Reinkarnasi Sang Dewa Alkemis.

Reinkarnasi Sang Dewa Alkemis.
bab 39.kota Dumai yg tak terduga.


__ADS_3

"aku hanya melakukan apa yg di inginkan hati nuraniku saja tuan Shu"


ucap Lin Tian sambil tersenyum.


"hahahahhahaha tuan muda Lin memang baik, hati orang tua ini menjadi tergerak, tapi mau bagaimana lagi, orang tua ini tidak memiliki banyak harta seperti tuan muda Lin, dan hanya bisa membantu tenaga dan sedikit herbal saja"


ucap alkemis Shu.


"aku mengerti tuan Shu, bagaimanapun juga tuan Shu adalah anggota serikat alkemis dan tidak memiliki kewenangan untuk menggunakan harta serikat tanpa alasan dan kebutuhan yg penting untuk serikat, yg muda ini paham.


tapi sekecil apapun bantuan yg tuan Shu berikan, itu sudah sangat bermanfaat untuk orang yg membutuhkan"


ucap Lin Tian sambil tersenyum tipis.


"tuan muda Lin memang berfikiran luas, orang tua ini tak berhenti kagum"


ucap alkemis Shu.


mereka terus mengobrol hingga dua jam.


"tuan Shu, saya harus pergi ke wilayah kumuh untuk melihat ke adaan di sana, sekalian melihat apakah para pekerja sudah ada yg datang atau belum, karna bagaimanapun juga sebelum di bangun harus di lakukan pembongkaran dan pembersihan lahan dulu"


ucap Lin Tian sambil tersenyum.


"ah baik tuan muda Lin, tak terasa kita mengobrol cukup lama, orang tua ini juga berterimakasih karna tuan muda Lin mau memberikan arahan kepada orang tua ini hahahahah, jika nanti ada yg tuan muda Lin butuhkan dari orang tua ini, tolong segera katakan saja, jika orang tua ini mampu tentu akan dengan senang hati membantu"


ucap alkemis Shu.


"baik, trimakasi kalau begitu tuan Shu, aku pamit dulu"


ucap Lin Tian menangkupkan tangannya sambil tersenyum tipis.

__ADS_1


"ah baik tuan muda, ayo saya antar turun"


ucap alkemis Shu.


mereka berdua pun turun dari lantai 4, sesampainya di lantai satu sudah banyak pengunjung yg datang berbelanja atau meminta layanan pemurnian pil, dan secara kebetulan mereka berdua ber pas-pasan dengan alkemis li yg baru kembali setelah mengatur orang yg di kirim ke wilayah kumuh.


"salam tuan Shu, dan tuan muda Lin, kebetulan kita bertemu di sini.


saya hanya ingin melaporkan jika para tabib dan obat-obatan sudah di kirim dan sampai di wilayah kumuh, di sana juga ada 10 tenda besar khusus untuk pengobatan dan pemeriksaan kesehatan rutin, setelah para warga di priksa dan di obati maka tinggal memberikan pengecekan rutin hingga benar-benar setabil, dan ini baru di jalankan oleh 70 tabib terbaik yg baru datang dari luar, karna tabib yg ada di kota ini tidak kurang dari 50 tabib, itupun juga harus ada yg tinggal di lokasi pengobatan warga kota"


ucap alkemis Li sambil tersenyum.


"ah kalau begitu trimakasi banyak tuan Li, karna sudah mau di repotakan oleh yg muda ini"


ucap Lin Tian sambilenangkupkan tangannya.


"tidak mengapa tuan muda Lin, ini sudah menjadi tugas saya hahahahaha"


para pelangan yg melihat ke akraban para petinggi serikat alkemis itu dengan seorang anak muda, menjadi bertanya-tanay tentang siapa pemuda itu, tapi mereka tetap tidak tau jawabannya, karna kebetulan tidak ada yg mengenali Lin Tian di sana.


"kalau begitu yg muda ini ingin pamit dulu tuan Li, saya harus pergi ke wilayah kumuh untuk melihat situasi di sana, jika ada yg bisa saya lakukan maka akan lebih baik"


ucap Lin Tian sambil tersenyum.


"baik tuan muda Lin, mari silahkan saya antar sampai depan"


ucap alkemis Li.


mereka bertiga akhirnya berjalan sampai di luar gedung serikat alkemis.


setelah Lin Tian pergi alkemis Shu dan alkemis Li saling pandang.

__ADS_1


"bagai mana pengecekanmu alkemis Li, apakah keadaan di wilayah kumuh itu cukup baik..?"


ucap alkemis Shu.


"hah..sungguh miris tuan Shu, padahal jarah wilayah itu dengan wilayah tengah ini hanya beberapa puluh jalan utama dan lagi masih di dalam kota, tapi ke adaan di sana cukup memprihatinkan, tak heran cukup banyak pengemis dari kalangan tua sampai anak-anak di kota ini, para warga yg ada di wilayah kumuh itu banyak yg sakit walaupun tidak parah, karna kebanyakan hanya manusia biasa, anak-anak sangat kurus dan kekurangan asupan makanan, bahkan rumah di saya 80% sudah tak layak huni, aku tidak tau apa yg di kerjakan tuan kota, apakah dia tidak pernah memperhatikan wilyah itu, dan hanya membangun wilayah tengah saja, sedangkan di bagian selatan sangat kumuh.


dengan kondisi warga di sana tentu saja akan kesulitan mendapatkan pekerjaan, karna fisik mereka terlihat lemah"


ucap alkemis Li.


"kita pun juga tidak sadar akan kondisi wilayah itu, selama ini kita hanya merasakan keramaian pusat kota dan bagian pinggir yg lain, kita tidak bisa menduga kalau wilayah kumuh ini akan sangat memprihatinkan seperti ini, dan gerakan ini di temukan oleh se orang anak muda yg sangat berbakat dan memiliki hati yg bersih dan berjiwa besar, yg tidak di miliki oleh anak muda seusianya.


kota ini bernama kota Dumai yg berarti dunia damai, tapi siapa sangka ada wilayah seperti ini di kota ini"


ucap alkemis Shu.


"wilayah itu di abaikan oleh semua klan, bahkan tidak ada yg mendirikan bisnis di wilayah itu, bahkan warga kota sangat jarang yg masuk wilayah itu, seakan wilayah itu terisolasi dan tempat untuk pengemis, tapi aku yakin tak lama lagi tempat itu akan menjadi tempat yg luar biasa di tangan tuan muda Lin, dan lagi jika nanti tuan kota mencoba menekan tuan muda Lin karna wilayah yg ia bantu, aku secara pribadi akan menekan tuan kota, tuan Shu"


ucap alkemis Li dengan nada tegas.


"bukan saja kau alkemis Li, tapi serikat ini juga akan bergerak, dan lagi jika tuan kota itu mencoba menekan tuan muda Lin maka ia akan sangat bodoh.


anak itu tidak sederhana alkemis Li, pengetahuan dalam bidang alkemia nya sangat tinggi, bahkan aku seorang master alkemis tingkat 7 saja masih kalah jauh dengannya, dan lagi jika aku sedang berbicara dengannya, aku seperti sedang berbicara dengan orang yg sudah hidup ribuan tahun lamanya yg memiliki pengalaman hidup sangat panjang.


aku bahkan tidak bisa melihat kuktivasi nya, tapi aku bisa merasakan jika tuan muda klan Lin ini cukup kuat dan seorang kultivator tingkat tinggi"


ucap alkemis Shu.


"tuan Shu benar, sepertinya tuan muda Lin menyembunyikan dirinya terlalu dalam, aku yg sudah sampai aranah kaisar beladiri *1 saja tidak bisa melihat basis kultivasinya, seakan aku melihat jurang tanpa dasar saat ingin melihat kuktivasi tuan muda Lin"


ucap alkemis Li.

__ADS_1


__ADS_2