, kenapa?" Resepsionis itu kembali bertanya.


"Mba tahu, siapa namanya?" Tanya Tasya.


"Memangnya kenapa?" Resepsionis itu menatap Tasya dengan pandangan aneh.


Ditanya malah balik nanya. Batin Tasya.


"Dia sepertinya teman lama saya, tapi saya takut salah orang jadi mba bisa beri tahu namanya." Ucap Tasya.


"Maap, saya tidak tahu. banyak tamu yang menginap dihotel ini saya tidak mungkin menghafalnya satu persatu." Jawab resepsionis itu.


kalau tidak tahu bilang saja, siapa juga yang menyuruhmu menghafal nama nama tamu dihotel ini. Tasya mulai kesal.


"Mba, kalau begitu. tolong check, kamar 135 itu dipesan atas nama siapa?" Tasya meminta bantuan.


"Maaf, itu informasi pribadi saya tidak bisa memberi tahu pada sembarang orang." Resepsionis itu seperti sedang mempermainkan Tasya.


"Saya cuma pingin tanya nama orang itu saja, itu tidak melanggar privasi dan tidak melanggar hukum." Kata Tasya.


"Oke begini saja, nama teman saya Alikha. apa perempuan yang menginap dikamar 135 itu namanya juga Alikha?' Sambung Tasya.


"Sebentar, saya check dulu."


Tasya menghela nafas, ia benar benar ingin marah.


Beberapa saat kemudian,


"Kamar 135 dipesan atas nama Alikha, Itu artinya perempuan yang menginap dikamar itu namanya Alikha." Resepsionis itu memberi tahu Tasya.


Ternyata aku benar, aku tidak salah. Alikha memang masih hidup. Batin Tasya


"Mba, terima kasih atas informasinya, sekarang saya yakin perempuan tadi adalah teman lama saya"


Tasya tersenyum bahagia, matanya berkaca kaca, ia tidak menyangka ternyata Alikha benar benar masih hidup.


"Mba, ini tips buat mba." Tasya memberikan beberapa lembar uang pada resepsionis itu, amarah Tasya menghilang seketika.


Tasya kemudian pergi meninggalkan resepsionis itu, resepsionis itu hanya terbengong melihat sikap Tasya yang menurutnya aneh.


****

__ADS_1


Terima kasih buat yang sudah membaca novel saya. Jangan lupa like, komen dan beri hadiah supaya saya tambah semangat😊


__ADS_2