
Setelah beberapa menit, akhir nya energi hitam di tubuh para penghianat itu telah di murnikan, di inti jiwa mereka juga terukir rune Aray kuno, itu adalah simbol segel jiwa kutukan pensucian.
setelah segel terpasang, akhir nya proses itu selesai, setelah selesai semua penghianat itu langsung tak sadarkan diri.
"segel jiwa kutukan telah selesai, silahakan bawa mereka, untuk selanjutnya terserah kalian, apakah akan memberi hukuman lain atau tidak"
ucap Lin Tian dengan santai.
"sungguh mengerikan, ternyata pemasangan segel itu sangat menyakitkan"
ucap salah satu anggota klan Lin dengan tubuh gemetar.
"sudah lah, untung saja kita tidak ikut dalam pemberontakan ini, jika kita ikut, nasib kita akan sama dengan mereka"
ucap teman nya sambil menelan ludah dengan kasar karena merasa takut.
"sungguh segel yg mengerikan, apa ini adalah segel Aray tingkat tinggi yg sesungguh nya"
ucap salah satu tetua.
"tetua semua sudah selesai, jika begitu aku kembali dulu"
ucap Lin Tian sambil tersenyum.
"tunggu nak, lebih baik kita mengobrol dulu bagai mana...?"
ucap Qin kuo.
"leluhur, bukan nya kau akan kembali ke pengasingan...?"
ucap Qin pire.
"cih...kau diam saja, urus saja Maslaah ini, aku juga perlu bersantai"
ucap Qin kuo.
Qin pire yg mendengar itu, bibir nya langsung berkedut.
"cih dasar orang tua"
ucap Qin pire pelan.
"apa kau bilang, apa kau pikir aku tidak bisa mendengar ucapanmu, dasar pergi sana"
ucap Qin kuo.
__ADS_1
"baik-baik, setelah kalian mengantar mereka, susul aku di aula utama klan"
ucap Qin pire sambil melesat pergi ke arah aula utama klan Qin.
"nak, ayo pergi ke kediaman ku, kediaman ku ada di belakang klan, di sana ada dunia kecil yg di tinggalkan oleh leluhur pertama, walaupun tidak luas, paling tidak bisa di gunakan untuk tempat tinggal leluhur dari generasi ke generasi"
ucap Qin kuo sambil tersenyum.
"baik silakan tetua tunjukan jalan nya"
ucap Lin Tian sambil tersenyum tenang.
"baik, ayo ikuti aku"
ucap Qin kuo sambil tersenyum ringan.
Mereka berdua akhir nya melesat pergi ke arah kediaman Qin kuo di dimensi kecil dan termasuk tempat terlarang dan juga tempat rahasia klan Qin yg misterius.
Mereka menghabiskan sedikit waktu untuk sampai di wilayah terlarang klan.
"ini adalah pintu masuk dunia kecil tempat di mana tempat tinggal ku, selain aku, tidak ada yg di perbolehkan masuk tanpa ijin, dulu leluhurmu juga pernah ke tempat ini hanya untuk sekedar minum arak bersamaku, tak terasa sudah ratusan tahun aku tidak bertemu dengan nya, hah...waktu memang berlangsung cepat"
ucap Qin kuo sambil menghela nafas.
ucap Lin tian.
"hahahha kau memang bijak nak, sama seperti orang tua Bangka itu, kau mewarisi kecerdasan nya ternyata, hahahhaha ayo masuk"
ucap Qin kuo sambil tertawa renyah.
Lin Tian tidak menjawab dan hanya tersenyum dengan tenang sambil mengikuti Qin kuo masuk, dunia kecil itu memiliki gerbang yg berupa 2 pohon besar dan terlihat sangat tua, tapi jika ahli formasi tingkat tinggi melihat pohon itu, mereka akan melihat simbol-simbol Aray kuno yg cukup rumit.
setelah melewati dua pohon besar dan tua itu, mereka langsung menghilang dalam sekejap.
"dunia kecil ini adalah peninggalan leluhur pertama klan Qin, dunia kecil ini sangat misterius asal usul nya, dulu leluhur pertama tinggal di sini sebelum mendirikan klan Qin, catatan yg di tinggalkan leluhur juga tidak menyebut asal usul dunia kecil ini, tapi yg jelas dunia kecil ini adalah artefak yg di bawa leluhur waktu itu, nak tempat ini sangat rahasia, karena kau adalah keturunan orang tua Bangka itu, aku mengajakmu masuk ke sini, selain itu kau berpengetahuan luas, ku rasa kau akan tau tentang tempat ini setelah sampai di kediaman ku"
ucap Qin kuo sambil berjalan dengan santai.
"kita lihat saja nanti"
ucap Lin Tian santai dan tenang.
"oh"
ucap Qin kuo singkat.
__ADS_1
Mereka terus berjalan, dunia kecil itu memiliki luas sekitar satu kilo meter, dunia itu memiliki energi yg lebih padat dari pada dunia luar dan juga hanya hamparan Padang rumput dan beberapa pohon saja, tidak ada matahari dan hanya terang seperti siang hari saja, dunia itu tidak sempurna seperti yg di ciptakan oleh Lin Tian.
"cukup menarik, tapi sebenar nya ini masih termasuk ruang dimensi dan bukan dunia kecil"
ucap Lin Tian.
"apa kau tau tentang dunia kecil ini nak..?"
ucap Qin kuo.
"aku pernah melihat dunia yg lebih luas dan lebih sempurna dari pada dunia kecil ini, tidak maksud ku dimensi kecil ini"
ucap Lin Tian dengan santai.
"sudah ku duga, kau pasti memiliki pengetahuan tentang dunia seperti ini, tak heran jika kau adalah murid seorang ahli alam atas"
ucap Qin kuo sambil tersenyum.
Setelah berjalan beberapa saat, mereka akhir nya sampai di kediaman kecil yg terbuat dari kayu dan susunan batu sederhana, kediaman itu berada di atas bukit kecil di hamparan Padang rumput, di depan kediaman kecil itu ada satu pohon besar dengan daun lebar dan rindang.
"ini adalah kediaman ku saat aku berada di klan, biasa nya aku pergi mengasingkan diri di suatu tempat, tentu saja aku selalu berpindah-pindah lokasi untuk menyempurnakan kultivasiku, di kediaman kecil ini lah dulu aku bersantai sambil minum arak bersama leluhurmu itu"
ucap Qin kuo.
"cukup nyaman"
ucap Lin Tian.
"apa kau tidak terganggu melihat tempat yg sangat sederhana seperti ini nak...?"
ucap Qin kuo.
"tidak, aku dari kecil sudah hidup apa ada nya, walaupun pengeluaran yg di keluarkan ayah cukup besar untuk ku, itu hanya sebatas anggota bangsawan saja, aku tidak memikirkan harta ataupun tahta di dunia ini, kedamaian ketenangan, itu lah yg Nayaman untuk ku tetua, lagi pula aku lebih Sudak sederhana dari pada terbuai akan duniawi semata"
ucap Lin Tian.
"kau sama saja dengan leluhurmu, dia terlihat sangat sederhana, tapi jangan salah, dia memiliki banyak kekayaan, dia mendapat kekayaan nya dari berbagai warisan dan Hata karun yg dia temukan di perjalanan nya, hah...masa-masa muda memang indah"
ucap Qin kuo sambil mengingat masa lalu.
Lin Tian hanya tersenyum saja.
"ayo kita duduk, seharusnya di dalam masih ada beberapa tong arak, umur arak itu jika aku ingat-ingat sudah ratusan tahun, kau tau nak, arak ini adalah arak langka, bahkan kekaisaran tidak akan memiliki arak ini, aku mendapatkan nya dari reruntuhan bersama leluhurmu, ada banyak sekali tong arak di reruntuhan itu dan kami membagi nya menjadi dua bagian, tidak ada yg pernah merasakan arak ini selain aku dan leluhurmu, karena kau sudah bisa di bilang dewasa sudah saat nya kau mencoba arak ini"
ucap Qin Pian sambil membuka kediaman sederhana itu.
__ADS_1