Reinkarnasi Sang Dewa Alkemis.

Reinkarnasi Sang Dewa Alkemis.
bab 118. tekanan dari Lin Tian.


__ADS_3

"apa dia bodoh tuan"


ucap baihu.


"entah lah, mungkin dia sedang putus asa kali ini"


ucap Lin Tian santai.


"eh..tuan, tong arak kita akan terbakar, cepat simpan kembali"


ucap baihu yg melihat tong yg berisi arak di depan nya sudah mulai mengeluarkan asap, jika tidak segera di simpan arak di dalam nya akan terbakar, itu sangat di sayangkan.


Lin Tian yg melihat itu, langsung melambaikan tangan nya, dia menyelimuti tong arak di depan nya dengan hukum ruang agar tidak terpengaruh perubahan suhu di lokasi itu.


setelah beberapa saat, api phonik mulai mengecil dan perlahan menghilang, seluruh area itu meleleh, banyak asap di wilayah itu, asap-asap itu seperti terperangkap dan tidak bisa keluar, jika ada manusia biasa yg berada di area itu, pasti mereka sudah mati karena tidak bisa bernafas.


"apa kau sudah selesai burung kecil...?"


ucap Lin Tian dengan tenang.


phonik itu melihat sekeliling nya, tapi setelah mendengar ucapan Lin Tian, membuat dia langsung mengalihkan pandangan nya ke arah Lin Tian, setelah melihat Lin Tian yg masih santai tanpa terpengaruh dari kobaran api nya, dia semakin heran dan juga bingung, dia berfikir tentang Lin Tian yg sesungguh nya, bagai manapun tidak ada dewa yg akan baik-baik saja jika langsung berhadapan dengan api nya, walaupun tidak mati, paling tidak pakaian atau tubuh mereka akan terluka, entah ringan atau parah.


"siapa dia sebenar nya, jika hanya manusia biasa, dia pasti sudah mati, kalau harimau jelek itu, dia adalah hewan suci seperti ku, itu sudah biasa jika dia bisa bertahan tapi tidak dengan orang itu, aku juga melihat dia tidak di lindungi harimau jelek itu, tapi bagai mana dia bisa bertahan...?"


ucap nya sambil menatap Lin Tian dengan sangat intens.

__ADS_1


"tunggu...i..itu, kenapa tong kayu kecil itu tidak terbakar, jika tong itu berisi arak, bukan nya akan jauh lebih mudah untuk terbakar, tapi....


it..itu, tong itu tidak berada di dimensi yg sama, apa itu adalah kekuatan ruang, tapi bagai mana bisa, dia sama sekali tidak memiliki pancaran energi sama sekali, jika menggunakan harta ruang, bukan nya juga memerlukan qi untuk mengaktifkan nya"


batin phonik itu dengan keterkejutan di mata nya.


"kau sudah selesai memikirkan nya burung kecil, di semesta ini banyak yg tidak bisa kau jangkau dan kau pahami hanya karena aku tidak memancarkan aura energi seorang kultivator, kau menganggap ku hanya orang biasa, kau terlalu bodoh bukan"


ucap Lin Tian dengan santai.


ucapan Lin Tian membuat baihu tidak bisa menahan tawa nya.


"hahahhahahah burung bodoh, hahahahahahahha"


ucap baihu sambil tertawa.


"sejak dulu aku tidak pernah di katakan bodoh, baru kali ini ada yg mengatai ku bodoh, siapa kau sebenar nya manusia...?"


ucap phonik.


" sebaik nya kau le sini dan duduk bersama kami, akan tidak sopan jika kau berbicara di atas sana kan...?"


ucap Lin Tian sambil melambaikan tangan nya.


tiba-tiba dari udara di atas phonik itu muncul tekanan yg luar biasa kuat dan membuat burung phonik itu tidak dapat bergerak dan terpaksa membuat nya terjatuh dan di tarik ke arah Lin Tian dan baihu berada.

__ADS_1


"kiiiaaakkkk.....


teriak nya dengan lantang, dia tentu panik dan takut, tekanan yg dia terima sangat lah berbeda dari banyak tekanan yg dia terima di masa lalu.


saat ini dia sama sekali tidak memiliki kekuatan untuk melawan tekanan dari Lin Tian, kekuatan nya seakan hilang entah kemana.


bukk.....


kiiiakkkk...


suara benturan ringan langsung terdengar dari tubuh phonik yg membentur tanah keras dan meleleh di pulau kecil tempat Lin Tian berada.


"rasakan itu, dasar burung bodoh, kau hampir membakar arak kami, kau tau itu"


ucap baihu mencibir sinis.


"jadi burung kecil, begini lebih baik kan sekarang kau bisa berbicara sesuka hatimu di sini"


ucap Lin Tian dengan santai, sambil melambaikan tangan nya kembali mengeluarkan rong kayu berisi arah itu dari hukum ruang nya.


Lin Tian menuangkan arak ke cawan kayu nya, akibat hawa panas, membuat arak nya ikut memanas.


"ah..arak hangat juga nikmat kan, baihu cepat sebelum arak ini dingin kembali"


ucap Lin Tian.

__ADS_1


"hehehehe baik tuan"


ucap baihu ikut menuangkan arak ke cawan kayu nya, entah cawan nya lebih besar sedikit di banding milik Lin Tian, bagai manapun lidah nya cukup besar untuk minum arak di cawan.


__ADS_2