
"tuan di depan sana sudah ada jalan, seharus nya jalan itu menuju ke suatu kota ataupun desa"
ucap baihu.
"kau benar Baihu, di depan sana ada kota kecil"
ucap Lin Tian dengan santai.
setelah meninggalkan Xia ciu dan kelompok nya, sudah beberapa jam berlalu, dan sudah menjelang malam.
"baihu, percepat lari mu, Ini sudah menjelang malam kita akan menginap di sana malam ini"
ucap Lin Tian.
"baik tuan"
ucap baihu yg langsung melesat dengan cepat ke arah jalan yg sudah dapat di lihat nya.
setelah satu jam, akhir nya mereka melihat gerbang kota.
"berhenti di sini baihu, dari sini aku akan jalan kaki, kau kecilkan tubuhmu"
ucap Lin Tian sambil melompat turun dari punggung baihu.
sesuai perintah dari Lin Tian, baihu langsung mengecilkan tubuh nya seukuran kucing.
"baiklah ke pundak ku baihu"
ucap Lin Tian.
"baik tuan"
ucap baihu yg langsung melompat ke pundak lin Tian dan duduk dengan santai di sana.
Lin Tian mulai berjalan ke arah gerbang kota, dapat di lihat cukup banyak antrian para pengunjung ataupun pedagang.
"untuk ukuran kota kecil, ini memang cukup ramai"
batin Lin Tian sambil ikut mengantri.
para penjaga gerbang kota terus memeriksa identitas orang-orang yg ingin memasuki kota dengan cepat.
"minggir-minggir, kami dari sekte air hitam, cepat minggir....!"
teriak seorang pemuda yg di ikuti 4 pemuda di belakang nya.
triakan pemuda itu dapat di dengar oleh semua orang, termasuk para penjaga gerbang kota.
sontak semua orang langsung menyingkir, bagai manapun sekte air hitam adalah sekte besar aliran hitam, mereka tidak ingin menyinggung anggota sekte air hitam yg terkenal kejam.
"sekte air hitam, bukan nya sekte itu yg mengacau di kota Dumai, tepat nya mata-mata yg aku habisi waktu itu"
batin Lin Tian.
"tuan, apa perlu kita bereskan para semut hitam itu..?"
__ADS_1
ucap baihu dengan telepati.
"tidak perlu, merek hanya murid biasa, selema mereka tidak berbuat berlebihan dan tidak mengganggu kita, maka kita bisa mengampuni nya, jika mereka melebihi batas, kita akan memberi mereka pelajaran"
jawab Lin Tian.
"baik tuan"
ucap baihu.
"hei...kau bocah, minggir lah, kami ingin lewat dan jangan menghalangi kami"
ucap pemuda itu kepada Lin Tian yg tidak menyingkir dari jalan nya.
"kau harus antri, jangan membuat onar dengan meminjam nama sekte mu"
ucap Lin Tian acuh, tanpa menoleh.
"sialan, jika kau tidak ingin minggir, jangan salahkan aku jika berbuat kejam"
ucap pemuda itu sambil menyeringai licik.
"kau terlalu meninggikan kemampuanmu, seperti nya sekte mu bersekongkol dengan iblis ya, apa kau tidak tau peraturan di alam rendah ini, jika ada orang yg bersekutu dengan iblis, maka dia akan menjadi musuh umat manusia di alam rendah ini"
ucap Lin Tian dengan santai.
semua orang langsung terkejut.
"sialan jangan fitnah, walaupun sekte air hitam adalah sekte aliran hitam, tapi kami tidak pernah berkerja sama dengan iblis bahkan bersekutu dengan mereka"
"jangan fitnah nama baik sekte kami, dasar bocah..!"
sahut anggota sekte air hitam yg bersama pemuda tadi.
"aku hanya berbicara tentang fakta, jangan kalian kira bisa membodohi ku, aura kalian berasal dari pengorbanan banyak darah, kalian bisa membodohi orang lain tapi tidak denganku"
ucap Lin Tian santai.
sedangkan tampa di sadari semua orang, salah satu penjaga gerbang kota sudah tidak ada di tempat nya, salah satu penjaga gerbang itu sudah masuk ke dalam kota untuk melapor tentang situasi yg ada di depan gerbang kota.
tentu semua orang tidak menyadari nya, tapi itu semua tidak berlaku kepada Lin Tian.
"mereka bertindak cukup cepat, kemampuan mereka cukup baik, mereka tidak terpaku dengan kondisi yg berubah dan mampu berfikir lebih jernih dan cepat"
batin Lin Tian.
pemuda murid sekte air hitam itu hanya bisa mengeratkan giginya dengan keras sambil megegam tangan nya dengan sangat serat.
"bajingan siapa sebenar nya bocah ini, aku tidak bisa melihat aura seorang kultivator sama sekali keluar dari tubuh nya, yg arti nya dia hanya manusia biasa, tapi dia juga mampu merasakan aura ku, itu pertanda jika dia bukan orang biasa"
batin pemuda itu.
"saudara, lebih baik kita habisi pemuda itu sebelum dia lebih banyak bicara lagi, jika hal itu terjadi maka rahasia tentang sekte kita akan terbongkar"
ucap salah satu teman nya sambil berbisik.
__ADS_1
"itu tindakan yg tepat untuk saat ini, walaupun dia bukan orang biasa, tapi jika dia melawan kita ber lima yg sudah berada di ranah raja, kurasa dia akan tewas"
sahut yg lain.
"di usia kalian yg kurang dari 30 tahun, sudah berada di ranah raja awal, itu memang mengesankan, jika orang tidak tau tentang diri kalian, maka kalian akan di panggil jenius, sayang sekali kalian mencapai tingkatan ini di usia kalian karena persembahan darah itu, kultivasi normal kalian hanya berada di ranah prajurit tingkat puncak, apa aku benar...?"
ucap Lin Tian santai tanpa menoleh ke arah kelompok murid sekte air hitam itu.
ke lima murid sekte air hitam itu langsung terkejut, sesuai duga an mereka jika pemuda yg ada di depan mereka bukan lah pemuda biasa.
"sialan dari mana dia tau, ini sungguh sial, baru saja aku dan ke empat temanku keluar dari kultivasi tertutup, sudah bertemu orang seperti nya"
umpat murid sekte air hitam dalam hati.
"siapa kau sebenar nya, kau bukan orang biasa, kau sungguh hebat dapat menyembunyikan kekuatanmu tanpa terdeteksi.
kita tidak bersinggungan sebelum nya, jangan memfitnah kami"
ucap salah satu murid sekte air gelap.
"hehhhh....begitu kah, maaf saja, saat kalian membuat masalah tadi, kalian sudah bersinggungan denganku"
ucap Lin Tian dengan santai.
"kau jangan melewati batas bocah, kau fikir kau mampu melawan kami berlima...?"
ucap pemuda salah satu murid sekte air hitam itu.
"ternyata kalian cukup bodoh, aku kira kalian cerdas"
sindir Lin Tian dengan santai tanpa menunjukan ekspresi marah sedikit pun.
"bajingan, mati saja kau, ayo serang bocah itu..!"
ucap pemuda itu dengan marah.
mereka ber lima langsung kompak mengeluarkan berbagai senjata andalan mereka.
wus...
tanpa aba-aba mereka berlima langsung melesat cepat ke arah Lin Tian.
Lin Tian sendiri tidak bergerak dari tempat nya berdiri dan juga sama sekali tidak menoleh ke arah 5 pemuda yg sudah melesat ke arah nya itu dengan formasi berbagai arah.
"mati kau bocah..!"
ucap.seorang pemuda yg sudah berada di samping nya sambil mengayunkan pisau hitam yg ada di tangan nya ke arah Lin Tian.
wus...
wus..
suara desiran akibat pisau yg terkena angin itu dapat di dengar.
Lin Tian masih santai, dia melambaikan tangan nya, yg terjadi selanjut nya, membuat semua orang yg hadir terkejut.
__ADS_1