Reinkarnasi Sang Dewa Alkemis.

Reinkarnasi Sang Dewa Alkemis.
bab 67.murid sekte gunung suci.


__ADS_3

Klan Lin terus berkembang, banyak tetua klan pusat maupun cabang yg melakukan kultivasi tertutup bergiliran.


"setelah klan cukup kuat, aku akan mulai berpetualang, bagai manapun kehidupan banyak pelajaran yg bisa aku lihat di kehidupan fana, setelah aku menjadi abadi, aku baru sadar jika keabadian yg sesungguhnya itu tidak ada, dulu saat aku hidup sebagai dewa alkemis, memang umurku tidak terbatas, tapi tetap saja bisa mati, sedangkan aku yg sekarang ini, tanpa kehendak penguasa yg mengambil hidupku secara langsung, maka aku tidak akan mati, entah mengapa aku sudah tidak memiliki hati, seperti aku tidak terpengaruh akan perasaan, aku lebih condong ke hal wajar jika menyangkut hukum kehidupan dan kematian, bagai manapun suatu hari nanti pasti aku akan melihat kematian keluargaku, tapi aku sudah siap akan hal itu, apa karna aku bisa melihat proses reinkarnasi mereka dan bisa mengawasi kehidupan mereka secara langsung dalam reinkarnasi, yah itu adalah tugas dari diriku yg asli, sedangkan aku yg klon ini tetap bisa melakukan semua hal tentang hukum dunia fana, entah itu membunuh ataupun menolong, aku bebas pada dasarnya selama aku masih menjadi mahluk fana"


ucap Lin Tian dalam hati.


"lebih baik aku ke wilayah kumuh, bagai manapun aku sudah satu bulan tidak ke sana, dan lagi tuan kota juga ingin aku melihat proses pembukaan lahan di luar benteng kota, sepertinya ini waktu yg tepat"


batin Lin Tian sambil beranjak dari tempat duduknya dan mulai berjalan keluar klan.


saat dia berada di lapangan klan, banyak para anggota klan yg menyapanya, setelah mereka tau akan kejeniusan dan bakat Lin Tian, banyak yg mulai mendekatinya, Lin Tian tidak menanggapi hal itu terlalu dalam, ia hanya bicara seadanya dan hanya tersenyum tipis saja.


tapi walau bagai manapun Lin Tian tetap terlihat bijaksana dan berwibawa, auranya terkesan menenangkan dan sangat nyaman.


Lin Tian terus berjalan, setelah beberapa menit ia sampai di tengah kota, banyak kesibukan para warga, entah jual beli ataupun makan.


"sepertinya kota semakin ramai, dan sudah tidak banyak kuli panggul di sini, sepetinya mereka sudah memutuskan untuk berladang maupun berternak, itu akan lebih baik untuk kehidupan mereka ke depan nya selama pihak kota terus mengawasi keamanan mereka dan juga hasil pertanian ataupun perternakan nya dapat di kelola oleh pihak kota dengan baik, dengan begitu perekonomian para peternak dan petani akan terjamin"


batin Lin Tian sambil mengamati lalu lalang para warga di sekitarnya.


setelah berjalan cukup lama, Lin Tian sampai di serikat perdagangan.


pelayan yg melihat Lin Tian memasuki gedung, langsung bergegas menyambutnya, semua pelayan sudah tau tentang Lin Tian, walaupun Lin Tian hanya berpakaian sederhana, tapi mereka tau jika tuan muda klan Lin itu tidak sederhana.


"selamat datang tuan muda Lin, apa tuan muda ingin menemui manajer..?"


ucap pelayan itu dengan ramah.


'yah..aku ingin membicarakan suatu hal dengan tuan di Lou sebentar nona, bisa kau antarkan aku ke ruangan nya"


ucap Lin Tian santai dan ramah.


"tentu saja tuan muda, mari silakan saya antarkan tuan muda"

__ADS_1


ucap pelayan itu ramah.


setelah itu Lin Tian di antar oleh pelayan itu.


sedangkan saat ini serikat perdagangan cukup ramai, banyak pendatang dari luar kota yg datang karna ingin melihat wilayah kumuh yg sedang dalam pembangunan tapi sudah terlihat sangat indah dan unik, para pendatang itu juga mampir ke serikat perdagangan untuk membeli barang.


"siapa pemuda itu, dia sangat di sambut di sini, apa lagi pelayan tadi sangat lah hormat kepadanya, di lihat dari pakaian nya, pemuda itu sepertinya bukan orang kaya"


ucap salah satu pemuda yg bersama dengan kelompoknya.


"aku sempat mendengar obrolan mereka, pemuda itu ingin bertemu dengan manajer serikat perdagangan, kita tau sendiri manajer serikat perdagangan sangat sulit untuk di temui jika tidak ada keadaan mendesak, tapi pemuda tadi dengan mudah nya menemui nya, apa serikat perdagangan cabang kota Dumai ini memang seperti itu"


sahut teman nya.


sedangkan orang-orang yg ada di sekitar kelompok itu juga ikut berbisik-bisik.


di salah satu kelompok yg memakai pakaian sekte juga mendengar dan melihat kejadian itu.


ucap salah satu pemuda dalam kelompok itu.


"tadi adalah tuan muda klan Lin tuan, tuan muda klan Lin adalah tamu VVIP utama kami di sini"


ucap pelayan itu dengan ramah.


"klan Lin, adalah klan besar dan tinggal di kota ini, tapi sepertinya tuan muda klan Lin tadi tidak berkuktivasi ya"


ucap seorang pria paruh baya yg ada di dalam kelompok itu.


"kalau hal itu, saya tidak berani menjawabnya tuan, saya tidak memiliki wewenang akan hal ini"


ucap pelayan itu.


"ah maaf kan kami, kami hanya penasaran tidak memiliki niat buruk nona"

__ADS_1


ucap tetua itu setelah sadar akan pertanyaan nya.


"tidak mengapa tuan, itu sudah hal biasa, tapi saran saya, jangan membuat masalah dengan tuan muda klan Lin, beliau adalah orang yg baik dan ramah, tidak memandang miskin ataupun kaya, atas hal itulah para pelayan di serikat kami ini sangat segan dan menghormatinya walaupun ia juga seorang tamu VVIP utama kami"


ucap pelayan itu sambil tersenyum.


"tentu kami tidak ada niatan buruk sama sekali nona, kami dari sekte gunung suci selalu menjunjung tinggi kebaikan, tapi sepertinya tuan muda klan Lin itu tidak sederhana ya"


ucap tetua itu sambil tersenyum.


"tuan muda klan Lin sangat misterius tuan, saya hanya sebagai pelayan tidak bisa bicara banyak, tapi yg saya tau tuan muda klan Lin itu sangatlah misterius"


ucap pelayan itu.


"baik nona, terimakasi karna telah berbagi sedikit informasi kepada kami, jadi nona apa ada senjata yg di cari oleh murid ku ini..?"


ucap tetua itu.


"tentu ada tuan, senjata pedang dengan berat yg tinggi dan bahan yg kuat tentu kami memilikinya, tapi senjata ini cukup langka karna tidak banyak yg menggunakan nya dan harganya juga cukup tinggi tuan, karna senjata ini berada di tingkat 6"


ucap pelayan itu.


"harga tidak jadi masalah nona, muridku ini kebetulan memiliki koin emas yg cukup dan juga kecocokan nya dengan senjata jenis ini juga cukup tinggi, jadi tolong tunjukan senjata yg nona maksud"


ucap tetua itu.


"baik, mari silahkan saya kan mengantar tuan ke tempat senjata ini berada, kebetulan senjata ini berada di ruangan khusus senjata langka"


ucap pelayan itu dengan ramah.


"baik mari nona, kalian ayo kita lihat dulu senjata ini, siapa tau saudara kalian cocok dengan senjata ini"


ucap tetua itu.

__ADS_1


__ADS_2