
Hani Pov
'Huh, cuaca hari ini sangat tidak mendukung sekali sih'
'Panas banget, mana haus lagi. Papa kemana sih kok dari tadi nggak muncul-muncul' Gerutuku
Sudah 2 jam aku menunggu papa tapi dia tak kunjung juga datang. Janjinya nggak akan lama tapi ini bukannya lama lagi tapi sangat lama.
"Hani ngapain kamu disini?" Aku menolehkan pandanganku kearah suara yang barusan memanggilku.
Kak Stevan, dia kak Stevan pria yang amat teramat aku cintai.
"Ditanya kok melamun sin?" Ku lihat Angel muncul disebelah kak Stevan.
'Aish, anak ini selalu saja mengganggu' Sebalku.
"Hmm, aku sedang menunggu kekasihku" Jawabku.
"Kakak punya kekasih?" Tanya Angel.
"Tentu saja, itu mobilnya" Tunjukku.
"Aku pergi dulu ya?" Aku berlali menuju mobil papa.
"Maaf sayang, tadi papa ada urusan"
__ADS_1
"Ya"
"Apa kamu marah?"
"Tentu saja, siapa yang nggak marah kalau harus menunggu 2 jam"
"Maaf ya"
"Udah ayo jalan, aku mau kerumah om Arya"
Aku masih merasa cemburu melihat kak Stevan selalu berdua dengan Angel. Dan juga karena papa terlambat menjempugku.
Sampai dirumah om Arya, aku langsung berlari menuju rumahnya.
"AW!" Teriak tante Anita yang terjatuh.
"Hani kalau jalan liat-liat dong" Sinisnya.
"Maaf ya tan, aku sengaja kok" cuekku.
"APA KAMU BILANG!" Teriaknya lalu berdiri.
"PLAK"
"AW, YAK TANTE!" Nenek sihir ini berani-beraninya dia menamparku, aku memegang pipiku yang terasa sakit.
__ADS_1
"Ada apa ini? Apa kamu menampar anakku?" Tanya papa khawatir padaku.
"Hiks... hiks... hiks...! Papa aku tadi tidak sengaja menabrak tante dan tante langsung menamparku" Rajukku.
Ku lihat om Arya berjalan menuju kemari.
"Kau dengar dia tidak sengaja tapi kenapa kamu menampar anakku?" Tanya papa pada nenek sihir.
"Apa kamu bilang?" Tanya om Arya.
"Apa itu benar Anita?" Lanjut om Arya.
"Maaf" Ucapnya.
"PLAK" aku tersentak om Arya menampar nenek sihir, padahal ini tadi salahku.
Aku sangat merasa bersalah sama nenek sihit.
Air mata nenek sihir mengalir bebas.
"Maaf" Ucapnya lagi.
"Om, aku yang salah kok" Ucapku.
Bersambung...
__ADS_1