Rahasia Cinta

Rahasia Cinta
Rahasia Cinta 30


__ADS_3

Dipagi hari, Arya sama sekali tidak konsen waktu memasak, pikirannya terus memikirkan ucapan Heni sebelum Heni meninggal.


"Mungkinkan Hani itu dirimu Hen" Pikir Arya dalam hati.


"Apakah ini takdirku yang harus menikah dengan anakmu? Apakah ini yang kamu maksud Hen, aku harus menjaga satu-satunya anakmu dalam ikatan pernikahan?" Arya terus-menerus berkata dalam hati, mencoba untuk menebak-nebak.


"Heni kenapa kamu bisa secepat ini meningalkan aku, aku sangat mencintaimu Hen, tapi mengapa saat aku melihat Hani aku seperti melihat dirimu ada di diri Hani"


"Heni aku minta maaf karena sudah lancang mencintai Hani" Tak kuasa Arya Menangis tanpa bersuara.


"Mengapa takdir sekejam ini?"


Hani terbangun dari tidurnya, dan dengan malas dia melangkah ke dapur untuk mengambil air putih.


Langkahnya terhenti saat melihat Arya yang sedang menahan tangis.


"Paman kenapa menangis?" Tanya Hani.


Arya cepat-cepat mengelap air matanya dan kemudian menoleh pada Hani.


Hani melihat pamannya yang sedang memotong bawang merah, dan tersenyum.


"Paman memangis hanya karena memotong bawang merah? Ha...ha...ha..." Hani tertawa melihat pamannya yang dipikirnya menangis gara-gara bawang merah.


"Oh, coba sini aku ajari kamu masak" Arya menyuruh Hani untuk mendekat.


"Sini biar Hani aja paman, cengeng banget sih paman baru gini aja udah nangis" Hani merebut pisau yang dipakai Arya.


Arya tersenyum melihat Hani yang menertawainya.


Belum juga ada semenit, Hani sudah mengeluarkan air matanya.


"Ha...ha...ha..., kamu juga menangis" Tawa Arya.


"Mana biar akua aja" Arya merebut kembali pisaunya.

__ADS_1


"Kenapa pedih sekali paman?" Tanya Hani.


"Emang begitu" Jawab Arya.


---


Yudha sedang menangis, kamarnya yang sudah hampir terlihat seperti kapal pecah.


Hati Yudha terasa sangat sakit saat melihat Hani menikah dengan Arya.


Yudha memeluk erat foto Heni.


Selama ini Yudha menahan rasa sesak didadanya karena Heni mencintai Arya hingga akhir hayatnya.


Yudha selalu berpura-pura tidak apa-apa didepan Heni, dan selalu mencoba menerima kenyataan jika Heni tidak mencintainya.


"Heni kenapa kamu harus pergi secapat ini sayang"


"Aku mencintaimu, aku mencintaimu tapi kenapa kamu tidak pernah bisa mencintaiku" Yudha menatap foto Heni.


"Mengapa disaat aku mencintaimu, kamu harus meninggalkanku? Kenapa Sayang? Kenapa kamu tega meninggalkan aku?"


"Kenapa takdir bisa sekejam ini? Kenapa?" Yudha menangis sejadi-jadinya.


"Apa salahku memgapa kamu tidak bisa mencintaiku?"


"Kamu janji akan bersama-sama membesarkan anak kita? Kamu janji akan menemaniku? Tapi kenapa kamu meninggalkanku"


"Drrttttt... drrrrtttt...drttt..." Hp Yudha bergetar. Yudha mengeluarkan Hpnya dari sakunya.


"Hani" Ternyata Hani yang menghubunginya. Dengan cepat Yudha menghapus air matanya dan kemudian baru mengangkatnya.


"Hallo!" Ucap Yudha.


"Hallo Ayah! Ayah dimana? Aku sekarang ada didepan rumah ayah"

__ADS_1


"Aku ada dikamar, sebentar ayah akan buka pintunya" Yudha menutup sambungan telponnya, lalu berlari untuk membuka pintu.


"Ayah" Hani memeluk erat tubuh Yudha.


"Sayangku" Yudha membalas pelukan Hani dan mengelus-elus puncak kepala Hani.


Arya yang sedari tadi melihat hanya diam tanpa bersuara.


"Aku dengar kata paman Arya ayah mau ke Amerika, apa itu benar?" Tanya Hani belum melepaskan pelukannya.


"Iya, papa besok akan berangkat"


"Kenapa?" Tanya Hani.


"Karena papa sudah tidak ada alasan lagi untuk berada disini"


"Apa aku bukan alasan untuk ayah? Apa ayah akan meninggalkanku seperti mama?" Mata Hani mulai berair.


"Ayah tidak meninggalkanmu nak, sekarang yang bertugas untuk menjagamu adalah Arya, apapun yang terjadi dirumah tanggamu jangan sekali-kali kamu mengadu sama ayah, masalah sebesar apapun kamu harus selesaikan sendiri dengan suamimu"


"Tapi ayah, aku nggak mau pisah sama ayah"


"Ayah akan sering-sering pulang sayang"


"Janji" Hani melepaskan pelukannya dan menatap mata Yudha.


"Ayah janji nak"


"Arya, tolong jaga Hani dengan baik, jangan sekali-kali kamu melukainya"


"Tenang Yud, aku akan menjaganya"


"Hani turuti perintah suami kamu, jadilas istri yang baik, mengerti!"


"Aku mengerti pa"

__ADS_1


Bersambung...


Jangan lupa like dan coment ya😉


__ADS_2