Rahasia Cinta

Rahasia Cinta
Rahasia Cinta 18


__ADS_3

YUDHA POV


Malam ini aku tidak bisa tidur, aku terus menatap Hani, wajahnya yang mirip dengan Heni membuatku rindu dengan Heni.


Mengingat tadi Hani merengek ingin tidur denganku membuatku tersenyum akan tingkahnya.


FLASHBACK


"Papa aku ingin tidur denganmu" Ucap Hani


"Sayang kamu sudah remaja, jadi kamu tidak boleh tidur sama papa" Tolakku, dan lihatlah raut wajahnya yang sangat lucu.


"Tapi pa, aku sama sekali belum pernah merasakan tidur sama papa" Rengeknya.


"Tidak boleh nak" Aku mengelus kepalanya, saat ini aku berada duduk di sofa ruang tamu bersamanya.


"Papa, boleh ya?"


"Aku ingin merasakan yang seharusnya aku terima" Lanjutnya


"Baiklah, tapi janji sama papa jika kamu tidak boleh tidur sama laki-laki lain kecuali sama papa, suamimu kelak dan anak-anakmu" Ucapku


"Aku tidak boleh tidur sama paman dan papa Arya?" Aku terkejut mendengarnya.


"Tentu saja tidak boleh sayang" Aku menarik hidung mancunya yang ternyata menurun dariku.


"Tapi selama ini aku selalu tidur dengan paman dan papa Arya" Ucapnya polos.


"APA?" Teriakku tidak percaya.


"Setelah ini kamu tidak boleh tidur dengan mereka mengerti!" Perintahku.


"Tapi mereka nggak ngapa-ngapain aku kok, cuma meluk aku doang pa"


Astaga, anak gadisku ini benar-benar polos. Apakah Diaz tidak pernah mengajarinya?


"Sayang! Kamu harus tau jika seorang gadis remaja itu tidak boleh tidur berdua dengan laki-laki yang bukan mahramnya"


"Tapi aku sudah mengagap papa Arya seperti papaku sendiri pa?"


"Pokoknya tidak boleh!"

__ADS_1


"Kalau paman bolehkan pa?"


"Juga tidak boleh!"


"Baiklah" Akhirnya dia menurutiku.


"Ya sudah! Ayo kita tidur" Ajakku, dan dia hanya memgangguk.


"Pa! Apa papa benar-benar mencintai mama?" Tanyanya.


"Tentu saja, jika tidak kamu tidak akan pernah lahir didunia ini"


"Benarkah?"


"Benar sayang, udah sekarang tidur besok kamu sekolahkan" Dia mengangguk.


FLASHBACK END


Maafin aku nak, karena aku tidak ada disisimu selama ini. Tapi aku selalu mengawasi mu dari kejauhan.


Heni aku merindukanmu, maaf karena aku tidak bisa menepati janjiku dengan cepat.


FLASHBACK


Heni juga tau jika disini aku tengah merawat Vanya, dan dia mau mengerti. Aku benar-benar merasa bersalah padanya karena disaat dia membutuhkanku, tapi aku malah meninggalkannya.


Aku juga mengawali usahaku disini, dan aku juga berjanji pada Heni jika aku sudah sukses aku akan kembali dan hidup bahagia bersama mereka.


Setelah kematian Vanya, setiap ada waktu aku berusaha pulang untuk menemui Heni.


Aku bisa dengan bebas menemui Heni karena dia masih tinggal di rumah yang aku belikan untuknya, dia tinggal dirumah ini dengan pembantu yang aku kirimkan.


Malam ini aku bisa melepas rindu dengannya, dan dia begitu terlihat bahagia ketika aku kembali.


"Sayang aku merindukanmu" Ucap Heni dengan tidur memunggungiku, mengingat kandungan yang sudah memasuki usia 8 bulan jadi cuma bisa tidur dalam posisi seperti ini.


"Aku juga sayang" Aku mencium puncak kepala Heni.


"Sampai kapan aku harus merahasiakan keberadaan kamu sayang?" Tanyannya.


"Setelah aku sukses nanti sayang"

__ADS_1


Sampai-sampai aku merasakan penyesalan yang amat sangat menyesal.


Hari ini adalah hari kelahiran anakku, aku berusaha datang untuk berada disisinya, namun ternyata aku terlambat. Aku mendengar kabar jika Heni sudah meninggal.


Aku datang kepemakamannya. Aku duduk berjongkok. Kuletakkan bunga yang aku bawa dimakamnya.


Tak kuasa aku menahan tangi. Air mataku keluar mengalir bebas dipipiku.


"Maaf Sayang, maafkan aku" Aku memegang nisannya.


"Heni aku minta maaf sayang"


Hari demi hari waktu berlalu aku selalu berusaha mencari kabar anakku dan memcari waktu untuk bertemu dengannya.


Tapi aku sama sekali tidak berani mendekatinya, aku malu bertemu dengannya.


Aku hanya bisa berdiri jauh darinya untuk mengawasinya.


Hingga akhirnya tanpa sengaja kita bertemu dikamar mandi cowok.


FLASHBACK END


Rahasia itu akan selalu menjadi rahasia kita berdua.


Aku berjanji padamu Heni jika aku akan membahagiakan Hani anak kita berdua.


Hani kita berdua benar-benar menyayangimu dan mencintaimu. Karena kamu adalah hasil dari buah cinta kita berdua.


Aku mengecup keningnya.


"Selamat tidur anakku sayang" Ucapku, akupun memeluk dirinya dan ikut tertidur.


***BERSAMBUNG...


Terima kasih untuk like dan komentarnya.


Selamat membaca☺.


Maaf karena akhir-akhir ini saya jarang ngepost, karena akhir-akhir ini saya sibuk ditoko, jadi sangat sulit untuk memikirkan jalan ceritanya.


Dan sekarang mumpung ada waktu saya berusaha untuk meneruskan novel ini.

__ADS_1


Dan maaf jika novelku ini masih banyak kekurangan dalam tata bahasa, penggunakan kata dan perangkaian kata, dll. Karena saya sendiri masih tahab belajar***.


__ADS_2