
waktu terus berlalu, tak terasa pagipun menjelang, Lin Tian yg sedang tidur juga langsung bangun dan mulai membersihkan tubuhnya, setelah itu ia langsung pergi untuk sarapan bersama keluarganya.
"selamat pagi ayah, ibu"
ucap Lin Tian sambil tersenyum.
Lin dong hanya mengangguk sambil tersenyum tipis saja.
sedangkan Han Ying masih sibuk menata menu sarapan mereka.
"pagi ini kau akan kemana tian'er...?"
ucap Lin dong.
"kebetulan aku memiliki janji di serikat perdagangan ayah"
ucap Lin Tian.
"hee..janji apa, apa kau menjual pil ke sana..?"
ucap Lin dong.
"yah begitulah ayah, aku melelang pil Ku di sana"
ucap Lin Tian.
Lin Tian dan ayahnya terus mengobrol sambil Saparan santai.
setelah rutinitas sarapannya selesai Lin Tian langsung pamit pergi ke kota.
ia sudah menyiapkan cetak biru yg sudah ia buat semalaman.
"sebaiknya aku langsung pergi ke serikat perdagangan saja, setelah itu aku akan pergi ke serikat alkemis sebelum ke wilayah kumuh"
batin Lin Tian.
Lin Tian terus berjalan ke serikat alkemis sambil melihat kanan dan kiri jalan kota, banyak warga yg beraktivitas jual beli maupun jalan-jalan, kota ini tampak damai tapi ia mengerti di bagian wilayah kota ini sangat miris, walaupun termasuk kota besar tapi masih ada warga yg menderita.
setelah berjalan beberapa saat akhirnya Lin Tian tiba di serikat perdagangan.
__ADS_1
Lin Tian langsung masuk dan langsung di sambut oleh pelayan.
"selamat pagi tuan muda Lin, manajer die Lou sudah menunggu tuan muda di ruangannya"
ucap pelayan itu dengan ramah.
"baik, aku akan langsung ke sana nona"
ucap Lin Tian.
"mari saya antar tuan muda Li"
ucap pelayan itu sambil mempersilahkan.
setelah berjalan beberapa saat akhirnya mereka sampai di depan ruangan die Lou.
"tuan, tuan muda Lin sudah datang"
ucap pelayan itu dari depan pintu yg tertutup.
die Lou yg mendengar ucapan pelayannya itu langsung bergegas keluar.
ucap die Lou setelah membuka pintu.
"maaf merepotkan tuan die Lou"
ucap Lin Tian sambil berjalan masuk.
"hahahha tidak sama sekali tuan muda Lin, ayo silahkan duduk"
ucap die Lou.
setelah ke ke dua orang itu duduk, sang pelayan pun pamit untuk bertugas lagi.
"jadi bagai mana tuan die Lou apa orang-orang tuan die Lou sudah datang ke wilayah kumuh, jujur saja aku belum ke sana pagi ini"
ucap Lin Tian sambil tersenyum.
"tadi malam aku sudah mengirim beberapa orang ku untuk mengirim dan mendirikan tenda sesuai permintaan tuan muda Lin, dan pagi tadi 2 orang juga sudah aku kirim lagi untuk mengurus semua kebutuhan warga di sana"
__ADS_1
ucap die Lou sambil tersenyum.
"trimakasi kalau begitu tuan die, ah ini cetak biru yg sudah aku siapkan tadi malam tuan die, semua daftar bahan juga sudah tercantum di sini, dan ada satu bangunan yg tidak aku buatkan cetak biru, karna ini adalah ruang bawah tanah untuk pengungsian penduduk jika ada hal yg tidak di inginkan"
ucap Lin Tian sambil menyerahkan beberapa lembar kertas besar.
die Lou langsung menerimanya dan langsung membacanya.
sedangkan Lin Tian mulai meminum teh dan memakan cemilan yg sudah di siapkan, sambil menunggu die Lou memahami nya.
raut wajah die Lou tampak terkejut saat memahami cerah biru itu.
ia tak menyangka hal ini bisa di rancang oleh anak yg baru berusia 15 tahun, dan dia juga tidak pernah melihat bangunan seperti ini, walaupun ada pagoda tapi bentuk nya berbeda, dan konstruksi nya juga berbeda.
ia sempat berfikir apakah anak yg ada bersamanya saat ini sudah pernah berkeliling ke tempat yg sangat jauh samapi-sampai ia bisa mendesain bangunan se indah ini, konsep nya juga sangat indah, tata letak bangunan, pengaturan tiap sudut wilayah sungguh sangat teliti dan sangat terperinci.
"tuan muda Lin, apa sebelumya tuan muda Lin pernah melihat model bangunan seperti ini, dan ini kontruksi nya juga sangat di perhitungkan, apa tuan muda Lin juga ahli dalam membangun dan mendesain banguan atau kota..?"
ucap die Lou.
"hahahahahahahaha aku tidak pernah melihat bangunan itu secara langsung tuan die, aku hanya pernah melihat bangunan itu di dalam mimpiku, dan soal tata letak dan desain wilayah serta konsep nya itu murni pemikiranmu, soal perhitungan kontruksi itu juga perhitunganku sendiri dari segala aspek dan anti sipasi jangka panjang"
ucap Lin Tian sambil tertawa.
"dari desain kontruksi yg tuan muda buat, bangunan ini memiliki ketahanan dari getaran gempa bumi, bangunan ini dapat bergerak saat ada getaran gempa bumi, seperti pohon yg dapat bergerak saat terkena angin tapi setelah angin mereda maka akan kembali lagi ke posisinya, ini sungguh luar biasa"
ucap die Lou kagum.
"hahahahaha ini hanya buah pemikiran tuan die, lalu bagaimana menurut tuan di soal matrial yg aku inginkan, apakah ada matrial yg memiliki kararistik seperti yg aku inginkan itu..?"
ucap Lin Tian.
"tentu saja ada tuan muda, kayu yg memiliki kemampuan ini adalah kayu hitam, kayu ini memiliki kekerasan yg sama dengan batu, tapi juga ringan dan lentur, kayu ini juga tahan terhadap segala cuaca, panas, dingin bahkan serangga pengeratpun tidak mau memakan kayu ini karna kayu ini selain keras juga mengandung bahan yg mampu membunuh serangga, dan lagi kayu ini jika terkena air bukannya akan cepat lapuk tapi malah akan semakin keras.
tapi harga kayu ini cukup mahal tuan muda Lin, karna termasuk kayu dengan kualitas terbaik, walaupun tidak langka dan ada banyak di dalam hutan dan di kembang biakkan di kebun, tapi untuk memenuhi kararistik seperti ini memerlukan kayu yg sudah berumur ratusan tahun tuan muda, paling tidak berumur 100 tahun, kayu ini akan cukup tua untuk di tenang, semakin tua semakin baik tuan muda.
tapi tuan muda tenang saja, di alam ini hutan yg memiliki kayu jenis ini sangat berlimpah, dan para penguasa wilayah juga sepakat untuk membatasi umur kayu ini, selama umurnya belum mencukupi maka tidak boleh di tebang.
ini di lakukan agar populasi kayu ini akan tetap terjaga dan tidak merusak alam, untuk perkebunannya sendiri saat ini banyak yg sudah berumur 100 tahun, tapi para pemilik kebun banyak juga yg belum mau menjualnya, mereka hanya menjual yg sudah berumur 150 tahun dan harganya per pohon mencapai 200 juta koin emas tuan muda"
__ADS_1
jelas die Lou.