
Hani Pov
Papa, aku tidak tau wajah papa seperti apa? Tapi aku yakin jika papa sangatlah tampan. Pa Hani rindu papa, kenapa papa tidak pernah pulang menemui Hani? Disana papa masih hidupkah atau sudah bersama mama disurga? Walaupun papa sudah meninggalkan mama tapi aku dan mama mencintai papa.
Aku sangat berharap bisa bertemu papa.
Aku pergi ke taman bersama Stevan dan Angel dengan menggunakan mobilnya Stevan.
Sebenarnya aku nggak suka sama Angel karena dia selalu saja dekat-dekat sama stevan.
Aku cemburu melihat Angel dekat-dekat Stevan. Ya walaupun Stevan bukan pacarku tapi aku mencintainya.
"Angel kamu nanti pulang dijemputkan?" Tanyaku.
"Iya dong kak, nanti papaku pulang dari amerika dan mau menjemputku" Jawabnya.
Aku tersenyum gembira, habis ini aku bisa berduaan dengan Stevan.
"Kak Stevan, besok ada jadwal kuliah nggak?" Tanyaku.
"Nggak ada Han, emangnya ada apa?" Tanyanya.
"Bisa jemput aku pulang sekolah nggak besok kak, soalnya paman mau ke Wonogiri dan papa Arya sedang bulan madu ke Jepang"
"Bareng sama aku aja kak" Saut Angel.
"Kamu mau nungguin aku les ngel?"
"Ya nggak apa-apa kak" jawabnya.
huh seneng banget ngganggu aku, aku kan mau berduaan sama Stevan.
"Yaudah dech"
"Tapi hari jum'at bisa nggak jadi wali muridku kak?" Tanyaku.
Mobil berhenti, ternyata kita sudah sampai ditaman.
Kita bertiga keluar dari mobil dan seperti biasa Stevan berada ditengah.
__ADS_1
"Bisa Han, tenang aja" Jawabnya.
Beberapa menit kemudian...
Rasa-rasanya aku ingi buang air kecil nih.
"Angel, kak Stevan aku mau ke toilet dulu ya"
"Yang lama ya Kak Han" Ucap Angel.
Aish, jadi merekakan yang berduaan.
Aku berjalan meninggalkan mereka berdua dan pergi mencari toilet.
"Ah lega" Ucapku, saat aku berbalik aku melihat laki-laki tua sedang buang air kecil didepanku.
"Aaaaaa..." Teriakku dengan spontan dan menutup mataku.
Laki-laki itu mendekap mulutku.
"Kamu ngapain disini, inikan toilet cewek dasar om mesum" sebalku.
Ya ampun karena tadi aku terburu-buru jadi aku tidk melihat tandanya.
"Maaf om, aku tadi terburu-buru"
"Ya nggak apa-apa, kamu Heni bukan? Tanyanya.
"Heni om, saya Hani om dan Heni itu mama saya" Kataku.
"Bisa bicara diluar? Nggak enak juga bicara berdua dikamar mandi" dan aku hanya mengangguk.
Kenapa aku merasa tidak asing dengan laki-laki tersebut?
Aku mengikutinya dari belakang dan ternyata laki-laki itu membawaku ke ayunan yang berada ditaman ini.
"Kamu bilang tadi Heni itu mama kamu?" Tanyanya, dia mempersilahkan aku duduk diayunan itu dan dia juga duduk diayunan sebelahku.
"Iya om, Heni itu mama saya"
__ADS_1
"Dimana Heni sekarang?"
"Mama sudah bahagia disurga om" Jawabku.
"Apa kamu tau siapa papamu?" Tanyanya.
"Aku tidak tau om, kata paman papaku meninggalkan mama ketika sedang hamil diriku" aku menundukkan kepalaku.
"Hani, maafkan papa ya" Ucap laki-laki itu.
"Maksud om apa?" Tanyaku bingung.
"Aku Yudha, papa kandung kamu" Aku terkejut, air mataku mengalir dengan deras.
"Kamu papaku" Ucapku lirih dan aku pun langsung memeluknya sangat erat.
"Papa kemana aja selama ini, Hani kesepian pa?" Tanyaku masih memeluknya.
"Maaf sayang, maafkan papa" Aku melepaskan pelukanku.
"Papa nggak cinta ya sama mama, dan papa juga nggak sayang ya sama aku?"
"Papa cinta sama mamamu dan sayang sama kalian berdua sayang"
"Kalau begitu bolehkan aku tinggal sama papa?"
"Boleh nak, hari minggu depan papa akan menjemputmu"
"Janji?"
"Janji sayang" papa mencium keningku.
"Sekarang papa masih ada urusan, ini nomor hp papa, hubungi papa jika ada apa-apa" Papa memberikanku sebuah kartu nama
**Bersambung...
Terima kasih atas like dan koemntarnya.
selamat membaca☺**
__ADS_1