
Author POV
1 Bulan kemudian...
Heni bergelayut manja dipangkuan Yudha.
Yudha yang merasa sedikit risih namun tak enak hati menyuruh Heni pergi dari pangkuannya jadi dia hanya diam saja.
Jam menunjukkan pukul 07:15 WIB, Yudha hendak berangkat kekantor tetapi Heni masih saja dipangkuannya.
"Sayang, aku mau berangkat kerja" Ucap Yudha.
"Aku nggak mau jauh dari kamu" Kata Heni.
"Nanti aku akan dimarahi sama kak Diaz jika terlambat sayang"
"Aku tidak peduli" Ujar Heni.
Tiba-tiba Heni merasa tak enak dibagian perut dan ingin segera dimuntahkan, dia turun dri pangkuannya Yudha dan berlari kekamar mandi dengan menutupi mulutnya.
Yudha terkejut dan mengikuti Heni daru belakang.
"Hoek... hoek..." Namun tidak ada yang keluar hanya rasa mual terus menerus.
Merasa kasihan Yudha memijat leher belakang Heni.
"Hoek... hoek... hoek" Heni masih merasakan mual.
Pandangannya Heni menjadi kabur dan akhirnya pingsan. Untung saja Yudha ada dibelakangnya dan hasil dirinya pingsan pelukan Yudha.
Yudha membopong Heni kekamar, dan merebahkan tubuh Heni ke Kasur.
Yudha mengambil minyak kayu putih untuk membangunkan Heni. lalu menyalakan kipas angin agar tidak gerah.
'Sebenarnya kamu sakit apa sayang?' Batin Yudha.
Yudha mengambil hpnya dan segera menghubungi Diaz.
"Hallo"
"Hallo kak!"
"Ada apa Yud?" Tanya Diaz.
"Hari ini aku nggak kekantor dulu kak, Heni pingsan lagi" Jawab Yudha.
"Pingsan lagi?"
__ADS_1
"Iya kak"
"Aku akan segera kesana" Diaz memutuskan sambungan teleponnya dan munuju rumah Yudha.
30 menit kemudian...
Diaz sampai dirumah Yudha bersamaan dengan Aska Dokter pribadinya.
Tanpa mengetuk pintu Dias langsung membuka pintu dan menuju kamar Heni dan Yudha.
Heni yang saat itu sudah sadar menatap Diaz. Dan Diaz juga menatap Heni dengan penuh kerinduan. Lalu memeluk Heni untuk menyalurkan rasa rindunya.
"Aska periksalah Heni, apakah fobianya kambuh lagi?"
Aska memeriksa Heni.
Aska tersenyum saat mengetahui jika kondisi Heni baik-baik saja.
"Selamat Yudha, kamu akan segera menjadi ayah" Ucap Aska.
Sontak Yudha dan Diaz merasa bahagia.
Heni yang masih lemas, juga ikut terkejut.
Yudha memeluk Heni, tanpa sadar air matanya mengalir keluar.
"Terima kasih sayang" Ucap Yudha lalu mengecup kening Heni.
Tidak lupa Diaz memberitahu kabar bahagia ini kekeluarganya dan begitupun Yudha.
***Author End
Yudha POV***
Ya Allah aku benar-benar bahagia karena aku akan segera menjadi ayah.
Aku memeluk Heni dengan begitu erat.
Hpku bergetar, dan ternyata Vanya menghubungiku.
Aku pergi keluar untuk menjawab telponnya.
"Hallo sayang" Ucapku
"Hallo Yudha, aku butuh kamu"
"Kamu kenapa?"
__ADS_1
"Yudha, aku nggak mau ke luar negeri"
"Tapi sayang kamu harus kesana, aku janji akan cari cara untuk menemuimu disana"
"Janji"
"Iya aku janji" Aku lalu mematikan Hpku.
Aku benar-benar frustasi, aku nggak mungkin meminggalkan Heni dan anakku tapi disisi lain aku juga nggak bisa meninggalkan Vanya.
Tuhan apakah ini balasan atas dosa-dosaku yang telah aku perbuat. Mereka membutuhkanku semua. Vanya berjuanglah disana. Heni aku minta maaf karena sudah membohongimu.
Aku berjalan menuju kamar, disana terlihat Heni begitu bahagia mendapatkan banyak kasih sayang dari semua orang, sedangkan Vanya disana sedang berjuang sendiri tanpa keluarga dan selalu mendapatkan penekanan dari papa.
Aku mendekati Heni dan mengelus perutnya yang masih datar.
Maafkan papa nak, papa harus meninggalkanmu. Papa yakin jika kamu akan selalu mendapatkan kasih sayang dari keluarga mamamu.
"Sayang kenapa kamu melamun?" Tanya Heni.
"Aku hanya belum percaya jika aku akan menjadi seorang ayah"
***Bersambung...
Terima kasih teman-teman semua.
Ok untuk kuis kemarin jawabannya adalah
Yudha mau menikah dengan Heni karena dia membutuhkan biaya yang cukup besar untuk berobat Vanya, makannya Yudha menuruti Ayahnya untuk mendapatkan perusahaan ayahnya heni karena Ayahnya Yudha mau membayari biaya berobat Vanya.
Yang mencintai Heni adalah Yudha dan Arya.
Sebagai tanda terima kasihku karena sudah mau menjawab kuis Rahasia Cinta maka aku akan memberikan pulsa 5 rb ke tiga orang yang sudah menjawabnya
Rosita Nesni
IKONIC
3.Heni Puspitasari
Untuk menjaga privasi, tolong komentar nama ig teman-teman agar saya bisa menghubungi teman-teman.
__ADS_1
Terima Kasih dan Selamat membaca☺***.