
di sisi Lin Tian sendiri sekarang ini ia berjalan dan berhenti saat melihat pedagang manisan, ia teringat dengan Hong Siyi, gadis kecil itu jarang sekali makan manisan.
"bibi berapa semua manisanmu ini..?"
ucap Lin Tian.
"maksud tuan muda harga semua manisan saya ini..?"
ucap wanita paruh baya itu.
"iya bibi, semua dagangan bibi, total saja berapa harganya, nanti bibi buat lagi"
ucap Lin Tian.
"apa tuan muda ingin memborong dagangan saya....?"
ucap wanita paruh baya itu kaget.
"iya bibi, dan tolong Carikan pedangan manisan sekitar 3 lapak lagi yg dagangannya masih banyak, aku akan membeli semuanya"
ucap Lin Tian sambil tersenyum.
"apa tuan muda tidak bercanda..?"
ucap wanita paruh baya itu masih ragu, ia juga mendengar kalau kemarin ada yg memborong makanan, bahan makanan dan berbagai barang di kota, tapi tetap saja dirinya ragu.
"Sama sekali tidak bibi, tolong bungkus semua dan Carikan aku 3 lapak lagi dan pastikan dagangan mereka masih banyak, tenang saja aku tidak main-main bibi"
ucap Lin Tian sambil tersenyum.
"baiklah tuan muda lebih baik saya panggilkan para pedagang manisan seperti saya dulu, baru nanti kita total semuanya"
ucap wanita paruh baya itu.
"tentu, silahkan jika bisa lebih cepat lebih baik"
ucap Lin Tian.
"baik tuan muda tolong tunggu sebentar, ini tidak akan lama"
ucap wanita paruh baya itu lalu berlari ke arah pedagang manisan yg masih satu jalan yg sama.
setelah menunggu beberapa saat datang 3 orang pedagang bersama wanita paruh baya tadi, di punggung mereka ada keranjang besar berisi manisan.
"maaf membuat tuan muda menunggu lama, mereka harus mengemasi dagangan mereka dulu".
ucap wanita paruh baya itu.
"tidak mengapa bibi, jadi langsung saja total semua manisan bibi dan teman-teman bibi"
ucap Lin Tian sambil tersenyum.
"baik tuan muda, tolong tunggu sebentar"
ucap wanita paruh baya itu.
kemudian 4 orang pedagang itu berkumpul dan muai menghitung dagangan mereka.
hal ini kembali menarik perhatian orang-orang di sekitarnya.
"lihat itu, dagangan para pedagang manisan itu di borong semua, kemarin makanan dan bahan makanan, barang-barang pokok lainnya di borong sekarang giliran manisan di borong, sebenarnya untuk apa semua itu..?"
ucap salah satu orang yg ada di sana.
"apa kau tidak mendengar brita yg sedang hangat, wilayah kumuh sedang dalam masa perbaikan oleh seorang dermawan, bahkan tadi pagi banyak tabib yg di kirim ke wilayah kumuh itu, bukan hanya itu, di wilayah kumuh juga di dirikan banyak sekali tenda besar di berbagai tempat, bahan obat-obatan juga banyak sekali yg di kirim ke sana, terus banyak sekali pekerja bangunan yg datang ke kota kita ini untuk membangun wilayah kumuh, bahkan serikat perdagangan dan alkemis di masukan langsung oleh dermawan itu, bahan matrial da. bahan makanan terus di kirim ke sana.
bahkan tadi datang banyak orang yg mulai mendirikan banyak tenda untuk para pekerja bangunan itu, kabarnya para pekerja itu adalah pekerja terbaik yg ada di kekaisaran dan sudah sering membangun dan merenovasi kota.
upah mereka mahal, dan dari serikat perdagangan sendiri sudah mulai mendatangkan matrial yg berkualitas terbaik untuk membangun wilayah kumuh itu"
ucap salah satu warga.
"apa bukan tuan kota ygembangun wilayah itu..?"
sahut warga lainnya.
"apa kalian tidak tau, puluhan tahun wilayah kumuh itu tidak di perhatikan, Bahakan warga di sana saja tidak di perhatikan, banyak kelaparan orang kelaparan dan pengemis yg datang dari sana ke tengah kota, bahkan tuan kota saja tidak menyentuhnya sama sekali, karna kondisi sudah terlanjur parah, mungkin biaya yg di perlukan tidak sedikit, kabar burung yg aku dapat, biaya untuk pembangunan seluruh wilayah kumuh itu mencapai puluhan miliar keping koin emas, bayangan saja apa dana kota ini cukup untuk itu"
sahut orang lainnya.
"dari mana kau mendapatkan berita itu..?"
sabun warga lain.
"dari salah satu pekerja bangunan yg sudah mensurvei semua wilayah kumuh, dia memprediksi harga setelah dia tau bahan yg akan di gunakan, apa kalian tau bahan yg di gunakan adalah bahan terbaik seperti kayu hitam berumur 150 tahun, dan lagi wilayah kumuh sedikit lebih besar dari wilayah klan besar seperti klan Lin"
__ADS_1
sahut warga Lain.
"kabar yg aku dengar, dermawan itu sama sekali tidak melapor kepada tuan kota, bahkan para penjaga saja tidak ada yg tau, mereka tau setelah para pekerja bangunan dan 2 serikat besar itu bergerak tadi pagi, dan info nya dermawan itu tidak perduli sama sekali dengan tuan kota, dan lagi dermawan itu memiliki pendukung yg sangat kuat, bahkan para petinggi 2 serikat itu menghormatinya, dan lagi dermawan itu masih sangat muda"
sahut yg lain.
"apa bukan pemuda yg memborong manisan itu yg kau maksud..?"
sahut orang lain sambil menunjuk Lin Tian yg sedang berdiri menunggu manisannya.
"katanya dermawan itu jika keluar akan bersama teman mudanya, umur mereka sama dan lagi dia sendirian kita tidak tau yg dermawan yg mana jadi jangan salah menilai, apa kau lupa ucapanku tadi, dermawan itu memiliki pendukung yg sangat kuat, kabarnya pendukungnya itu adalah seorang master tingkat tinggi"
sahut orang itu kembali.
Lin Tian yg mendengar itu juga tidak menyangka jika sudah ada yg tau soal ini bahkan anggaran yg di keluarkan nya pun hampir benar, tapi ia tidak heran karna yg memprediksi adalah para pekerja bangunan itu, tentu mereka sudah berpengalaman dan tau perhitungan harga matrial dengan sekala yg di perhitungkan.
"tuan muda, kami sudah menghitungnya, semuanya 1021 koin emas"
ucap wanita paruh baya itu mewakili temannya.
"baiklah bibi, ini 25 koin emas, sisanya bonus untuk bibi dan kawan-kawan bibi*
ucap Lin Tian sambil menyerahkan kantong berisi koin emas.
"ah..terimakasi banyak tuan muda, apa perlu kami bantu angkutkan tuan muda ....?"
ucap wanita baruh baya itu, bagaimanapun manisan darinya dan teman-temannya sangat banyak, bahkan jika di masukan ke kereta kuda dapat memenuhinya.
"tidak perlu bibi, aku akan memasukannya kedalam cincin ruang saja"
ucap Lin Tian.
"ah maaf tuan muda saya kira tuan muda orang biasa"
ucap wanita paruh baya itu.
"tak apa bibi, itu wajar"
ucap Lin Tian sambil tersenyum tipis.
"kalau begitu aku pergi dulu bibi"
ucap Lin Tian setelah menyimpan semua manisan itu.
ia kembali menuju ke arah wilayah kumuh.
Lin Tian memutuskan untuk membeli peti saja.
"tuan muda, apa tuan muda membutuhkan peti barang, di sini ada peti barang yg berukuran 1 meter dan tinggi 8cm, lebar 60 cm, peti ini adalah peti terbesar di sini dan sudah di ukur sesuai ukuran umum kereta kuda"
ucap pria paruh baya penjual peti itu.
"berapa peti sebesar itu yg paman punya, dan juga peti yg di bawah nya sedikit"
ucap Lin Tian.
"ada banyak tuan muda, di sini saya memiliki 101 peti besar seperti ini dan 65 peti kecil yg tuan inginkan, untuk peti yg lebih kecil lagi tentu ada jika tuan muda mau"
ucap penjual peti barang itu.
"apa petimu ini berkualitas paman...?"
ucap Lin Tian.
"tentu saja tuan muda, petiku ini terbuat dari kayu pohon kulit hitam, kayu ini kuat dan lentur, tidak mudah patah dan sangat halus dan di kerjakan oleh saya sendiri, seperti yg tuan muda lihat seperti yg saya kerjakan ini, dan itu bahan kayu mentahnya silahkan di lihat dulu bahannya tuan muda, kayu mentah nya yg belum di potong menjdi papan ada di sana, Ayo paman antarkan melihat-lihat"
ucap pria paruh baya itu.
"baik paman aku percaya, kalau begitu aku beli semua peti besar paman dan peti yg memiliki ukuran di bawahnya itu"
ucap Lin Tian.
"apa tuan muda tidak bercanda..?"
ucap pria paruh baya itu.
"tentu saja tidak paman, hitung berapa harganya dan siapkan petinya, aku akan langsung membawanya"
ucap Lin Tian.
"baiklah tuan muda"
ucap.pria paruh baya itu.
"ayah, kayunya belum bisa masuk ke kota karna masih banyak matrial bangunan yg mengantri masuk ke dalam kota"
__ADS_1
ucap seorang pemuda yg berusia 20 an dan juga seorang kultivator ranah senior beladiri yg baru datang.
"sudah biarkan saja ,titipkan saja kepada penjaga, besok biar ayah ambil sendiri kau kan besok harus kembali ke sekte, tapi cepat bantu ayah untuk menyiapkan pesanan tuan muda ini"
ucap pria paruh baya itu.
"ayah aku lapar, ibu pasti sudah memasak makanan, dan lagi anak nakal itu pasti sedang bermain sekarang"
ucap pemuda itu.
"makan nanti saja, ibumu tadi keluar dengan adikmu itu, katanya ingin membeli baju untukmu, cepat bantu ayah dulu, jangan banyak alasan ini hanya sebentar, hanya mengumpulkan semua peti besar itu dan peti nomor 2 itu sebanyak 65 peti"
ucap pria paruh baya itu.
"banyak sekali, apa kau serius ayah..?"
ucap pemuda itu terkejut.
"jika tidak percaya tanya saja kepada tuan muda ini"
ucap pria paruh baya itu.
"ah aku lupa, selamat datang tuan muda, maaf karna melupakan tuan muda hahhaha, maklum saya sedang kelaparan tuan muda karna baru selesai menebang banyak pohon kulit hitam di hutan"
ucap pemuda itu sambil tertawa.
"tidak mengapa kawan, jadi bisa tolong siapkan pesanan ku kawan, aku sedikit terburu-buru hari ini"
ucap Lin Tian sambil tersenyum tipis.
"jadi benar tuan muda memborong semua peti barang ini..?"
ucap pemuda itu kaget.
"tentu kawan, aku memerlukannya untuk menaruh barang"
ucap Lin Tian sambil tersenyum.
"ah baiklah tuan muda, tolong tunggu sebentar"
ucap pemuda itu sambil berlari ke dalam dan mengangkat peti-peti itu keluar dan menumpuknya di depan toko.
"uh dasar anak pemalas, sudah ku bilang tidak percaya"
ucap pria paruh baya itu.
"hei ayah cepat bantu aku, apa ayah ingin pelanggan besar seperti tuan muda menunggu lama"
ucap pemuda itu.
"huh dasar kau, tidak tau jika ayahmu ini sudah tua"
ucap pria paruh baya itu.
"ayah jangan mengeluh, ayah itu kultivator dan umur ayah baru 47 tahun, jadi masih kuat dasar ayah tidak kompeten"
ucap pemuda itu sambil mengangkat peti kayu itu.
"kau itu banyak sekali alasannya, apa saudaramu di sekte juga pusing memikirkan segala alasanmu itu"
ucap pria paruh baya itu mencibir kesal.
akhirnya setelah menunggu beberapa saat Lin Tian selesai membeli peti dan langsung membayarnya setelah menyimpan peti barang itu.
"paman, kawan kalau begitu aku pamit dulu, masih ada urusan yg belum aku selesaikan"
ucap Lin Tian sambil melambaikan tangannya.
"baik tuan muda, jangan. lupa berkunjung lagi"
ucap pria paruh baya itu.
setelah Lin Tian pergi jauh.
"untuk apa peti sebanyak itu ayah, jika dia adalah pedagang dari klan seharusnya di klannya sudah memiliki tukang aku untuk membuat peti kan"
ucap pemuda itu.
"apa kau tidak dengar jika wilayah kumuh akan di bangun lagi, matrial-matrial.bangunan itu akan di gunakan untuk membangun wilayah kumuh, dan lagi banyak dagangan yg di borong orang 2 hari ini, termasuk peti kita, sepertinya itu akan di gunakan sebagai tempat harta untuk pendanaan pembangunan wilayah kumuh itu.
"kenapa ayah berfikir seperti itu..?"
ucap pemuda itu.
"karna yg aku dengar dermawan yg membangun wilayah itu adalah seorang anak muda, mungkin tuan muda tadi adalah dermawan itu"
__ADS_1
ucap pria paruh baya itu sambil tersenyum tipis.