
Author pov
20 Hari menuju pernikahan nampak semua masih sibuk dengan pekerjaannya masing-masing. Tidak ada yang sibuk mengurus pernikahan bahkan Arya dan Hani sama sekali belum mencari baju pengantin karena mereka sibuk sendiri-sendiri.
Arya yang sibuk mondar-mandir keluar kota karena urusan pekerjaan yang harus segera diselesaikan sebelum hari H.
Hani yang saat ini sibuk belajar karena jadwal sekolahnya sangat padat dan masih ada les, yang membuatnya hampir ingin menyerah. Apalagi setiap kali belajar selalu ditemani oleh kedua insan yang saling memadu kasih, ya siapa lagi kalau bukan Angel dan Stevan.
Stevan itu adalah guru privat Hani dan setiap Hani sedang belajar konsentrasinya selalu buyar ketika mendengar suara Angel yang sedang menggoda Stevan.
Rasanya ingin sekali Hani marah tapi untuk marah pun dia tidak tidak bisa. Seperti saat ini dia begitu terlihat cemburu melihat Angel dan Stevan.
------
Hari ini Hani pulang kerumah Arya karena Yudha sedanh ada diluar negeri. Dengan langkah malas dia langsung masuk kekamarnya tanpa menghiraukan Arya yang sedang ada diruang tamu.
Arya yang kebingungan melihat wajah murung Hani pun mengikutinya ke kamar.
Hani yang tidak tau jika sedang diikutipun langsung merebahkan tubuhnya diranjang dengan posisi tengkurap dan tangn terlentang tanpa melepaskan tas, sepatu, dan tanpa bersalin pakaian.
__ADS_1
Arya berjalan mendekati Hani dan duduk disisi ranjang. Dia mencoba melepaskan sepatu Hani. Dan Hani sangat terkejut sontak dimengibaskan kakikan dan mengenai wajah tampan Arya.
"AUW" Teriak Arya.
Seketika Hani langsung membalikan badan dan duduk. Hani terkejut melihat Arya sedang memegangi dagunya.
"Maaf om" Hani mencoba menyentuh dagu Arya namun ditepis oleh Arya.
"Tidak apa-apa" Ucap Arya lalu keluar dari kamar Hani.
Hani merasa sangat bersalah lalu melepaskan sepatunya, menaruh tasnya dan berganti pakaian.
Hani lalu menemui Arya dikamar Arya. Terlihat Arya sedang tidur. Hani berjalan mendekatinya dan ikut tidur di belakang Arya.
Arya langsung membalikan badan.
"Kamu ngapain kesini Hani?" Tanya Arya.
"Maafin Hani om" Ucapnya.
__ADS_1
"Om sudah maafin kamu, sudah sana pindah kekamar kamu?" Suruh Arya..
"Tidak bisakah kita tidur bersama, kitakan akan menikah?"
"Hani jika papa kamu tau dia bisa membunuhku, sebelum kita menikah kita tidak boleh tidur seranjang itu berbahaya"
"Dulukan Hani sering tidur dipelukannya om"
"Itu dulu Hani saat kamu masih kecil berbeda dengan sekarang kamu sudah dewasa, lekuk tubuhmu sudah mulai terlihat dan aku adalah laki-laki normal"
"Terus apa bedanya?"
"Tentu saja beda, cepat balik kekamar" Suruh Arya.
"Aku tidak mau" Tolak Hani.
"Baiklah kalau gitu aku yang pindah"
"Ok ok aku pindah sekarang" Hani berjalan keluar dari kamar Arya dan masuk kekamarnya sendiri.
__ADS_1
"Huh" Arya mendesah lega.
Bersambung...