
sedangkan Lin Tian saat ini melanjutkan pergi ke wilayah kumuh.
setelah berjalan beberapa saat akhirnya ia sampai di wilayah kumuh.
"di sini sangat ramai, bahkan para pekerja itu sudah ada yg mulai membongkar rumah dan merapikan lokasi sebelum di bangun, mereka memang profesional, bekerja dengan cepat"
ucap Lin Tian sambil melihat ke sekelilingnya.
"ah tuan muda Lin, selamat datang"
ucap salah seorang warga yg baru keluar dari salah satu tenda besar.
"paman, apa paman selesai memeriksa kesehatan paman, di mana yg lain..?"
ucap Lin Tian.
"benar tuan muda Lin, ke banyakan warga berada di sebelah timur, di sana adalah tempat yg pertama di bangun, para warga pria sedang membantu merobohkan beberapa rumah agar bisa di bangun secepatnya, sedangkan para wanita dan anak-anak berada di sebelah barat, di dekat tenda pengungsian di bangun, mereka sedang memasak banyak makanan untuk warga dan para pekerja"
ucap pria paruh baya itu.
"hah baguslah jika semua terkendali, paman di mana Hong liyun dan pemuda lainnya..?"
ucap Lin Tian.
"ah..kalau para pemuda, mereka sedang menebang pohon sebagai jalan mengarah ke lahan kosong sebelah wilayah kumuh tuan muda, tepatnya mereka ada di selatan wilayah kumuh tepat jalur tengah"
ucap pria paruh baya itu.
"ah begitu, baiklah paman aku akan pergi ke tempat anak-anak dulu, kebetulan tadi aku membeli manisan untuk mereka"
ucap Lin Tian sambil tersenyum.
"baik tuan muda, maaf tidak bisa mengantar tuan muda, saya ingin membantu para pria membersihkan lahan di wilayah timur dulu"
ucap pria paruh baya itu.
"baik paman, tak apa, jangan terlalu memaksakan diri, karna paman batu selesai melakukan pengecekan kesehatan"
ucap Lin Tian.
"baik tuan muda, kalau begitu saya pamit dulu"
ucap pria paruh baya itu.
Lin Tian hanya menganggukan kepalanya sambil tersenyum ramah.
"baiklah mari kita survey ke sana sekalian memberikan manisan ini untuk anak-anak"
ucap Lin Tian sambil berjalan ke wilayah barat.
setalah berjalan cukup lama dan bersimpangan dengan banyak pekerja akhirnya Lin Tian tiba di wilayah tenda di dirikan, di sana ia bisa melihat banyak sekali wanita paruh baya dan muda sedang memasak di lahan kosong.
"kakak Lin Tian, Kakak datang"
__ADS_1
ucap Hong Siyi.
"hahahaha tentu saja, kakak ingin mengunjungi kalian, oh ya Siyi panggil semua temanmu ke mari kakak membawa manisan untuk kalian"
ucap Lin Tian sambil tersenyum.
"baik kakak"
ucap gadis kecil itu sambil berlari ke arah teman-taman nya.
Lin Tian dapat melihat ke senangan anak-anak kecil itu setelah Siyi memberi tahu mereka, banyak anak-anak kecil yg berlari ke arahnya.
"kakak apa kakak benar-benar memiliki manisan untuk kami...?"
ucap salah satu anak seusia Siyi dengan antusias.
"hahahahahahahaha tentu benar, kakak sudah membawakan banyak manisan untuk kalian, ayo kita cari tempat dulu untuk menaruh manisannya"
ucap Lin Tian sambil tersenyum, lalu ia mulai menuju ke salah satu tenda besar tempat warga beristirahat dan tidur.
"nah di sini bersih, ayo berkumpul, jangan rebutan kakak membeli banyak manisan jadi semua pasti kebagian"
ucap Lin Tian lalu mengeluarkan setumpuk besar manisan, banyaknya hampir memenuh i tenda itu.
"wah banyak sekali, hahahaha akhirnya aku bisa makan manisan juga"
ucap salah satu anak dengan gembira.
"Ayo ambilah, semua itu untuk kalian, jangan berebut"
ucap Lin Tian.
ucap semua anak itu sambil mengambil satu persatu manisan, anak-anak itu terus bergilir, jumlah mereka ada ratusan tapi mereka dapat kompak.
Lin Tian hanya tersenyum melihat itu, orang-orang yg lewat juga tersenyum, mereka sangat senang melihat anak-anak itu senang dan gembira.
"baiklah kakak pergi dulu, ada urusan yg harus kakak urus, kalian semua lanjutkan makan manisan nya ya"
ucap Lin Tian sambil tersenyum.
"baik kakak, terimakasih"
ucap beberapa anak yg ada di sekitar Lin Tian.
Lin Tian hanya mengangguk dan tersenyum saja, lalu ia pergi ke arah sekumpulan gerobak yg berisi kebutuhan dan di sana ada seorang wanita yg sedang mencatat isi gerobak itu.
Lin Tian tau pasti wanita itu adalah anggota serikat perdagangan yg di tugaskan di sini.
"selamat siang nona, bagaimana ke adaan ya apakah semuanya lancar..?"
ucap Lin Tian ramah.
"ah tuan muda, apa anda tuan muda Lin..?"
__ADS_1
ucap wanita itu.
"benar nona, jadi bagaimana apa ada kendala...?"
ucap Lin Tian sambil tersenyum.
"maaf karna saya tidak memperkenalkan diri terlebih dahulu, saya liyiyi saya di tugaskan di sini untuk mengatur dan menyetok bahan makanan serta kebutuhan lainnya"
ucap liyiyi.
"jangan sungkan nona, jadi apa ada hal lain yg di butuhkan nona, jika iya aku akan memesannya ke serikat"
ucap Lin Tian sambil tersenyum.
"semua terkontrol tuan muda Lin, setiap 2 hari sekali akan datang pedagang bahan makanan ke sini, tentu saja bahan makanan yg di kirim ke sini berkualitas tinggi, dan untuk kebutuhan lainnya sepertinya sudah tidak ada tuan muda, karna jika ada yg di perlukan saya akan langsung melapor ke serikat"
ucap liyiyi.
"baiklah kalau begitu nona, aku akan pergi ke tempat lain dulu, karna mungkin beberapa hari nanti aku tidak bisa ke sini karna aku memiliki urusan yg harus aku selesaikan"
ucap lin Tian.
"baik tuan muda, anda tenang saja biarkan urusan di sini kami yg mengurusnya"
ucap liyiyi.
Lin Tian yg mendengar itu hanya tersenyum dan menganggukan kepalanya sebelum pergi.
Lin Tian mulai mendatangi tempat-tempat penting lainnya.
sedangkan di klan Wei saat ini sedang di adakan rapat.
"Patriak sepertinya pembunuh bayaran yg kita kirim telah mati, karna mereka tidak kunjung datang, seharusnya dengan ranah mereka sangat mudah untuk membunuh anak itu, tapi entah mengapa para pembunuh itu tidak kembali"
ucap salah satu tetua.
"benar kata tetua ke 7 Patriak, apa pemuda itu di lindungi oleh kultivator yg lebih kuat secara sembunyi-sembunyi Patriak, bagaimanapun juga anak itu adalah putra dari Lin dong"
ucap tetua ke 5.
"sepertinya begitu, kita tidak bisa gegabah sekarang, kita juga tidak bisa menyewa pembunuh bayaran yg lebih kuat, kita kekuarangan koin emas dalam hal ini.
dan lagi bisnis kita juga menurun setelah brita tentang masalah kita dengan serikat alkemis tersebar"
ucap wei bi.
"bisnis kecil yg aku jalankan di wilayah kumuh juga hancur Patriak, semua anggota penagih hutang itu kabur, dari laporan salah satu anggota yg bertemu denganku, katanya bos mereka di bunuh oleh orang klan Lin, dan wilayah kumuh itu juga di ambil alih oleh seorang dermawan, sekarang ini wilayah kumuh itu sedang dalam proses pembangunan besar-besaran.
proyek besar itu di jalankan langsung oleh serikat perdagangan"
ucap tetua ke 3.
"ini tidak akan mudah, semua kejadian ini saling berkaitan"
__ADS_1
ucap wei bi.