Rahasia Cinta

Rahasia Cinta
Rahasia Cinta 7


__ADS_3

Acara ulang tahun Sarah dibubarkan. Semua tamu undangan pulang dengan hati tak enak. Kecuali Shinta, dia masih berada disana.


Shinta berjalan mendekati Arya, dipeluknya Arya untuk menenangkannya. Arya membalas pelukannya. Nampak senyum licik tersirat dibibirnya.


"Arya! Lupakan Heni?" Shinta memasang wajah sedih, agar Arya tidak mencurigainya.


"Aku akan merebut Heni dari Yudha" Tegas Arya lalu melepaskan pelukannya.


Sarah memegang pundak Arya dan menatap dengan sendu. Dia merasa jika ini semua ulahnya. Jika saja dirinya tak menyuruh Diaz untuk membawa Heni ke Wonogiri, mungkin hal ini tidak akan terjadi.


"Arya, kamu harus bisa melupakan Heni, dia adikmu kan" ucap Sarah menahan tangisnya.


"Arya, apapun yang terjadi jangan pernah kamu membenci Heni" Lanjut Sarah.


"Aku akan membawa Heni kembali kesisi Arya ma" Shinta yang saat itu menahan amarahnya kala mendengar Arya yang tidak bisa melupakan Heni sangatlah geram.


"Om, tante dan Arya! Shinta pamit pulang dulu ya" Pamit Shinta.


Sarah hanya mengangguk.


-----


Diperjalanan Heni masih saja menangis dipelukan Yudha.


Yudha mengelus kepala Heni dengan pelan.


"Yudha, aku minta maaf hiks... hiks... hiks..." Yudha merasa tidak tega melihat Heni terus-terusan menangis.


"Sudah sayang! kamu mau memilihku saja, aku sudah bersyukur sekali" Ucap Yudha.

__ADS_1


"Yudha kamu harus janji padaku, jangan pernah kamu perfikir untuk meninggalkanku"


"Iya sayang, aku janji padamu" Yudha mengecup kepala Heni.


"Hen, maukah kamu berhijab?" Tanya Yudha.


"Berhijab?"


"Iya, karena aku ingin kecantikan yang kamu miliki ini hanya untukku seorang"


"Nanti aku phikirkan kembali keinginanmu Yud"


"Dan bagaimana jika pernikahan kita diajukan?" Pertanyaan Yudha seketika membuat semua orang yang berada didalam mobil terkejut.


"Aku rasa jika aku dan Heni serumah, Heni bisa mencintaiku sepenuhnya" Lanjut Yudha.


"Mama setuju, Bagaimana kalau bulan depan" Kata Anisa.


------


"SAH"


"SAH"


"ALHAMDULILAH"


Jantungku bergetar tak menentu, sekarang aku sudah menjadi seorang istri dari Yudha Setiawan.


Acara pernikahanku tidak dirayakan mewah, karena aku ingin menikah dengan sederhana.

__ADS_1


Saat ini aku memasukkan bajuku kedalam koper, karena Yudha ingin langsunh membawaku ke rumah yang sudah disiapkan jauh-jauh hari sebelum penikahan. Kini Yudha membantuku memasukkan barang-barangku ke dalam koper.


"Ukuran BHmu hanya 32 B?" Tanya Yudha dengan melihat BHku yang sedang dipegang olehnya.


"YAK! JANGAN SENTUH ITU" Teriakku dan langsung mengambilnya.


"Pantas saja saat menggendongmu aku tidak pernah merasakan sentuhan dari milikmu" Ucap Yudha membuatku mulai emosi.


"EMANGNYA KENAPA KALAU PUNYAKU KECIL?" Marahku dan melipat kedua tanganku di atas perutku. Yudha terkekeh melihatku.


"Ah, aku kecewa" Yudah menjawab dengan nada malas, dan membuatku befikir jika Yudha menyesal telah menikah denganku.


"Apa kamu akan meninggalkan aku hanya karena punyaku kecil? Apa aku akan menjadi janda?" Aku mulai sedih.


"Ha... ha... ha...! Siapa juga yang mau menceraikanmu sayang" Tawa Yudha membuatku marah padanya.


"Apa itu lucu?" Tanyaku.


"Tentu saja" Jawan Yudha.


"Sayang, aku mencintaimu apa adanya dan sekarang mari lanjutkan berkemasmu"


"Jangan sentuh barang-barang itu ya Yudha"


"Iya-iya sayang"


Bersambung...


Terima kasih teman- teman sudah mau membaca ceritaku😊.

__ADS_1


Jangan lupa like dan komen ya.


Selamat membaca.


__ADS_2