Reinkarnasi Sang Dewa Alkemis.

Reinkarnasi Sang Dewa Alkemis.
bab 45.memperlihatkan apa.itu kekuatan.


__ADS_3

"sial"


ucap pembunuh itu, ia mencoba menggunkan jurusnya untuk melarikan diri tapi ia tidak bisa menggerakkan tubuh nya, karna di tekan oleh Lin Tian.


"kenapa kau tidak jadi kabur..?"


ucap lin Tian datar.


"bajingan, dia ada di ranah kaisar bela diri, dia monster"


umpatnya dalam hati dengan tubuh gemetar.


pembunuh itu tidak percaya jika targetnya yg masih sangat muda sudah berada di ranah kaisar beladiri, walaupun dia menolak percaya tapi kenyataan nya memang seperti itu.


"kalian tau, sebenarnya aku malas mengurus klan Wei sekarang, karna aku memiliki banyak urusan yg harus aku selesaikan.


hah..tapi sepertinya klan Wei itu sudah tidak sabar turun dari posisinya sebagai keluarga besar kota Dumai, dan lagi kalian para anggota organisasi gagak hitam sepertinya juga ingin segera musnah"


ucap Lin Tian dingin sambil berjalan ke arah pembunuh bayaran yg sudah tidak bisa bergerak karna di tekan oleh nya.


"aku akan menyimpannya untuk nanti, tapi aku akan menghancurkan basis kultivasimu dulu dan aku juga akan membiarkanmu melihat temanmu itu bertemu dewa neraka"


ucap Lin Tian, kemudian ia memukul tepat pada dantian pembunuh itu.


bukk...


krakkk...


suara pukulan dan sesuatu yg pecah terdengar pelan dari tubuh pembunuh itu.


"aaarrgg...


uhukk..


hueekk..


pembunuh itu langsung mengerang dan memuntahkan seteguk darah dari mulutnya, ia merasakan sakit yg luar biasa.


dan..dantian ku hancur..kau iblis, bunuh saja aku..


ucap nya sambil menahan rasa sakit.


"hahahahhaha aku iblis katamu, lalu apa kabar para korban yg kau bunuh, pasti banyak korban mu yg tidak berdosa tapi kau dengan kejamnya membunuh mereka dan lagi apa kau punya keluarga jika ia aku tidak segan memusnahkan keluargamu"


ucap Lin Tian kejam.


"cuihh..lebih baik kau bunuh aku, aku sebagai seorang pembunuh elit organisasi gagak hitam tidak memiliki keluarga, karna keluarga hanya membuat kita lemah"


ucap pembunuh itu.


"oh..memang pembunuh yg kejam, aku mengakui itu, tapi kau harus bertahan sampai aku menuju klan Wei untuk memusnahkan petinggi mereka"


ucap Lin Tian sambil menyeringai.


"bunuh saja aku, tapi ingat organisasi ku akan memburu mu sampai ke ujung dunia, walaupun kau sudah berada di ranah kaisar, kau pikir petinggi ku tidak ada yg memiliki ranah sepertimu hahahha kau masih terlalu naif bocah"


ucap pembunuh itu, walaupun dia sudah menjadi cacat tapi mental pembunuhnya masih saja kuat.


"hahahhaha menarik, aku hanya memerlukan sedikit waktu untuk meningkatkan kekuatanku sampai ranah saint, apa kau fikir aku tidak mampu, kau masih seperti katak di dalam sumur, jika aku ingin bahkan organisasi besar dapat aku gerakan siapa yg tidak mau berteman dengan jenius sepertiku hahahhaha"


ucap Lin Tian sambil tertawa sombong.


ia menunjukan kesombongan kepada orang yg pantas mendapatkannya.


pengalaman nya sudah banyak dalam kehidupan nya sebelumnya, untuk menangani keroco sangatlah mudah baginya.


"hahahahah jangan munafik bocah, umurmu masih sangat kecil bahkan kau belum melihat dunia luar, berbeda denganku yg sudah berumur seratus tahun lebih, kau yg katak dalam sumur"


ucap pembunuh itu sambil tertawa.


sedangkan temannya masih lemas karna kehabisan banyak darah, Lin Tian sudah melumpuhkan titik Meridian kecil nya jadi dia tidak bisa menggunakan qi nya untuk menekan pendarahannya.


"aku akan menunjukan kepadamu apa itu kekuatan, karna kau sebentar lagi akan mati"


ucap Lin Tian, ia langsung menggunakan kekuatan jiwanya untuk menunjukan dominasi jiwa dewa nya.


wussshh .....


tekanan jiwa yg sangat luar biasa di rasakan oleh pembunuh itu, dia bisa melihat di belakang Lin Tian muncul siluet seorang pemuda yg sangat besar dan aura agung dengan cahaya putih menyelimuti siluet itu.


tubuh pembunuh itu gemetar, jiwanya terguncang.


"si..siapa kau sebenarnya, kau..kau"


ucap pembunuh itu terbata-bata.


dia melihat tatapan yg sangat menekan dari siluet pemuda itu, dia tau siluet itu sudah di luar imajinasi nya, kekuatan yg sangat agung dan luar biasa dapat ia lihat bahkan alam seakan bergetar karna siluet itu.


jiwanya langsung terguncang hebat, dia memuntahkan banyak darah dari mulutnya, jiwanya perlahan rusak, tatapannya menjadi kosong seperti mayat hidup.


"dasar, kau terlalu dini untuk dapat melihat kekuatan jiwaku, dasar keroco, kau jadi tidak bisa melihat temanmu bertemu dewa neraka, tapi aku tidak ingin kau mati dulu"

__ADS_1


ucap Lin Tian, kemudian ia memasukan pil penyembuh ke dalam mulut pembunuh itu dan membantunya untuk menyerapnya, dengan begitu luka dalam nya saat dantiannya ia hancurkan tidak akan mengancam nyawanya walaupun dantian nya tidak bisa pulih dan jiwanya tetap rusak.


paling tidak ia tidak mati.


"sekarang kau masuk dulu ke dunia ku"


ucap Lin Tian lalu memasukan pembunuh itu ke dunia cincinnya.


"sekarang giliranmu, aku tidak akan memberimu banyak penderitaan jadi berterima kasihlah kepadaku"


ucap Lin Tian, ia langsung menggunakan elemen anginnya sebagai pisau dan langsung memenggal kepala pembunuh itu.


slaaasss...


kepala pembunuh itu langsung terpisah dengan tubuhnya, Lin Tian mengambil kepalanya dan memasukan ke dunia cincinnya sedangkan untuk tubuhnya ia langsung membakarnya sampai menjadi abu.


"aku akan pergi ke serikat perdagangan dan langsung menyerahkan biaya untuk beberapa bulan ke depan dengan begitu semuanya akan di urus oleh mereka dan aku bisa menyerap inti kekosongan dengan tenang, setelah itu baru aku akan pergi ke klan Wei dan ke ibu kota kekaisaran untuk bertemu kaisar, untuk pelelangan hari ini sepertinya aku tidak akan ikut"


batin Lin Tian sambil berjalan kembali ke arah pusat kota.


setelah berjalan cukup lama akhirnya Lin Tian sampai di serikat perdagangan, ia langsung masuk dan di sambut oleh pelayan dengan hormat.


"Masi tuan muda Lin, langsung saja ke ruang manajer"


ucap pelayan itu dengan hormat.


"baik nona"


ucap Lin Tian sambil tersenyum.


setelah berjalan sebentar akhirnya ia sampai di depan ruangan die Lou.


"tuan ini ada tuan muda Lin"


ucap pelayan itu dari luar ruangan.


die Lou yg mendengar itu langsung bergegas membuka pintu seperti biasanya, ia sebisa mungkin menghormati Lin Tian.


"hahahha tuan muda Lin, mari masuk, dan kau tolong bawakan teh dan camilan untuk tuan muda Lin"


ucap die Lou.


"baik tuan"


ucap pelayan itu sambil tersenyum.


"ayo-ayo masuk tuan muda Lin"


ucap die Lou.


ucap Lin Tian sambil tersenyum dan berjalan masuk.


setelah Lin Tian duduk dan di ikuti oleh die Lou mereka mulai mengobrol.


die Lou menjelaskan semua rincian anggaran biaya pembangunan hingga kebutuhan bahan makanan.


"jadi berapa total biaya untuk 3 bulan ke depan tuan die Lou..?"


ucap Lin Tian sambil meminum teh nya.


"untuk anggaran selama tiga bulan adalah 60 miliar keping koin emas tuan muda Lin, untuk kekurangan matrial kita bisa mentotal nya saat matrial yg datang ini menepis, dengan begitu perhitungannya akan pas jika ada yg kurang"


ucap die Lou.


"kalau begitu ini 60 miliar keping koin emas tuan die, di dalam cincin ini ada 60 peti besar koin emas, tuan die bisa menyuruh orang tuan untuk menghitung nya"


ucap Lin Tian sambil menyerahkan cincin penyimpanan yg di dalamnya sudah ia siapkan 10 peti koin emas.


"hahahahha tidak perlu tuan muda, orang tua ini yakin dengan tuan muda"


ucap die Lou sambil tertawa.


"hahahha baik tuan die, mungkin beberapa waktu ke depan aku tidak bisa datang ke wilayah kumuh, semuanya aku serahkan ke seikat perdagangan, soal pengobatan aku akan bicara dengan tuan Shu"


ucap Lin Tian.


"baik tuan muda, serahkan kepadaku bagaimanapun proyek dan kebutuhannya sudah menjadi tangung jawabku jadi tuan muda Lin bisa tenang"


ucap die Lou yakin.


"baik tuan die, aku percaya kepadamu, apakah tuan kota memiliki keluhan soal wilayah kumuh itu tuan die..?"


ucap Lin Tian.


"dari pertama pembangunan di mulai, tuan kota belum menampakan batang hidungnya tuan muda, jika pun ia berani menampakan hidungnya maka harga diri nya akan hancur, bagaimanapun wilayah kumuh berada di kota yg ia pimpin, tapi nyatanya wilayah ini malah tidak tersentuh pembangunan dan sama sekali tidak di perhatikan"


ucap die lou.


"bagus lah, setelah urusanku selesai, aku berencana pergi ke ibu kota untuk mengurus pengelolaan lahan kosong di selatan wilayah kumuh, bagaimanapun wilayah itu masih sangat luas, untuk masalah pajak aku tetap akan membayarnya, bagai manapun tiap kota wajib membayar pajak ke kaisaran, dan wilayah itu masih di dalam kota Dumai jadi penghasilannya tetap di kenakan pajak seperti bidang usaha lainnya"


ucap Lin Tian.

__ADS_1


"tuan muda Lin memang bijak, orang tua ini setuju dengan gagasan tuan muda Lin"


ucap die Lou sambil tersenyum tipis.


"yah bagaimanpun lahan itu akan di kelola oleh warga wilayah kumuh, dan aku juga sudah merancang sistem simpan, tiap hasil panen sebagian akan di simpan untuk kebutuhan bersama, sedangkan sisanya akan di jual, dengan begitu warga tidak akan kekurangan bahan makanan dan uang, walaupun semua lahan itu tidak akan di gunakan untuk pertanian saja tapi juga untuk perternakan, kotoran ternak itu akan di gunakan sebagai pupuk dengan begitu para petani bisa menekan biaya pengeluaran untuk membeli ramuan penyubur tanah"


ucap Lin Tian.


"hahahahahaha tak ku sangka tuan muda sudah memikirkan sampai sejauh ini, orang tua ini kagum"


ucap die Lou.


dia tidak menyangka jika anak muda seusia Lin Tian bisa berfikir seperti itu, seakan dia sudah pernah mengelola wilayah.


"hahahahha paling tidak aku harus memiliki pandangan ke depan tuan die, jika tidak maka tidak akan efektif jika kita harus memikirkan dan mengatur secara terburu-buru"


ucap Lin Tian.


"tuan mud Akon benar, kita juga tidak tau kejadian yg akan datang, jadi persiapan dari awal sangatlah penting"


ucap die Lou.


mereka berdua terus mengobrol dengan santai.


"tuan die kalau begitu aku pamit dulu, aku ingin ke serikat alkemis untuk membicarakan kesehatan dan obat-obatan warga wilayah kumuh"


ucap Lin Tian.


"ah kalau begitu orang tua ini tidak akan menahan tuan muda Lin, mari aku antar keluar"


ucap die Lou sambil tersenyum tipis.


"baik tuan die"


ucap Lin Tian sambil tersenyum.


mereka berdua pun berjalan bersama ke lantai bawah.


setelah Lin Tian pergi, die Lou langsung memanggil bawahannya.


di ruangan die Lou sekarang sudah ada 16 orang kepercayaannya.


"baik rekan bisnis kita sekaligus tamu kehormatan serikat kita, tuan muda Lin Tian untuk beberapa waktu ke depan tidak akan meninjau ke wilayah kumuh yg sedang kita bangun, jadi kalian akan membantu rekan kita yg ada di sana untuk mengatur pekerja dan mencatat kebutuhan serta pengeluaran matrial dan bahan pangan serta gaji para pekerja tiap Minggu agar bias terorganisir dengan lebih baik.


proyek kita ini adalah proyek besar, untuk 3 bulan ini saja anggaran yg di keluarkan mencapai 60 miliar koin emas, itu hanya untuk wilayah kumuh yg tidak lebih besar dari setengah luas kota ini, bayangkan akan semegah apa wilayah kumuh itu nanti, dengan hanya sebesar 30% dari ke seluruhan luas kota dana ini sangatlah besar dan ini hanya 3 bulan saja dan untuk 3 bulan berikutnya mungkin masih membutuhkan 30 miliar koin emas lebih, jadi kita tidak bisa membuat kecewa rekan bisnis besar seperti ini"


jelas die Lou.


"kami mengerti tuan, serahkan semua pada kami maka akan beres"


ucap salah satu orang itu dengan yakin.


"baik aku percaya kepada kalian, yah walaupun total dananya nanti sama dengan dana untuk membangun kota besar dengan bahan matrial biasa, seharusnya ini akan menghemat tenaga kalian dengan luas wilayah ini"


ucap die Lou.


sedangkan Lin Tian saat ini sudah sampai di serikat alkemis, dia langsung di antar masuk ke ruangan alkemis Shu oleh pelayan.


"hahahahahha tuan muda Lin tenang saja soal kesehatan dan bahan obat-obatan wilayah kumuh serahkan saja kepada orang tua ini, sekarang kesehatan warga di sana sudah membaik jadi ke depannya kita hanya tinggal mengontrol saja sampai kondisinya normal kembali"


ucap alkemis Shu.


"trimakasi tuan Shu, ini berkat kerja keras serikat alkemis tuan Shu"


ucap Lin Tian.


"ini sudah menjadi tanggung jawab serikat alkemis tuan muda Lin, bagai mana pun tuan muda Lin sudah mempercayakan urusan ini kepada serikat kami, jadi sebagai serikat besar tentu saja kami harus profesional"


ucap alkemis Shu sambil tersenyum.


"kalau begitu kita bicara soal biaya tuan Shu, apa kah tuan Shu sudah menghitung total biaya yg di keluarkan oleh serikat tuan beberapa hari ini, dan untuk berjaga-jaga sekalian hitung untuk 3 bulan ke depan, karna pembangunan ini akan memakan waktu 6 bulan bisa lebih karna model dan jenis bahan matrial yg berkualitas tinggi, aku akan menyetok dananya sekarang karna seperti yg aku bicarakan tadi untuk beberapa waktu ke depan aku akan mengurus beberapa urusan"


ucap Lin Tian.


"tentu aku sudah menghitung semua biaya obat dan tabib untuk wilayah kumuh tuan muda, semua nya menghabiskan 2 miliar koin emas, itu sudah termasuk biaya perawatan rutin sampai saat ini, obat yg kita gunakan adalah pil dan obat tingkat atas, oleh karna itu kesehatan para warga cepat pulih dalam beberapa hari ini, dan untuk biaya cadangan tuan muda Lin siapkan saja 1 miliar koin emas jika nanti ada sisa maka akan di kembalikan, ini hanya untuk biaya perawatan saja jadi akan lebih murah tuan muda"


ucap alkemis Shu.


"baik tuan Shu, di dalam cincin ini ada 3 peti besar berisi 1 miliar tiap petinya, tolong di hitung ulang"


ucap Lin Tian.


"hahahahaha tidak perlu tuan muda orang tua ini percaya dengan tuan muda Li"


ucap alkemis Shu.


"hahahah terimakasi tuan Shu"


ucap Lin Tian.


kemudian mereka berdua kembali mengobrol santai.

__ADS_1


__ADS_2