
Heni POV
Aku masih teringat-ingat dengan perkataan Yudha tadi, apa maksud dari hak dia itu? Aku sama sekali tidak tau.
Yudha menyuruhku untuk menunggu di tempat istirahatnya, katanya dia khawatir jika aku pulang sendiri.
Disini Yudha bekerja membantu ayah, sebenarnya Yudha punya perusahaan sendiri namun karena Yudha sudah berjanji pada ayah jadinya dia mau jadi wakil direktur disini.
Sedangkan Arya, dia itu Direktur diperusahaan ini dan Kak Diaz dia yang menangani semua perusahaan ayah sekaligus mengawasi orang-orang termasuk Arya dan Yudha. Alasan Arya tidak bekerja diperusahaannya sendiri karena dia ingin mandiri
Ayahku itu orang terkaya nomer 3 didunia. Sedangkan orang tua Arya orang terkaya pertama didunia. Kalau Yudha aku tidak tau.
Rasanya sangat bosan berada diruangan ini terus-menerus.
Aku keluar dari ruangan itu dan berjalan mendekati Yudha. Aku lihat dia masih sibuk dengan berkas2 kantor yang aku tidak mengerti.
Tanpa meminta izin aku berusaha duduk dipangkuannya, dengan menerobos lewat bawah lengannya.
Dia terkejut dan hampir ingin marah namun dia menahannya karena tau jika itu aku.
Aku lihat dia tersenyum, aku memeluknya dengan erat dan menenggelamkan wajahku di dada bidangnya.
"Apa kamu kangen padaku?" Tanyanya dengan menaruh berkas-berkas itu dan membalas pelukanku.
"Aku kangen kamu sayang, sudah lama kamu tidak memelukku" jawabku.
"Kamu tau posisi kita saat ini itu seperti ayah yang sedang memangku anaknya yang sedang rewel"
"Biarin, aku rindu kamu" Aku semakin mengeratkan pelukanku.
"Apa kamu mencintaiku?" Tanya Yudha yang hanya aku balas dengan anggukkan saja.
"Yudha! Jangan tinggalin aku ya?" Tanyaku.
"Iya sayang, aku janji tidak akan meninggalkanmu.
__ADS_1
Pintu ruangan kerja Yudha terbuka dan itu membuatku terkejut.
"Pengantin baru ini, kalau mau bermesraan dirumah jangan dikantor" kata kak Diaz.
"Hmm, kakak mengganggu saja" Kataku lalu melepaskan pelukanku dan berdiri namun Yudha menahanku untuk berdiri.
"Kak Diaz! Aku izin pulang, karena ingin menuntaskan rasa rindu kami" Kata Yudha.
"Baiklah, ini semua untuk kebahagiaan adik kesayangan kakak"
"Biar pekerjaanmu nanti aku gantikan" Lanjut kak Diaz.
"Terima kasih kak! Kami pamit dulu" Yudha lalu menggendongku.
"Jangan lupa buatkan aku keponakan ya" Ucap kak Diaz.
Sampai dirumah, Yudha langsung membawaku kekamar kita. Aku benar-benar bingung apa Yudha kelelahan? Kenapa dia membawaku kekamar? Yudha bilang mau menuntaskan rindu kita, apa ini yang namanya menuntaskan? Yudha menaruhku di atas ranjang lalu dia melepaskan jaz nya dan melepaskan dasinya.
Aku hanya diam mematung, karena aku sama sekali tidak tau harus berbuat apa?
Tiba-tiba Yudha tersenyum padaku lalu mendekattiku dan semakin dekat denganku.
Yudha menidurkanku dan dia menindihiku. Kedua tangannya sibuk membuka kancing baju.
Skip
Aku terbangun dari tidurku, badanku terasa lemas, pegal dan sakit terutama bagian bawah.
Aku lirik Yudha, ternyata dia masih tertidur pulas. Aku lihat jam ternyata masih jam 10 malam.
Aku berniat ingin memakai pakaianku namun ternyata Yudha terbangun.
"Maaf aku membangunkanmu sayang" Ucapku meminta maaf dan dia tersenyum.
"Terima kasih sayang sudah menjaga kesucianmu hanya untukku" Ucapnya lalu menarikku kepelukannya.
__ADS_1
"Yudha apa besok kamu mau mengantarkanku kerumah sakit?" Tanyaku.
"Untuk apa?" Tanyanya.
"Punyaku berdarah, aku takut jika aku kenapa-napa?" Tanyaku dan diapun tertawa.
"Ha...ha...ha...! Itu wajar sayang" Jawabnya.
"Tapi ini rasanya sakit" Kataku ingin menangis.
"Maaf ya sayang, sudah membuatmu kesakitan" Katanya sambil mencium keningku.
"Jika itu membuatmu bahagia, aku tidak apa-apa sayang" Kataku.
"Kalau masih sakit besok kamu istirahat saja dirumah" Dan Aku hanya menganggukkan kepala.
"Ya sudah, ayo kita tidur" Ajaknya.
"Tapi aku tidak bisa tidur, aku ingin sekali lagi boleh?" Tanyaku.
"Bukannya kamu bilang tadi sakit?" Tanyanya.
Aku hanya diam tidak menjawab.
"Baiklah ayo kita lakukan lagi" Ucapnya dan aku pun tersenyum.
.
"Tapi pelan-pelan aja ya" kataku
"Siap tuan putri"
Bersambung...
Terima kasih teman-teman atas like dan komentarnya.
__ADS_1
Jangan lupa like dan komentar ya.
Selamat membaca😄.