
"yinhua tau tentang dewa tapi tidak tau apa itu kultivator, yg yinhua tau jika di kota banyak dewa yg sering makan di kedai kami"
ucap gadis kecil itu dengan polos.
Lin Tian yg mendengar itu hanya tersenyum, dia cukup senang berbicara dengan gadis kecil yg cukup cerdas di bandingkan usia nya.
"Yinhua yg makan di kedai mu itu bukan lah dewa, mereka adalah kultivator sama seperti kakak, apakah yinhua ingin menjadi kultivator yg hebat seperti kakak...?"
ucap Lin Tian sambil tersenyum lembut.
gadis kecil itu hanya diam sambil memiringkan kepalanya tanda berfikir.
"apakah jika yinhua menjadi kultivator, yinhua bisa melindungi ibu...?"
ucap yinhua.
"tentu saja bisa, tapi itu pun jika yinhua menjadi kultivator kuat seperti kakak"
ucap Lin Tian.
"tuan para sampah itu seperti nya sudah sedikit pulih, apa tuan tidak ingin membunuh mereka....?"
ucap baihu dengan telepati.
"oh...kau urus mereka dulu baihu, terserah mau kau apa kan, tapi jangan menakuti orang-orang ini"
ucap Lin Tian ringan.
"hehehehehehe baik tuan, tuan tenang saja, aku akan berani dengan mereka"
ucap harimau kecil itu sambil melompat turun dari pundak Lin Tian.
"jika bisa Yinhua akan menjadi kultivator kuat seperti kakak, tapi yinhua tidak tau cara nya, yinhua hanya belajar membaca dari ibu"
ucap gadis kecil itu.
"hahahahahaha yinhua tenang saja, sekarang umur yinhua masih 6 tahun, nanti jika yinhua sudah berumur 7 tahun, hadiah kakak itu akan membuat yinhua bisa belajar berkultivasi, pada saat itu, yinhua harus berlatih dengan giat, apa yinhua mengerti...?"
ucap Lin Tian ringan.
"apa hadiah dari kakak bisa membuat yinhua menjadi kultivator seperti kakak..?"
ucap gadis kecil itu.
__ADS_1
"tentu saja, hadiah dari kakak adalah syarat utama untuk bisa menjadi kultivator, pada saat itu yinhua akan di tutun oleh cicin itu, pada saat waktu nya tiba yinhua akan mendapat teman dari cicin itu jadi yinhua harus lebih pintar"
ucap Lin Tian.
gadis kecil itu diam sambil berfikir, jika di lihat gadis kecil itu sangat mengemaskan.
"baik, yinhua mengerti kakak, jadi teman yinhua akan muncul dari cicin ini kan, yinhua akan menunggunya keluar nanti"
ucap yinhua dengan semangat dan tekat yg membara di mata nya.
"hahahahaha bagus, yinhua memang cerdas, ingat yinhua harus pintar"
ucap Lin Tian sambil tertawa.
"baik kakak"
ucap gadis kecil itu sambil mengangguk penuh tekat di mata nya.
sang ibu yg melihat putrinya mendapat peluang untuk mengubah nasib nya, tentu sangat bersyukur dan berterimakasi.
"sayang apa kau lihat, putri kita mendapat pertolongan dari pemuda yg sangat baik dan hebat, kelak dia pasti akan menjadi wanita yg kuat"
batin ibu yinhua sambil tersenyum hangat.
Lin Tian melirik ke arah wanita atau ibu yinhua itu, dia tau jika dia hanya manusia biasa bukan karena tidak bisa berkultivasi, melainkan kultivasi nya hancur.
batin Lin Tian.
"bibi ambilah pil ini, suatu saat yinhua pasti akan melakukan perjalanan nya, dia akan kawatir jika bibi tidak bisa melindungi diri sendiri"
ucap Lin Tian sambil menyerahkan satu butir pil berwarna putih dengan corak awan biru di permukaan nya, pil itu terlihat seperti di lindungi oleh energi qi.
"bibi tenang saja, pil ini tidak akan bisa di lihat oleh orang lain, hanya kita berdua yg bisa melihat nya, aku sudah menyembunyikan pil ini di dalam ruang di sekitar pil, saat bibi memiliki waktu, maka serap lah pil ini, ranah kultivasi dan Meridian dantian bibi akan pulih, tapi sejauh mana bibi bisa berkembang, semua itu tergantung usaha bibi"
ucap Lin Tian sekali lagi lewat telepati.
wanita paruh baya itu langsung terkejut, dia tak mengira jika pemuda yg menolong putri nya itu tai tentang kondisi nya, padahal sudah sepuluh tahun lebih dantian dan kultivasi nya hancur, dan semua itu tidak ada yg mengetahui nya selain suami dan klan nya.
"ambilah bibi, jangan tanya aku tau dari mana, aku adalah seorang alkemis, ini bukan demi bibi tapi demi yinhua di masa depan nanti, jadi bibi harus menjadi kuat demi menjaga yinhua hingga dia bisa berjalan dengan kakinya sendiri di dunia yg kejam ini"
ucap Lin Tian kembali lagi meyakinkan.
bom...
__ADS_1
bom...
bom..
ledakan demi ledakan kembali terdengar, semua orang melihat nya dengan ngeri, mereka melihat seekor harimau kecil sedang menghajar kelompok murid sekte air hitam dengan cakar kecil nya, kelompok itu satu persatu terpental seperti bola yg tidak berdaya.
Lin Tian hanya melirik saja, dia sama sekali tidak terkejut.
"wah...kucing itu kuat sekali, seperti kakak"
ucap yinhua dengan mata berbinar.
"hahahahahha dia bukan kucing, dia adalah harimau yinhua, tapi dia masih kecil, umur nya hanya beberapa Minggu yinhua"
ucap Lin Tian sambil tertawa.
"jadi itu anak harimau"
ucap gadis kecil itu sambil mangut-mangut.
"tuan, aku sudah memberi mereka pelajaran, mereka tidak akan bisa meninggalkan tempat tidur selama beberapa bulan ke depan"
ucap baihu sambil berjalan dengan sombong dan angkuh ke arah Lin Tian.
semua orang langsung ketakutan saat melihat harimau kecil itu melewati mereka dengan sombong nya.
"anak harimau itu benar-benar kuat, apa benar itu adalah harimau kecil"
ucap salah satu kultivator yg sedang mengantri di pintu gerbang.
Lin Tian hanya melirik ke arah kelompok murid sekte air hitam yg sudah terkapar dengan wajah yg tidak bisa di kenali dan juga kaki, tangan nya sudah tidak berbentuk seperti yg seharus nya.
dari dalam kota terdengar suara pergerakan langkah kaki.
"oh seperti nya para penjaga kota dan tuan kota ini sudah datang ya"
batin Lin Tian sambil melirik ke arah dalam kota.
semua orang langung menengok ke arah gerbang kota.
"siapa yg membuat keributan di depan gerbang kota...!"
ucap seorang pria paruh baya dengan baju zirah perak dan di ikuti 40 an prajurit kota, di samping pria paruh baya ber zirah itu juga berdiri seorang pria tua dengan jubah putih sederhana.
__ADS_1
"salam tuan-tuan semua, perkenalkan nama yg muda ini Tian, aku adalah seorang petualang, aku hanya ingin beristirahat di kota ini, tapi ada para sampah dari sekte air hitam sampah yg mengacau dan ingin menerobos antrian, tapi karena yg muda ini tidak menyukai nya, yg muda ini memberi sedikit pelajaran kepada mereka"
ucap Lin Tian sambil tersenyum tenang.