
HANI POV
Hari ini papa Arya akan kembali, dan akupun tidak sabar menunggu kedatangannya.
Aku sangat merindukan sosoknya, karena hampir setiap hari aku lengket sama papa Arya, hehehe.
Aku melihat tingkah papa yang bisa dikatakan cemburu. Karena aku maksa papa untuk mengantarkan aku ke bandara.
"Pa, ayo berangkat aku sudah siap menjemput papa Arya"
"Baiklah, tapi ingat nggak boleh pelukan dan ciuman!" Lagi-lagi papa memperingatkan aku.
"Iya pa"
Dibandara...
"HANi!" Teriak papa Arya.
Papa Arya berlari kearahku dan saat hampir memelukku tiba-tiba papa memeluk papa Arya.
"Lama tak berjumpa Arya" Aku tersenyum saat melihat raut wajah papa Arya yang terlihat bingung.
"Kau, Yudha!" Papa melepas pelukannya.
"Untuk apa kami disini?" Tanya papa Arya.
"Aku dipaksa sama anak gadisku yang cantik ini untuk menjemputmu"
"Hallo semua!" Sapa tante Anita istri papa Arya.
"Tante! Gimana bulan madunya?" Tanyaku basa basi, jujur saja sebenarnya aku nggak setuju dengan tante Anita tapi apa boleh buat dia pilihan papa Arya.
"Sangat menyenangkan" Jawabnya dengan senyum manisnya.
"Ayo kita pulang" Ucapku.
__ADS_1
"Papa nggak lupakan sama oleh-olehku?" Tanyaku dengan menggandeng tangan papa Arya.
"Tentu saja" Jawab papa Arya dengan memencet hidungku.
"Aish kalian ini" Tiba-tiba papa melepaskan tanganku dari papa Arya, dan papa menggangdengku dengan erat.
"Papa" Sebalku.
"Arya gandeng tu istri kamu, jangan kamu goda anakku" Kata papa dengan sinis.
"Inget kamu itu udah punya istri" Lanjut papa.
"Apa salahnya toh aku sudah tau luar dalamnya anak gadismu itu, dan aku juga yang telah merawatnya" kata papa Arya.
"Papa udahlah" lesuku.
Keesokan harinya.
"TIN...TIN...TIN..." Suara klakso mobil.
"Siapa sih yang pagi-pagi udah klakson-klakson mobil?" Tanya papa.
Aku berlari keluar rumah, dan ternyata dugaanku benar. Siapa lagi kalau buka Stevan cowok yang aku cintai itu.
"Maaf ya lama" Kataku,
"Yak apa-apaan ini, kamu siapa?" Tanya papa yang ternyata sudah ada dibelakangku.
"Aku Stevan om" Jawan Stevan dengan sopan.
"Mau apa kamu kesini?" Tanya papa lagi.
"Mau jemput Hani om"
"Nggak! Nggak boleh! Biar Hani om yang antar!" Tegas papa lalu menggenggam tanganku.
__ADS_1
"Emang omo ini siapanya Hani ya?" Tanya Stevan.
"Perkenalkan dia itu ..."
"Saya calon suaminya" Potong papa membuatku terkejut setengah mati.
"Oh, Maaf om kalau begitu saya mohon pamit" Ucap Stevan dengan lesu.
"Yak, papa ini apa-apaan sih" Sebalku.
"Papa nggak ijinin kamu pacaran" Ucap papa.
"Ayo masuk mobil"
Diperjalanan aku hanya menangis sepanjang jalan.
"Hiks...hiks...hiks... papa jahat"
"Nak, papa nggak ijinin kamu pacaran karena papa sayang sama kamu"
"Tapi nggak gitu juga pa caranya, Stevan itu bukan pacar aku dan aku itu udah susah-susah ngedapetin perhatiannya tapi papa malah buat dia kecewa"
"Papa jangan overprotektif dong, akukan udah dewasa hiks... hiks... hiks..."
"Maafin papa ya nak! Tapi beneran papa nggak suka kalau kamu deket sama laki-laki lain"
"Aku nggak suka papa kaya gini ke aku"
"Ok tapi janji sama papa nggak boleh berduaan dengan laki-laki lain kecuali sama papa"
Sebal banget sama papa, dia itu sayang ke akunya itu sangat kelewatan, masa iya sampai segitunya. Mana ngaku-ngaku jadi calon suamiku lagi.
Bagaimana nanti ku ketemu sama Stevan, pasti akan canggung banget nanti kalau ketemu. Padahal Stevan itu guru privatku.
Bersambung...
__ADS_1
Terima kasih teman-teman atas like dan komentarnya.
Selamat membaca😊.