Reinkarnasi Sang Dewa Alkemis.

Reinkarnasi Sang Dewa Alkemis.
bab 169.tiba di desa Jui.


__ADS_3

"tuan kita akan pergi ke arah mana...?"


ucap baihu yg berada di pundak Lin Tian.


"kita akan keluar dari ibukota, tak jauh dari ibu kota ada desa yg cukup besar, di sana akan ada hal yg menarik"


ucap Lin Tian sambil tersenyum, dia terus berjalan ke arah gerbang ibu kota kekaisaran Qin.


Baihu yg mendengar itu terdiam beberapa saat.


"semoga benar-benar menarik"


ucap baihu pelan.


Lin Tian yg mendengar itu hanya tersenyum santai.


Mereka terus berjalan seperti orang biasa hingga keluar dari ibukota kekaisaran, di jalan utama banyak kereta pedagang yg berlalu lalang, banyak juga pejalan kaki ataupun kultivator yg keluar masuk ibu kota kekaisaran qin.


Lin Tian terus berjalan hingga dia sampai pada pertigaan jalan.


"di sana adalah jalan menuju desa itu, walaupun itu di sebut desa tapi desa itu sama dengan kota kecil"


ucap Lin Tian sambil melihat perbukitan di kejauhan.


"oh apa desa itu ada di lereng bukit itu tuan"


ucap Fenghuang.


"benar sekali, di sana telah lahir calon orang hebat di masa depan dan memerlukan pertemuan yg cukup berkesan bagi kehidupannya nanti"


ucap Lin Tian dengan santai.


baihu hanya terdiam, dia sudah terbiasa akan ucapan Tuan nya tentang masa depan.


Lin tian melanjutkan perjalanannya, hingga waktu berlalu, hari sudah menjelang tengah hari, saat ini Lin tian telah sampai di bawah lereng bukit di sekitarnya juga banyak orang yg berlalu lalang, mereka adalah para rakyat dan pedagang yg menuju desa yg Lin Tian tuju.


"di lihat dari keramaian ini, desa yg kita tuju memang benar-benar ramai"


ucap baihu sambil melihat orang-orang dan kereta yg bersimpangan dengan mereka.


Setelah berjalan sebentar, akhir nya Lin Tian sampai di depan gerbang desar, di sana di jaga 2 penjaga dan mereka hanya berada di ranah senior bela diri, cukup kuat untuk ukuran penjaga desa, dan di atas pintu gerbang desa tertulis "DESA JUI"


"ranah mereka lumayan untuk menjaga desa, bagai manapun desa ini dekat dengan kekaisaran dan juga kota besar"


ucap baihu.


di depan Lin Tian sudah ada antrian cukup panjang, ada sekitar 30 orang yg mengantri untuk masuk ke dalam desa, setiap pengunjung akan di kenakan biasa 2 koin perak sebagai pajak.


setelah mengantri beberapa saat akhirnya giliran Lin Tian yg memasuki desa.


"identitas nya anak muda"

__ADS_1


ucap penjaga itu dengan datar.


Lin Tian mengeluarkan token klan Lin yg dia bawa dengan santai.


"token ini, apakah kau berasal dari klan Lin kekaisaran Han...?"


ucap penjaga itu setelah mengamati token Lin Tian yg bertuliskan Lin di permukaannya.


Lin Tian hanya mengangguk sambil tersenyum.


"ah...jika begitu silahkan masuk, dan dua koin emas sebagai pajak desa nak, klan lin memiliki jenius yg sangat berjasa di kekaisaran ini, kami sangat menghormatinya, semoga kau bisa menjadi sepertinya suatu saat nanti"


ucap penjaga itu sambil tersenyum dan menyerahkan token Lin Tian kembali.


penjaga itu tentu tidak tau jika orang yg dia maksud ada di depan nya, bagai manapun Lin Tian tidak memancarkan aura seorang kultivator sama sekali, jadi penjaga itu hanya mengira jika Lin Tian hanya anggota biasa, bagai manapun sudah hal umum jika di suatu klan besar masih ada yg tidak bisa berkultivasi, biasanya mereka menjadi anggota biasa atau klan cabang.


"terimakasi senior"


ucap Lin Tian sambil menyerahkan satu koin emas.


"nak, ini terlalu banyak"


ucap penjaga itu sambil melihat koin emas di tangan nya.


"sisanya untuk senior dan teman senior, ku rasa ada yg membutuhkan lebih banyak koin perak nanti"


ucap Lin Tian sambil tersenyum.


ucap penjaga itu sambil menangkupkan tangannya, setelah itu Lin Tian di persilahkan masuk.


Di belakang Lin Tian, banyak antrian yg mendengar dan melihat intraksi Lin Tian dan penjaga gerbang, tentu sifat Lin Tian mengundang kekaguman banyak orang, walaupun kaya tapi terlihat sederhana dan tak segan memberi lebih kepada orang yg lebih rendah, hal itu membuat penilaian yg lebih dari orang yg melihat ya, terutama para penjaga itu.


setelah memasuki desa, Lin Tian bisa melihat lalu lalang banyak orang di depannya, di dalam sana banyak pedagang dan aktivitas warga, desa itu tidak terlalu megah, tapi terkesan sangat hidup dan makmur di hitung dari seratus desa dari pada kota.


"desa ini tampak hidup tuan"


ucap Fenghuang.


"ya..tapi di desa seperti ini masih ada orang yg kurang beruntung, tapi mereka masih terawat di desa ini, itu adalah nilai plus nya, paling tidak tidak ada yg kelaparan di sini"


ucap Lin Tian.


Sebagai desa yg dekat dengan ibu kota, tentu akan sangat memalukan jika masih ada yg kelaparan di antara warganya.


Lin Tian terus berjalan sambil melihat sekeliling nya, hingga dia melihat kedai teh yg cukup ramai.


"kita mampir di kedai itu, ku rasa di sana cukup menyenangkan"


ucap lin Tian dengan santai.


akhirnya mereka mampir ke kedai teh itu, di sana ada seorang lelaki paruh baya dengan tubuh kekar yg menjadi penjualnya, di temani seorang pemuda dengan tampilan sederhana ala orang desa yg membantu nya.

__ADS_1


"tuan ingin pesan berapa teh"


ucap pemuda itu dengan ramah.


"satu cangkir teh sudah cukup"


ucap Lin Tian sambil tersenyum.


"baik, silahkan di tunggu tuan"


ucap pemuda itu sambil tersenyum ramah.


"ayah satu cangkir teh lagi..!"


ucap pemuda itu kepada pria paruh baya yg sedang menyeduh teh pengunjung lain, sedangkan pemuda itu kembali melayani pengunjung yg baru datang.


"ku rasa teh di sini sudah terkenal hingga mampu menarik banyak pelanggan yg cukup banyak"


ucap baihu.


"apa kalian ingin minum teh...?"


ucap Lin Tian.


"tidak tuan, kami lebih suka arak untuk kali ini"


ucap baihu sambil melambaikan tangannya dan keluar satu kendi arak kecil berserta cawan yg cukup.besar di depan nya.


fenghuang yg melihat itu langsung melotot.


"harimau jelek, dari mana kau mendapat arak..?"


ucap Fenghuang.


"tentu saja aku mengunjungi beberapa teman lama yg dengan suka rela memberikan arak terbaik mereka untuk tuan harimau ini"


ucap baihu dengan bangga.


"cih..kau lihat banyak orang yg memandang ke arahmu"


ucap Fenghuang dengan sinis.


"biar lah, aku ini terlihat seperti hewan sepiritual, tak akan mengherankan jika aku bisa minum arak"


ucap baihu dengan tak peduli, dengan kaki depannya yg kecil, baihu perlahan menggulingkan kendi arak itu untuk menuangkan arak di dalam nya.


Lin Tian yg melihat itu hanya menggelengkan kepalanya saja, dia tidak terlalu perduli ,bagai manapun dia hewan yg bersamanya tidak biasa.


Di salah satu bangku di kedai teh itu, seorang pemuda dengan jubah hijau di temani beberapa pemuda lain yg memiliki jubah yg sama melihat ke arah baihu, dia terlihat tertarik akan kecerdasan harimau itu.


"harimau buas itu sepertinya menarik, dia cukup cerdas, dan jika dia besar dan di latih serta di beri beberapa sumber daya, ku rasa dia akan menjadi hewan tunggangan yg tangguh dan gagah di masa depan, kebetulan dia masih kecil dan lebih mudah untuk di latih dan di tundukan"

__ADS_1


batinnya sambil tersenyum, dia ingin memiliki nya, tentu saja dia juga melihat ke arah Lin Tian yg sedang minum teh dengan santai.


__ADS_2