
Lin Tian dengan santai nya melihat ke arah kolam, dapat di lihat jika perlahan sesosok tubuh mulai terlihat di dalam air yg membeku.
dari kejauhan, rombongan kaisar Qin Pian telah tiba.
"selamat datang yang mulia"
Ucap penjaga yg berjaga di sekitar Lin Tian dengan serempak.
"Hem"
ucap Qin Pian dengan santai menjawab sapaan para penjaga.
Lin Tian yg mendengar itu tidak menoleh, tapi dia langsung berdiri dan berbalik untuk menyambut Qin Pian sesuai adat para bangsawan.
"salam yang mulia"
ucap Lin Tian dengan tenang.
"hahahhaha tidak usah terlalu formal tuan muda lin, ayo duduk kembali, mari ngobrol santai dulu"
__ADS_1
ucap Qin Pian dengan ramah.
Lin tian hanya tersenyum lalu duduk kembali.
pandangan Qin Pian mengarah ke arah kolam yg di selimuti oleh Aray, dia bisa melihat sosok tubuh pria tua yg terjebak di dalam es.
"tuan muda Lin, sebelum nya aku ingin mengucapkan banyak terimakasi, aku berhutang nyawa kepada tuan muda Lin, jika tuan muda Lin menginginkan sesuatu atau bantuan dari ku maka tuan muda Lin dapat mengatakan nya, aku akan usahakan sebaik mungkin untuk membantu dan menuruti permintaan tuan muda Lin, tentu saja selama itu baik"
ucap Qin Pian dengan sungguh-sungguh.
Lin Tian yg mendengar hanya tersenyum.
Soal keinginan, aku akan memikirkan nya, tenang saja aku tidak akan meminta hal yg buruk atau merugikan, tentu permintaan ku tidak terkait harta ataupun sumber daya, jujur saja aku tidak kekurangan hal itu yang mulia"
ucap Lin Tian dengan tenang.
"hahhahahahha tentu aku tidak akan meragukan tuan muda Lin, tuan muda adalah alkemis hebat dan berasal dari klan besar sekaligus keluarga kekaisaran, mana mungkin tuan muda Lin kekuarangan harta dan sumber daya, aku sama sekali tidak berani memikirkan hal konyol seperti itu"
ucap Qin Pian sambil tertawa renyah.
__ADS_1
Lin Tian hanya tersenyum dengan tenang.
Qin Pian yg melihat ketenangan Lin Tian menjadi kagum, sangat jarang ada pemuda yg seumuran Lin Tian bisa menjaga ketenangan nya saat bertemu diri nya, dia yakin jika pemuda di depan nya itu sudah sering bertemu dengan tokoh besar di lihat dari ketenangan nya.
"tuan muda Lin, pertama-tama aku minta maaf karena tidak bisa menyambut kedatangan tuan muda Lin di klan Qin ku ini, aku justru merepotkan tuan muda Lin untuk menyembuhkan ku dan anggota keluargaku yg lain serta para petinggi kekaisaran, aku juga tidak memiliki hal yg berharga yg bisa menarik minat tuan muda Lin, bagai mana pun tuan muda pasti tidak kekuarangan dua hal tadi, tapi jika boleh merepotkan, aku ingin meminta bantuan tuan muda Lin sekali lagi.
jujur saja sekarang istri ku sedang dalam kondisi tidak baik, dia juga keracunan seperti Ku, tapi kondisi nya jauh lebih parah dan rumit dari pada kondisi ku waktu itu, ku harap tuan muda Lin Sudi membantu ku, aku memohon bukan atas nama kaisar melainkan atas nama seorang suami"
ucap Qin Pian dengan tulus dan jujur.
Lin Tian masih tenang, senyuman tipis yg ramah tidak menghilang dari wajah nya, dia terkesan sangat berwibawa.
"itu bukan Masalah yang mulia, aku akan memeriksa kondisi nya terlebih dahulu sebelum mencari solusi pengobatan yg tepat"
ucap Lin Tian.
"ah...jika begitu terimakasi banyak tuan muda Lin, aku sangat berhutang Budi kepada tuan muda Lin"
Ucap Qin Pian senang.
__ADS_1