
YUDHA POV
Saat ini aku melajukan mobil ke rumah papa, karena papa menghubungiku.
Sesampai dirumah papa aku langsung menuju keruang kerja papa.
"Pa" Ucapku lalu mendekati papa, terlihat sangat jelas jika papa sedang marah saat ini.
"PLAK" Papa menampar pipi sebelah kiriku dengan sangat keras.
"DASAR ANAK TIDAK BERGUNA!" Teriak papa.
"Maaf pa" Ucapku.
"BODOH!" Makinya.
"HANYA MENGAMBIL ALIH PERUSAHAAN SAJA TIDAK BISA!" Lanjut papa.
"Sangat sulit mendapatkan perusahaan itu pa, Diaz selalu mengawasi gerak-gerikku, apalagi Aryalah Direktur disana pa" Kataku.
"Dan aku ingin berhenti pa karena aku akan menemani Vanya" Lanjutku.
"APA KAMU BILANG!"
"Aku mencintai Vanya pa, aku ingin merawat dia pa"
"VANYA LAGI VANYA LAGI! DIA ITU HANYA GADIS YATIM PIATU YANG PENYAKITAN!" Aku sangat geram mendengar perkataan papa.
"PAPA CUKUK! AKU HANYA MENCINTAI VANYA DAN AKU AKAN MERAWAT VANYA HINGGA SEMBUH!" Teriakku saat ini aku benar-benar muak dengan papa.
"HIDUP ITU YANG DICARI HANYA UANG YUDHA BUKAN CINTA!"
"AKU TIDAK MAU SEPERTI PAPA YANG HANYA HIDUP DEMI UANG! TIDAK PERNAH MENGERTI APA YANG DIRASAKAN ORANG LAIN! PAPA SELALU MEMANFAATKAN AKU DAN SHINTA UNTUK MENDAPATKAN APA YANG PAPA MAU!" Teriakku lalu pergi meninggalkan ruang kerja papa
"PAPA TIDAK MAU TAU, TINGGALKAN VANYA ATAU KAMU AKAN MENYESAL!"
__ADS_1
"YUDHA KAMU BENAR-BENAR BUAT PAPA KECEWA!"
Aku segera masuk kemobil dan melajukannya kembali kerumah untuk mengambil barang-barangku.
Aku benar-benar tidak mengerti kenapa papa begitu kejam pada keluarganya.
Yang di pikiranku saat ini hanya ingin menemani dan merawat Vanya hingga sembuh, serta menikah dan punya anak dengan Vanya.
Flashback on
"Hiks.. hiks.. hiks.." Aku mendengar suara tangisan setelah aku melihat ternyata ada seorang gadis kecil berumur 5 tahun sedang menangis. Ku hampiri dirinya.
"Kamu kenapa?" Tanyaku, dan kulihat ternyata lututnya berdarah, aku berjongkok dan hendak meniupnya namun dia menghalangiku.
"Hiks.. hiks.. kamu mau apa?" Tanyany sambil menangis.
"Aku mau meniupnya" Ucapku dan gadis itu terkejut.
"Jangan nanti perih" Tolaknya.
"Boleh" Dan aku pun meniup lukanya.
"Tuhan aku ingin kelak bisa menikah dengan laki-laki tampan didepanku ini" Aku sangat terkejut mendengarkan permohonannya.
"Baiklah, aku berjanji aku menikahimu" Ucapku dan diapun tersenyum.
"Siapa namamu?" Tanyaku.
"Vanya, Nama kamu siapa kak?" Tanyanya.
"Namaku Yud..."
"YUDHA AYO KITA PULANG" teriak mama.
"Aku pulang dulu ya" Aku mengecup kening Vanya dan diapun tersenyum.
__ADS_1
Flashback end
Bayangan masa kecil kembali teringat kembali.
Vanya aku akan membahagiakanmu.
Sesampai dirumah aku segera kekamar dan memasukkan barang-barangku ke dalam koper.
Aku tidak peduli dengan Heni karena aku benar-benar sudah muak dengan kebohongan ini.
Saat aku ingin keluar rumah, kulihat Heni sedang menatapku bingung.
"Sayang kamu mau kemana kok bawa koper segala?" Tanya Heni.
"BUKAN URUSAN KAMU" Bentakku tanpa memperdulikan dirinya.
***Yudha end
Heni pov***
Aku terkejut karena Yudha membentakku, aku benar-benar bingung mengapa Yudha membentakku? Dan mau kemana dia?
Air mataku mengalir bebas dipipi.
Aku segera menghubungi Kak Diaz.
"Hallo Hen"
"Kak, hiks.. hiks.. hiks.. tolong aku" Ucapku mendengar aku meminta tolong, kak Diazpun langsung mematikan teleponnya.
Bersambung...
Ok Terima kasih atas like dan komentarnya teman-teman.
Selamat membaca
__ADS_1