Rahasia Cinta

Rahasia Cinta
Rahasia Cinta 9


__ADS_3

Ku pandangi terus fotomu Heni, aku rindu sangat merindukanmu Heni. Kenapa kamu semudah itu menerima cinta Yudha? Kenapa kamu semudah itu menggantikan cintamu dihatimu? Kenapa semuanya berakhir seperti ini? Kenapa kamu menikah dengan Yudha? Hatiku sangat hancur Hen.


Aku kembali mengingat masa kecilku dulu bersama Heni


Flashback...


"Hiks... hiks... hiks..." Tangisku karena terjatuh dan lututku berdarah


"Arya kamu tidak apa-apa?" Tanya Heni, dia meniuppi lukaku.


"Kenapa hiks... hiks... hiks... kamu meniupnya?" Tanyaku masih kesakitan.


"Kata kak Diaz kalau terluka biar sakitnya hilang ditiup"


"Masih sakit?" Tanyanya.


"Tidak"


"Sini aku hapus air mata kamu" Dia mengeluarkan sapu tangannya dan menghapus air mataku.


"Arya nanti kalau sudag besar mau janji nggak sama Heni?"


"Janji apa?"


"Arya harus menikah sama Heni" Ucapnya.


"Heni suka sama Arya" Lanjutnya.


"Janji?" Heni menyodorkan jari kelingkingnya kepadaku.


"Janji" Aku menautkan jari kelingkingku ke jari kelingkingnya.


Flashback end...


Air mataku jatuh kembali saat mengingat masa kecilku dulu bersama Heni.


Gara-gara aku tidak peka dengan perasaan ini Heni meninggalkanku.


Kuletakkan kembali foto Heni di meja kerjaku. Aku berdiri dan berjalan keluar menuju taman.


Flashback...


"Arya ayo main petak umpet" Ajak heni.


"Kamu yang jaga ya?" Kataku


"ok, aku hitung sekarang ya 1...2...3...4...5...6...7...8...9...10"


Aku berlari bersembunyi di belakang pohon.


"Arya, kamu dimana?" Teriaknya.


"Aku takut hiks... hiks... hiks..."


"Sudah jangan menangis, aku ada disini"


"Ye" Heni langsung memelukku.


Flashback end...


Heni apakah kamu disana masih memikirkan aku?


------


Arya benar-benar sudah dibutakan oleh cinta. Setiap hari dia hanya melamun.

__ADS_1


Aku berjalan mendekatinya dan duduk dihadapannya.


"Arya!" Arya menoleh.


"Besok kamu harus ke Amerika untuk menyelesaikan masalah disana" Kataku


"Aku malas kak Diaz" Malasnya.


"Siapa tau disana ada cewek sexy" Candaku.


"Tidak ada cewek yang lebih sexy darii Heni" Katanya.


"Ha...ha...ha... kamu buta ya Ar, Jelas-jelas Heni itu krempeng nggak punya daging" Tawaku.


"Aku itu sudah pernah mandi bareng dia kak, dan dia itu sangat menggemaskan saat tidak menggunakan apa-apa?"


"KAPAN KAMU MANDI BERSAMA HENI?" Marahku dan dia pun benar-benar kaget.


"Aish... ya waktu dia masih kecil, dia sering merengek minta mandi bareng sama aku" Jawabnya santai.


"Kamu hampir membuatku ingin memukulmu" Legaku.


"Kamu ini mudah banget emosi"


"Bagaimana tidak emosi jika kamu bicara seperti itu?"


"Sudahlah, siapkan semua yang harus aku bawa"


"Aku bukan sekertarismu"


Dasar untung saja kamu itu sudah aku anggap adikku sendiri kalau nggak sudah aku hajar dari dulu.


------


Jam menunjukkan pukul 16:00 WIB, yudha mengemasi mejanya dan ingin segera menemui Vanya.


Yudha membuka pintu apartementnya. Dan terlihatlah Vanya sedang menunggunya, dia yang sangat merindukannya.


"VANYA" Teriak Yudha dengan berlari memeluk erat tubuh Vanya.


"Yudha, aku meridukanmu" Ucapnya dengan membalas pelukannya Yudha.


"Aku juga sangat merindukanmu" Yudha menciumi puncak kepala Vanya.


"Drttt... drttt... drttt..." Hp Yudha bergetar, Yudha melepas pelukannya dan dilihat layar hpnya dan ternyata Heni sedang menghubunginya.


"Sebentar, aku mau menjawab telepon dulu" aku menjauh dari Vanya.


"Hallo, iya ada apa sayang?" Tanyanya.


"Kapan kamu pulang sayang, aku sudah menyiapkan makan malam"


"Maaf sayang, malam ini aku akan menginap di kantor karena ada pekerjaan yang harus aku selesaikan hari ini juga"


"Oh, tapi sayang aku takut dirumah sendiri"


"Baiklah nanti aku akan segera pulang jika sudah selesai ya sayang" Yudha mencoba bersabar.


"Baiklah"


"I love you sayang"


"I love you too" Yudha langsung mematikan ponselnya dan kembali mendekati Vanya.


"Yudha, apa kamu bahagia menikah dengan gadis itu?" Tanya Vanya.

__ADS_1


"Aku tidak bahagia Van, dia sangat manja dan menyebalkan"


"Aku bahkan selalu ingin emosi saat dia merajuk" Lanjut Yudha.


"Kapan rencanamu menceraikan dia?"


"Nanti jika aku sudah mengambil alih perusahaan pak Febrian"


---


Sementara itu ditempat lain, Heni terlihat begitu ketakutan hari sudah semakin malam tapi Yudha belum juga pulang. Heni berjalan kekanan dan kekiri menunggu Yudha.


Jam menunjukkan pukul 01:00 pagi, Heni duduk merangkul kakinya dan menundukkan kepalanya.


"Hiks... hiks... hiks..." Heni menangis.


"Kamu jahat Yudha hiks... hiks... hiks"


"Kak Diaz Aku takut sendirian dirumah hiks... hiks... hiks..."


"Kak Diaz tolong aku" Tubuh Heni bergetar


Pintu rumah terbuka, Yudha sangat terkejut melihat Heni bergetar hebat. Yudha melempar tas kerjanya dan menghampiri Heni.


"Sayang kamu kenapa?" Tanya Yudha panik.


"Yudha" Heni mendongakkan wajahnya dan langsung pingsan.


"Sayang, bangun sayang" Yudha menepuk-nepuk pipi Heni


"Ya Allah tubuhmu sangat panas sayang" Yudha menggendong Heni kekamar dan menidurkan diranjang.


Yudha berlari kedapur dan mendapatti makanan yang sudah dingin, Yudha merasa bersalah. Lalu dia mengambil mangkok untuk wadah air panas dan air dingin.


Tidak lupa Yudha mengambil Handuk dan membawa ke kamar.


Yudha menaruh mangkok yang berisi air hanyat itu dimeja. Dan mulai mengompres Heni.


"Kak Diaz, aku takut kak" Heni mengigau.


"Maaf sayang" Yudha menjaga Heni dengan baik.


Jam menujukkan pukul 05:00 pagi, Yudha barus saja terlelap.


Heni terbangun dari tidurnya.


"Apa ini?" Heni mengambil handuk yang berada dikeningnya.


Heni mencoba untuk duduk, dan Yudha terbangun karena gerakan heni.


"Sayang kamu sudah baikan?" Tanya Yudha, Heni hanya menganggu.


"Maaf sayang, aku tidak tau jika kamu ketakutan" Yudha memeluk Heni.


"Tidak apa-apa sayang"


"Apa kamu mau makan? Aku akan buatkan bubur untukmu"


"Tidak perlu sayang, kamu pasti capek habis kerja lembur masih menjagaku! lebih baik kamu tidur aja dulu" Kata Heni.


"Baiklah, terima kasih sudah mau mengerti aku sayang"


Bersambung...


Terima kasih teman-teman atas like dan komennya.

__ADS_1


Jangan lupa like dan komennya ya.


Selamat membaca😊.


__ADS_2