Rahasia Cinta

Rahasia Cinta
Kiara ingin pergi


__ADS_3

Semua yang hadir diacara pernikahan Revan dan Alikha terlihat sangat bahagia, mereka juga memberikan selamat untuk Zeedan dan Tasya.


Hanya Kiara yang kelihatan sedih dan kecewa. Kiara merasa haus Kiara lalu mengambil minum yang sudah disediakan diruangan itu, karena melamun dan kurang fokus Kiara menjatuhkan gelas yang iya pegang.


Prang....


Bunyi suara gelas pecah membuat perhatian semua orang tertuju pada Kiara.


"Maaf, aku tidak sengaja" Kiara berlari kecil ia pergi meninggalkan tempat itu.


Melihat Kiara pergi Sarah berjalan cepat ia ingin segera menyusul Kiara.


Kiara duduk dibangku taman sambil menangis hatinya terasa sakit, ia seakan tidak percaya Zeedan sudah menikah. ia juga tidak rela Zeedan menjadi suami orang lain.


"Kiara, kamu disini?" Sarah memberikan tissu pada Kiara.


"Kak Sarah, kenapa kakak kesini?" Kiara menghapus air matanya.


"Kiara, jangan menangis! kamu harus bisa menerima kenyataan." Sarah merasa kasihan pada Kiara.


"Kak, apa kakak tidak sakit hati Zeedan menikah dengan Tasya ?"


"Kiara, kenapa kamu berkata begitu, kakak sudah punya suami dan anak." Sarah menghela napas.


"Kiara, jujur kakak pernah jatuh cinta pada Zeedan tapi saat kakak tahu Zeedan hanya ingin balas dendam perasaan itu sedikit demi sedikit menghilang apalagi David suami kakak sudah memafkan kakak, itu membuat hati kakak tersentuh. kakak tidak ingin menyakiti hati David dan celina." Sarah menceritakan isi hatinya.


"kak Sarah bisa dengan mudah melupakan Zeedan karena ada kak David dan Celina sedangkan aku. aku tidak punya siapa siapa." Kiara sedih.


"Kiara, jangan bilang begitu. kamu masih punya aku, Revan dan masih ada papa dan mama yang menyayangi kamu. Celina juga sangat menyayangi kamu." Sarah menghibur Kiara.


"Tapi, aku juga mau punya suami."


"Dasar genit! selesaikan dulu kuliah kamu baru memikirkan suami." Sarah mengacak acak rambut Kiara.


"Iya, iya." Kiara menyipitkan kedua matanya.


"Kiara kakak kedalam dulu, Celina pasti mencari kakak."


"Iya ka." Kiara merasa sedikit lebih baik setelah bicara dengan Sarah.


Biasanya disaat aku sedih, kak Revan selalu menghiburku. karena sekarang dia sudah menikah, dia pasti sibuk menghibur istrinya.


Kiara cemberut.


Sarah berjalan dengan santai, ia kembali ketempat acara pernikahan Revan dan Alikha. ketika ingin masuk kedalam ia berpapasan dengan Zeedan.


Sarah tersenyum kecut, ia tetap berjalan ia seperti mengabaikan Zeedan.


"Tunggu!" Zeedan memegang tangan Sarah.


"Ada apa?" Sarah menepis tangan Zeedan.


"Sarah, aku belum sempat mengatakannya. maafkan aku Sarah, maaf karena aku hampir membuatmu bercerai." Zeedan merasa bersalah.

__ADS_1


"Sudahlah Zeedan, semuanya sudah berlalu lagi pula ini juga kesalahan Revan."


"Jadi kamu memafkan aku?" Zeedan terlihat senang.


"Iya." Sarah tersenyum.


Zeedan ingin memeluk Sarah tapi karena kedatangan David dan Celina ia mengurungkan niatnya.


"Mami, mami kemana saja?" Celina merengek manja.


"Sayang, tadi mami habis menemani tante Kiara."


Sarah, David dan Celina lalu kembali masuk kedalam gedung.


Sementara itu Kiara masih duduk melamun ditaman, ia sedikit kaget ketika tiba tiba Zeedan datang dan memberinya setangkai bunga.


Kiara menepis tangan Zeedan, hingga bunga yang dipegang Zeedan jatuh. Zeedan mengambil bunga itu lalu ia memberikannya kembali pada Kiara.


Kiara membuang bunga itu. Zeedan mengambilnya lagi dan memberikan bunga itu lagi pada Kiara, tetapi lagi lagi Kiara membuangnya.


Begitu seterusnya sampai sepuluh kali, namun Zeedan tetap mengambil bunga yang Kiara buang.


"Zeedan, apa kamu kurang kerjaan?" Kiara mulai emosi.


"Kiara bunga ini adalah sebagai tanda permintaan maafku. jika kamu tidak menerimanya itu berarti kamu belum memaafkan aku, aku akan menunggu sampai kamu menerimanya." Zeedan meletakan setangkai bunga itu dipangkuan Kiara.


"Zeedan, apa menurutmu kamu pantas untuk dimaafkan?" .


"Aku tidak tahu, tadi aku sudah meminta maaf pada Sarah. dia memafkanku, dia bilang ini juga kesalahan Revan." Cerita Zeedan.


"Apa kamu puas?" Kiara berdiri dari duduknya.


Kiara ingin berjalan tapi karena Kepalanya sedikit pusing dan badannya terasa lemas, ia hampir saja terjatuh. untunglah Zeedan memegangi tubuh Kiara sehingga kiara tidak terjatuh.


Kedua tangan Zeedan melingkar dipinggang Kiara dan jarak mereka saat itu sangat dekat.


Deg...


Jantung Kiara tiba tiba berdebar debar.


Kenapa selalu seperti ini? kenapa jantungku sering berdebar debar saat aku didekat Zeedan?


Kiara ingin mendorong Zeedan tapi Zeedan justru memeluknya.


"Kiara maafkan aku." ucap Zeedan.


"Zeedan, aku sudah bilang. aku sudah memaafkan kamu." Kiara mendorong dada Zeedan Sampai ia terlepas dari pelukan Zeedan.


"Tapi kamu kelihatan tidak ikhlas." Zeedan meledek Kiara.


"Aku ikhlas." Kiara kesal.


Saat Kiara ingin memarahi Zeedan, ponsel Zeedan berbunyi.

__ADS_1


Zeedan mengambil ponsel yang ada disaku bajunya, Kiara melirik nama yang tertulis dilayar ponsel Zeedan disana tertulis istriku sayang.


"Kiara maaf, aku harus pergi Tasya mencariku." Zeedan tidak menjawab telphone Tasya.


Zeedan memasukan kembali ponselnya kesaku bajunya, kemudian Zeedan pergi meninggalkan Kiara begitu saja.


Bagaimana ini? Zeedan sekarang sudah menikah. aku sudah tidak punya harapan lagi, tapi kenapa perasaanku tidak berubah?


Kiara mengeluh dalam hati.


Kiara kembali duduk, ia malas untuk masuk lagi kedalam.


"Kiara" Revan datang kemudian ia duduk disamping Kiara.


"Kak Revan, kenapa mencariku?"


"Memangnya tidak boleh?" Revan merangkul Kiara.


"Aku pikir kakak, sibuk dengan istri kakak." Sindir Kiara.


"Kiara meskipun aku sudah menikah. kamu tetap akan menjadi adik kesayanganku."


"Kak, kenapa kamu harus menikah dengan Alikha?"


"Kalau bukan dengan Alikha lalu dengan siapa? dengan Tasya? Tasya sudah tidak mencintaiku, lelaki yang dia cintai sekarang adalah Zeedan."


Hati Kiara seperti tertusuk mendengar kata kata Revan.


"Kiara, apa kamu tidak setuju, aku menikah dengan Alikha?"


"Bukan begitu, aku hanya merasa hidup ini aneh. diantara banyaknya perempuan, kenapa kak Revan bisa berjodoh dengan Alikha adiknya Zeedan? kalau seperti ini bagaimana aku bisa menghindari Zeedan? bagaimana aku bisa melupakan Zeedan." Kiara kembali menangis.


"Kiara, dulu aku juga sangat mencintai Tasya. saat kita putus aku masih mengharapkan Tasya, tapi ketika aku bertemu lagi dengan Alikha, aku bisa melupakan Tasya. suatu hari kamu pasti akan melupakan Zeedan."


"Tapi aku sering bertemu Zeedan.bagaimana caraku melupakannya?" Kiara merasa tidak yakin.


"Pergilah Kiara." Saran Revan.


"Maksud kakak?" Kiara tidak mengerti maksud kata kata Revan.


"Kamu sebaiknya meneruskan kuliahmu diluar negeri, mungkin saja disana, kamu bertemu seseorang yang benar benar kamu cintai. jika kamu sudah jatuh cinta pada orang lain, meskipun kamu bertemu dengan Zeedan. kamu tidak akan merasa sedih lagi. sama seperti yang kakak alami, sekarang kakak tidak merasa sedih lagi Jika bertemu Tasya karena kakak sudah menikah dengan Alikha." Revan menasehati Kiara.


"Kakak benar, tapi apa papa dan mama mengijinkan?"


"Kalau kamu tinggal bersama kakek dan nenek, mama dan papa pasti mengijinkan."


"Baiklah kalau begitu aku akan pergi."


"Lebih cepat, lebih baik."


"Kak Revan, ngusir aku?" Kiara cemberut.


"Adikku yang cantik, jangan salah paham. aku hanya ingin, kamu secepatnya melupakan Zeedan." Revan mencubit hidung Kiara.

__ADS_1


Meskipun sudah menikah, kebiasaan Revan tidak berubah, Revan tetap suka mencubit pipi atau hidung Kiara disaat Kiara sedang kesal.


__ADS_2