
Arya pov
Seminggu setelah perceraianku selesai dengan Anita aku langsung melamar Hani.
Dulu aku menganggap dia sebagai anakku sendiri dan sekarang entah ini takdir ataukah apa dia sudah menjadi calon ku.
Setiap kali aku bersama Hani rasanya seperti Heni yang berada disampingku. Sebentar lagi aku akan menikahinya. Dan apa yang sedang aku bayangkan dasar mesum.
Aku sedang berada dikantor dan menatap foto Hani yang berada dilayar laptop.
"Bagaimana aku bisa mencintaimu?" Gumamku dan tanpa sadar aku tersenyum.
"Hei jangan senyum-senyum sendiri" Tiba-tiba kak Diaz datang mendekat kearahku dan duduk di kursi depanku.
"Akhirnya kamu merestuiku paman" ucapku meledeknya.
"Panggil aku kak Diaz seperti biasa jangan paman" Terlihat sebal.
"Tidak bisa, sebentar lagi aku akan menikah dengan keponakanmu paman"
"ARYA!" Bentaknya.
"Jangan sewot dong"
"Buruan siap-siap sebentar lagi kita ada meeting dengan Yudha"
"Kenapa aku mesti meeting dengannya?"
"Dia itu calon mertuamu, kamu harus sopan"
__ADS_1
"Paman dan calon mertua sama-sama cerewet ya"
"Arya!"
"Baiklah" Aku pun mengalah.
"Oh ya, bagaimana kalau Anita hamil?" Tanya kak Diaz.
"Kalau dia hamik itu urusan dia" Cuekku.
"Apa kamu tidak menginginkan anak itu?"
"Paman aku itu masih PERJAKA, jadi Anita nggak mungkin hamil anakku"
"Jadi selama ini kamu?"
"Iya, kita tidur tidak seranjang"
"Aku benci pertanyaan itu"
"Tapi..."
"Arya, ayo buruan"
**Arya End
Hani pov**
Aku mencintai Stevan, hati sakit saat melihat Stevan berduaan dengan Angel seperti ini.
__ADS_1
Aku benci jadi obat nyamuk.
"Kak Hani om Arya sibuk ya?" Tanyanya.
"Ya begitulah"
"Hani kenapa kamu kamu menikah dengan om Arya?" Tanya Stevan
Tentu saja untuk membuatmu cemburu, tapi aku nggak bisa bilang seperti itu karena mau ditaruh mana muka aku ini.
"Karena aku mencintai om Arya" Jawabku.
"Oh jadi calon ku ada disini ya?" Inikan seperti suaranya om Arya, aku menoleh ke belakang dan saat itu pandangku bertemu dengan pandangannya dan tiba-tiba dia semakin dekat dan...
"Apa yang kamu lakukan pada putriku Arya?" Papaku menjauhkan om Arya dariku.
"Apa aku tidak boleh mencium calon istriku ini?"
"Om Arya so sweet banget sih, Stevan aja sampai sekarang masih malu-malu kalau menciumku" Ucap Angel.
"Angel kamu itu masih kecil, dan kamu Stevan jangan pernah macam-macam sama keponakanku" Kata papa.
Padahal tadi hampir aja aku bisa membuat Stevan cemburu padaku. Gara-gara papa menjauhkan om Arya jadi gagalkan semuanya.
"Kalian kok ada disini?" Tanyaku.
"Tadinya kita mau meeting disini tapi karena melihat kalian ada disini jadi kita akan bergabunh dengan kalian" Jawab papa.
"Paman dimana pa?"
__ADS_1
"Dia masih diluar"
Bersambung...