
setelah keluar dari serikat alkemis, Lin Tian langsung kembali ke klan Lin, karna hari sudah menjelang malam, sedangkan Hong liyun juga kembali ke wilayah kumuh.
"kurasa aku akan menunda pembuatan pil itu, untung saja aku mendapatkan harta yg tak terhitung jumlahnya, jika harus mencari koin emas dulu, mungkin aku memerlukan beberapa bulan untuk mencapai angka puluhan miliar koin emas"
batin Lin Tian sambil berjalan menuju klan Lin.
di wilayah kumuh sendiri, sekarang ini Hong liyun juga baru sampai, ia langsung mencari adiknya.
"kakak sudah kembali, lihatlah hari ini banyak sekali orang yg datang"
ucap gadis kecil yg berlari mendekat ke arahnya.
"hahahaha orang-orang itu datang untuk membantu kita karna kakak Lin Tian sudah mengaturnya, apakah si'er sudah makan..?"
ucap Hong liyun.
"sudah, tadi pada bibi-bibi itu memasak makanan enak dan banyak sekali"
ucap Hong Siyi, gadis yg berumur 5 tahun itu.
"hahahha bagus lah jika sudah makan, apa si'er juga sudah mandi..?"
ucap Hong liyun.
"sudah kakak, di sebelah sumur yg di buat kakak Lin Tian sudah di bangun tempat untuk mandi oleh para paman-paman, dan sekarang juga sudah ada cairan wangi untuk mandi selain itu si'er juga sudah mendapat beberapa baju baru dan bagus"
ucap gadis itu dengan gembira.
"bagus lah kalau begitu, sekarang ayo kita pulang sudah malam, kakak juga mau istirahat"
ucap Hong liyun sambil menggandeng adiknya itu.
saat ini Lin Tian juga sudah sampai di klan, hari juga sudah malam dan sudah waktunya makan malam.
para penjaga gerbang yg melihat Lin Tian juga hanya diam saja.
setelah Lin Tian memasuki wilayah klan, para penjaga itu mulai berbisik-bisik.
"apa kau tau, tuan muda Lin Tian akhir-akhir ini sering keluar dari klan dan pulang saat menjelang malam, ini kali pertamanya keluar setelah tidak ada kabar selama satu bulan penuh"
bisik salah satu penjaga.
"yah mungkin dia lagi banyak urusan di luaran sana"
__ADS_1
sahut temannya.
"urusan apa, dia tidak bisa berkultivasi, apa yg dia urus, tidak mungkin dia bekerja di luaran sana, dia tidak kekurangan uang"
ucap penjaga itu.
"kasihan juga tuan muda Lin Tian, walaupun tidak ada anak-anak dari klan kita yg mengejeknya langsung tapi di belakangnya banyak sekali anak-anak yg mengejeknya, dan lagi ia tidak memiliki teman sama sekali karna tidak ada yg mau dekat dengan nya karna tidak bisa berkuktivasi dan tubuhnya juga lemah"
sahut penjaga lain.
sedangkan Lin Tian sendiri saat ini sudah Samapi di kediamannya, ibunya juga sudah menunggunya di dekat pintu.
"kenapa pulang larut sekali, apa sudah lupa untuk makan malam..?"
ucap Han Ying sambil melipat tangannya di depan dada.
"ah ibu, tadi aku menunggu herbal datang, karna yg aku inginkan sedang habis dan lagi herbal itu juga banyak yg memesannya jadi aku tidak mau ke habisan hehehehe"
ucap Lin Tian.
"ya sudah, bersihkan dirimu dan makan malam, ayahmu sudah menunggu di ruang makan"
ucap Han Ying.
ucap Lin Tian sambil berjalan ke arah kamarnya.
waktu berlalu dengan cukup cepat, Lin Tian juga sudah selesai membersihkan dirinya, ia langsung menuju ruang makan, di sana sudah ada ayah dan ibunya.
"eh ibu kenapa banyak sekali manisan dan banyak juga dagingnya, apa akan ada tamu..?"
ucap Lin Tian heran, biasanya walaupun ada banyak makanan tapi ibunya tidak akan sebanyak ini masak daging, tapi hari ini terlihat berbeda.
"tidak ada tamu, ini keinginan calon adikmu"
ucap ayah.
"oh..begitu"
ucap Lin Tian mangut-mangut.
"sudah ayo cepat makan"
ucap Han Ying.
__ADS_1
mereka bertiga akhirnya makan dengan santai dan di iringi obrolan ringan.
setelah makan malam Lin Tian langsung kembali ke kamarnya malam ini ia berniat membuat denah seperti yg tergambar di kitab semesta.
kitab pengetahuan semesta adalah kitab yg lahir saat semesta tercipta, kitab itu mencatat segala yg terjadi semesta, mulai peristiwa, terbentuknya dunia, terbentuknya peradapan, kitab jurus, perang, tekhnologi, kehancuran dan banyak lagi, jadi tak heran kitab semesta itu juga mencatat sejarah peradaban di dunia lain dan tekhnologinya, salah satunya adalah tempat penyimpanan makanan yg di buat Lin Tian, dan bentuk rumah yg akan ia bangun.
"nah sekarang aku hanya tinggal menggambar bentuk dan disain rumah, toko dan akademi sesuai disain yg di tunjukan oleh kitab semesta, hehehehehe kau memang yg terbaik kawan, pengetahuanmu sangat luar biasa hehehehehehe"
ucap Lin Tian sambil tertawa pelan.
Lin Tian mulai mengeluarkan kertas besar dan kuas, ia mulai melukis dan membentu rumah seperti yg ia lihat di kitab semesta, bangunan yg ia buat terlihat seperti pagoda dengan bahan kayu besar sebagai pusat di pagoda, bangunan ini juga tahan dengan getaran gempa, di depan menara itu yg masih satu lokasi Lin Tian membuat bangunan dari batu dengan disain lebih moderen dan tinggi, bangunan ini akan berfungsi sebagai kios dan toko.
bahan yg di gunakan untuk membuat pagoda juga tidak main-main, bahan yg di inginkan Lin Tian adalah dari kayu khusus yg memiliki ketahanan terhadap cuaca yg sangat extream bahkan kayu ini juga sangat keras agar tidak mudah lapuk dan dapat bertahan ribuan tahun jika di rawat.
tentunya bahan ini tidak lah murah.
di tempat lain disain ini belum pernah ada sebelumya, dan sebenarnya pagoda ini di gunakan untuk kuil atau tempat khusus dan bukan tempat tinggal, tapi Lin Tian menggunakan nya sebagai rumah utama untuk warga.
sedangkan bangunan yg di desain sebagai toko itu, seluruh dindingnya terbuat dari bahan matrial batu dan perekat khusus yg sudah ia perhitungkan, dengan atap terbuat dari full kayu dan genteng dari tanah liat.
jika tidak di gunakan sebagai tempat usaha ini juga bisa di gunakan sebagai aula tamu.
dengan adanya pagoda ini, wilayah kumuh akan menjadi sangat indah dan mewah, ini juga akan menjadi tempat istimewa untuk berwisata para pendatang dan hal ini akan mendongkrak perekonomian para warga.
ia juga mendisain akademi dengan bangunan pagoda yg sangat besar dan luas sebagai bangunan utama, aula perpustakaan dengan bangunan dari batu dan memiliki dua lantai sebagai aula perkumpulan para murid akademi, dan beberapa pagoda besar sebagai perpustakaan, aula medis dan pagoda besar sebagai penyimpanan
kebutuhan akademi, ada juga pagoda yg di siapkan untuk berlatih bela diri sebagai dasar kultivator, dan penyimpanan berbagai alat bela diri dan senjata, dan pagoda besar untuk menyambut tamu akademi.
kelima pagoda ini akan saling terhubung dengan jalan khusu yg di buat sebagai penghubung para murid tanpa harus keluar di jalan bawah, tapi tetap saja akan ada pintu masuk langsung di bagian pelataran.
Lin Tian juga mendisain beberapa pagoda besar tinggi dan megah berbahan kayu khusu sebagai penginapan, restoran tempat medis, pengelolaan wilayah, perkumpulan warga dan taman besar di tengah wilayah kumuh, walaupun tidak seluas taman kota.
desain tata letak juga di buat Lin Tian dengan Serapi mungkin, dengan 4 jalan utama yg di perluas, dan di buat menggunakan susunan batu yg di potong tapi, di tiap gang penghubung jalan utama juga di buat kan tiang penerangan.
wilayah kumuh akan menjadi wilayah yg sangat indah dengan bangunan pagodanya sebagai tempat tinggal, walaupun hanya 2 lantai.
Lin Tian juga mendisain ruangan bawah tanah yg cukup luas sebagai pengungsian, ruangan itu nantinya akan di hubungkan di ruang penyimpanan makanan dengan pintu rahasia.
setelah membuat cetak biru, tapi ia tidak mencantumkan ruang bawah tanah itu, karna ruangan itu akan menjadi ruangan rahasia, Lin Tian membuat cetak biru itu hingga larut malam.
"hahahahaha selesai juga, ini beberapa disain rumah, jalan, tata letak, akademi dan isinya, semuanya sudah siap, wilayah ini akan di kenal sebagai wilayah seribu pagoda, karna semua rumah di sana kebanyakan berbentuk pagoda hehehehehehe"
ucap Lin Tian, lalu ia menyimpan semua cetak biru yg sudah ia buat, dan memutuskan langsung tidur karna hari sudah hampir pagi.
__ADS_1