Rahasia Cinta

Rahasia Cinta
Rahasia Cinta 5


__ADS_3

Hari ini adalah hari pertunangan Yudha dengan Heni, semuanya sudah dipersiapkan dengan rapi.


Para tamu undangan telah hadir untuk menyaksikan Yudha dan Heni melaksanakan tukar cincin sebagai tanda jika mereka sudah terikat satu sama lain.


Yudha mengambil cincin untuk dimasukkan ke jari manisnya Heni dan sebaliknya Heni mengambil cincin untuk dimasukkannya ke jari manis Yudha.


Usai lamaran Yudha masuk ke kamar Heni, dia melihat Heni sedang berdiri dibalkon dengan tatapan kosong.


'Lagi-lagi dia melamun' Batin Yudha seraya mendekati Heni dan memeluknya dari belakang.


Sontak saja Heni kaget karena tiba-tiba merasakan ada yang memeluknya dari belakang.


"Yudha kamu ngagetin aku saja, jika aku jantungan gimana?" Sebal Heni.


"Maaf sayang, aku tiba-tiba kangen banget sama kamu" Ucap Yudha yang masih memeluk Heni.


'Yudha maafin aku ya, karena aku masih mencintai Arya' Batin Heni dengan mencoba melepaskan tangan kekar Yudha dari perutnya.


Heni membalikkan badannya kearah Yudha.


"Yudha, apa kamu benar mencintaiku?" Tanya Heni dengan menatap mata Yudha, seolah-olah sedang mencari kebenaran.


"Tentu saja"


"Yudha aku pernah kecewa, dan aku tidak ingin kecewa lagi" Ucap Heni.


"Apa kamu masih memikirkannya?" Tanya Yudha.


Heni hanya diam.


"Aku tau kamu masih memikirkannya" Yudha kembali memeluk Heni.


"Maaf... hiks...hiks...hiks..., maafin aku Yud" Tangisan Heni pecah dipelukan Yudha.


"Tidak apa-apa sayang, ini salahku yang belum berusaha untuk membuatmu melupakan dia" Yudha berusaha menenangkan Heni, dan mengelus kepalanya.


"Maaf Yud, hiks...hiks...hiks..."


"A... ak... ku hiks...hiks...hiks... berjanji akan belajar mencintaimu"

__ADS_1


"Iya aku ngerti sayang, sudah ya jangan menangis lagi"


"Aku tidak sanggup melihatmu menangis sayang, sudah tenanglah"


Tanpa mereka sadari, Febrian sudah ada dibelakang Yudha. Febrian tersenyum mendengar Yudha begitu sayang dan perhatian dengan Heni.


"Besok kalian jadi kan ke acara ulang tahunnya Sarah?" Tanya Febrian secara tiba-tiba yang membuat kedua ingsan itu melepas pelukannya.


"Jadi yah, ini Heni mau siap-siap"


"Ok, Ayah pergi dulu! Tapi inget kalian nggak boleh macem-macem karena belum mukhrim"


"Ayah apaan sih" Heni memanyunkan bibirnya.


------


Hari ini orang-orang sedang menghadiri hari ulang tahun Sarah yang ke 42 tahun.


Febrian, Anisa, Diaz, Heni dan Yudha mereka datang bersama-sama.


Yudha sedari tadi menggenggam tangannya Heni dengan erat, mungkin takut jika Heni jauh darinya.


"Putri mama, lama nggak ketemu makin cantik aja" ujar Sarah senang.


"Apa kamu tau sayang, Arya kangen banget sama kamu" Lanjutnya.


"Heni juga kangen sama mama, gimana kabar mama dan papa?" Tanya Heni.


"Baik semua, ayo masuk semua" Sarah mempersilahkan febrian sekeluarga masuk.


"Heni" Arya langsung berlari memeluk Heni


"Arya, kamu kok meluk aku sih" Heni kaget, karen tiba-tiba Arya memeluknya.


"Heni, aku kangen banget sama kamu"


"Maafkan aku sudah membuat hatimu terluka saat itu" Lanjut Arya terlihat begitu menyesal.


"Aku sudah maafin kamu Arya"

__ADS_1


"Apakah kamu masih ada hati untukku hen?" Tanya Arya.


Mendengar kata itu Yudha mulai melepaskan genggaman tangannya. Dia tau persis jika Heni sama sekali belum bisa move on dari Arya.


Heni yang merasakan tangannya Yudha mulai merenggangpun mengerti, jika saat ini Yudha sedang sakit hati.


"Hen, maaf aku baru sadar saat kamu pergi hidupku begitu hampa tanpa dirimu, aku mencintaimu hen" Ucap Arya.


"Arya, aku masih mencintaimu" Ucap Heni.


Mata Yudha mulai memerah, karena dia memendam sakit dihatinya saat ini. Baru kemarin Heni bilang akan mencintainya tapi ini malah mengiyakan perkataan Arya.


"Kalau begitu maukah kamu menikah denganku?" Tanya Arya dan semua orang disana sedang memperhatikan Arya dan Heni.


"Lakukankah apa yang ingin kamu lakukan, ikutilah kata hatimu sayang karena semua kebahagianmu adalah kebahagiaanku juga" bisik Yudha pada Heni.


"Maaf Yudha aku..."


"Tidak apa-apa, aku rela asalakan kamu bahagia" ucapnya dengan tersenyum.


"Arya aku memang mencintaimu tapi aku tidak bisa bersamamu karena aku sudah bertunangan kemarin dengan Yudha"


"Kamu sudah bertunangan?" Arya tidak mempercayai ucapan Heni.


"Iya Ar, ini tunanganku Yudha" Heni memperkenalkan Yudha pada Arya.


"Arya, saat ini aku baru belajar mencintai Yudha, orang yang selalu membuatku tersenyum, membuatku nyaman, menenangkan hatiku, dan masih banyak lagi"


"Dia yang selalu ada buat aku dan selalu menginginkan kebahagiaanku"


"Aku tidak bisa bersamamu karena sebentar lagi aku akan menikah dengan Yudha"


Bersambung


Terima kasih semuanya,


like jika suka dengan ceritaku, dan kirimkan ide2 kalina ke komentar, siapa tau bisa jadi inspirasi


Selamat mambaca😊.

__ADS_1


__ADS_2