
,setelah Lin Tian pergi, Lin dong kembali termenung.
ia tidak menyangka kejadian ini bisa terjadi dan lolos dari pengamatannya.
"hah..putra ku sekarang menjadi semakin misterius, entah dari pengetahuan, kecerdasan dan jalan fikirannya yg sangat sulit di tebak setiap kali mengambil tindakan"
ucap Lin dong sambil menghela nafas.
di sisi Lin Tian saat ini, ia sudah Kemabli ke kamarnya, setelah itu ia langsung masuk ke dunia cincin, setelah Lin Tian masuk, cincin itu langsung menghilang menjadi setitik debu lalu menghilang di dalam tanah.
Lin Tian tidak membuat Aray di kamarnya, hal ini untuk berjaga-jaga jika ada ke adaan darurat dan orang tuanya terpaksa membangunkannya saat ia berada di pintu tertutup, dengan begitu ia bisa merasakan kondisi luar.
"sekarang saat nya menyerap inti kekosongan, hei kawan bagai mana cara menyerap inti kekosongan ini, jika aku menyerapnya secara langsung maka bukannya akan membutuhkan waktu yg sangat lama, bagai manapun juga inti ini terbentuk dari pemadatan energi asal dari sang pencipta"
ucap Lin Tian.
kitab semesta langsung berdengung, kitab itu langsung menunjukan lembar halaman yg berisi Aray kuno, Aray pemecah energi dan lagi Aray ini sudah punah sejak miliaran tahun.
setelah Lin Tian membacanya, ia mulai memahaminya, dan untungnya kekuatan jiwanya sangat kuat jika tidak ia tidak akan bisa membuat Aray itu.
Lin Tian langsung membuat Aray itu, simbol demi simbol dengan kekuatan jiwanya.
Aray itu sangat rumit dan juga besar, ia membutuhkan beberapa jam untuk menyelesaikannya.
"akhirnya selesai juga, kekuatan jiwaku sampai terkuras hanya untuk membuat Aray ini"
ucap Lin Tian sambil menyeka keringat, ia mulai memulihkan kekuatan jiwa nya terlebih dahulu.
"baiklah mari kita aktifkan Aray ini"
ucap Lin Tian setelah ia meletakan inti kekosongan di pusat Aray.
__ADS_1
setelah ia mengaktifkan Aray itu, pola Aray itu langsung bersinar berwarna putih ke emasan dan inti kekosongan yg ada di pusat Aray langsung bergetar, inti itu langsung mengeluarkan energi berwarna putih yg samar tapi memiliki tekanan yg sangat luar biasa kuat, bahkan jiwa Lin Tian juga tertekan, jika tidak ada Aray yg ia buat mungkin jiwanya bisa musnah.
energi itu melewati berbagai simbol Aray kuno sebelum keluar dari Aray dan memusat di Aray kecil yg masih satu set dengan Aray yg Lin Tian buat.
"saatnya menyerap energi yg sangat luar biasa ini, bahkan di alam dewa dan di alam semesta tidak ada energi seluar biasa seperti energi ini"
ucap Lin Tian, ia mulai menjalankan tehnik kultivasi semesta nya, energi itu langsung terserap masuk ke dalam dantian Lin Tian.
energi di dalam tubuh Lin Tian mulai berubah sedikit demi sedikit, semesta kecil yg ada di dantian Lin Tian mulai terisi dan semakin luas sedikit demi sedikit, jarak kekosongan di dalam dan Tian Lin Tian semakin meluas, energi kekosongan yg menjadi pusat perputaran berbagai elemen di dantian Lin Tian juga semakin besar dan mulai membentuk dua warna yg berbeda, hitam dan putih, di pinggir pusat itu muncul sinar bening yg hampir tak terlihat dengan mata telanjang.
organ dalam, pembuluh darah, tulang serta daging Lin Tian mulai berubah seiring berjalannya waktu.
jiwa Lin Tian juga semakin kuat.
waktu terus berlalu tak terasa sebulan berlalu, inti kekosongan itu juga semakin mengecil dan energi yg di uraikan dari inti energi itu berkumpul semakin padat dan hampir membentuk keristal bening di bagian Aray yg sudah di siapkan Lin Tian, keristal itu juga terus mengirim energi yg tak terbatas kepada Lin Tian, kini organ, darah, tulang serta daging Lin Tian juga berubah semakin putih bening dan akibatnya Lin Tian semakin tembus pandang tapi ia juga memancarkan sinar putih bening dan agung.
di perut Lin Tian juga terlihat semesta kecil yg sangat kompleks, tapi yg berbeda adalah pusat dari semesta itu yg bersinar putih bening, dan di sekitarnya juga terbentuk semesta-semesta kecil.
pusat itu tak lain adalah dantian Lin Tian yg sebenarnya.
waktu terus berlalu, tak terasa 2 bulan terlewati.
tehnik kultivasi Lin Tian juga terus berkembang tanpa ia sadari, di semua bagian tubuh Lin Tian muncul lubang hitam tanpa dasar yg terus menyerap energi yg tak ada habisnya dari keristal energi asal itu.
jika ada yg melihatnya pasti akan mengira Lin Tian adalah dewa dari segala dewa.
tubuhnya semakin tak terlihat seperti ke tiadaan tapi ia tetap ada di sana berkultivasi.
kitab semesta juga ikut berubah menjadi putih seiring berubahnya jiwa Lin Tian, kitab itu juga semakin teransparan seperti menyatu dan melebur menjadi satu dengan jiwa Lin Tian.
ramah lin Tian juga melesat dan sekarang ia sudah tidak bergantung dengan ranah lagi, ia seperti dewa sejati yg bisa melakukan apa pun yg ia kehendaki.
__ADS_1
setelah waktu terus berlalu, tiba-tiba jiwa Lin Tian muncul di dalam ruangan seperti awan yg semuanya serba putih, ruangan itu hanya kosong tanpa ada apapun.
"di mana ini, bukannya aku sedang berkuktivasi, kenapa aku bisa muncul di sini"
ucap Lin Tian bingung.
"kenapa dengan tubuhku, kenapa aku tidak bisa melihat tanganku, tapi aku masih bisa merasakannya dan aku juga bisa merasakannya saat menyentuh tubuhku, ada apa ini"
ucap Lin Tian semakin bingung.
tiba-tiba muncul cahaya yg sangat terang, agung dan sangat menekan.
cahaya itu terus menggumpal dan seperti menyatu dengan sekitarnya, Lin Tian tidak bisa membedakan apakah Caya itu nyata atau tidak, ada atau tidak tapi ia bisa merasakannya, tapi saat melihatnya ia juga merasa ragu di hatinya.
"selamat datang di tempatku, di sini ada atau tidak ada, ada tau ada, tapi tetap ada, dapat di lihat atau tidak dapat di lihat tapi tetap dapat di lihat, dirasakan atau tidak dapat di rasakan tapi tetap dapat di rasakan"
ucap suara yg begitu agung, entah itu wanita atau pria, Lin Tian juga tidak dapat membedakan, suara itu begitu halus, lembut, tegas, berwibawa, kejam, jahat, baik itu semua seperti menjadi satu.
"siapa di sana, sebenarnya apa ini"
ucap Lin Tian semakin bingung.
"wahai kau setitik bagianku, kehendakku, keinginanku, kau sekarang ada di tempatku, di sini tidak ada yg bisa dan layak menemuiku, memandangku, melihatku bahkan melirikku.
indramu semua hal, hatimu tidak akan bisa melihatku jika aku tidak memberikan kehendaki, wahai setitik kehendaku, kau sudah melampaui batasanmu.
aku adalah zat yg ada tapi tidak dapat kau lihat karna kau masih belum pantas melihatku, tapi cukup melihat tempatku walaupun aku ada di depanmu"
suara itu bergema di hati Lin Tian.
Lin Tian yg mendengar suara itu di hatinya, ia langsung jatuh berlutut, air mata menetes rasa takut menerjang hatinya, rasa rendah diri menerjang di hatinya tanpa bisa ia kendalikan sama sekali.
__ADS_1
"wahai yg agung, yg ada, yg berkehendak, yg tidak bisa di bayangkan, yg rendah dari yg lebih rendah dari apapun ini, yg terkecil dari yg terkecil dari kehendakmu ini, memberikan sujud hidup dan mati atas kehendakmu, wahai yg agung yg berkuasa atas segalanya yg rendah dan lebih rendah, hina dan lebih hina dari yg paling hina ini, sudah melampaui batasannya mohon yg agung memberikan hukuman jika yg hina ini membuat kesalahan, sejujurnya yg hina ini hanya ingin mengejar kedamaian untuk dunia yg kejam saat ini"
ucap Lin Tian dengan tubuh bergetar hebat, jiwa dan hatinya juga bergetar hebat, dia bersujud sampai seperti kepalanya masuk kedalam tanah jika ada tanah.