Reinkarnasi Sang Dewa Alkemis.

Reinkarnasi Sang Dewa Alkemis.
bab 141.kekacauan yg di buat baihu, rumput emas.


__ADS_3

"yang mulia tidak perlu sungkan, sekarang yg mulia sudah pulih, di sana ada pria tua, dia adalah tetua agung sekte air hitam, yang mulia bisa menangkap nya"


ucap Lin Tian dengan tenang sambil menunjuk ke arah tetua agung sekte air hitam yg sudah lemas kehabisan energi qi iblis nya.


"apa tuan muda Lin tidak ingin membunuh nya, aku sudah mendengar laporan dari para penjaga dan tetua jika dia menyerang tuan muda, jika tuan muda Lin ingin membunuh nya, maka aku akan mempersilahkan nya"


ucap Qin Pian.


"tidak yang mulia, dia ingin berbuat buruk di kekaisaran ini, maka sudah tugas yang mulia untuk memberi nya hukuman, aku bisa saja membunuh nya, tapi ku rasa itu tidak perlu"


ucap Lin Tian santai.


"jika begitu maka aku akan memberinya hukuman, karena dia berusaha membahayakan kekaisaran Qin maka hukuman nya adalah hukuman mati, tindakan nya membuat nyawa rakyat kekaisaran Qin terancam, aku sebagai kaisar tidak bisa memandang rendah masalah ini"


ucap Qin Pian dengan serius.


"itu keputusan yang mulia, maka yang mulia bisa melakukan nya"


ucap Lin Tian.


Saat mereka mengobrol santai, di kediaman Qin tui sedang ada keributan, keributan dari berita tertangkap nya tetua agung sekte air hitam dan berita berita keributan yg di timbulkan baihu.


"sialan, cepat cari hewan bajingan itu, tangkap dia...!"


ucap Qin tui dengan marah.


"ta..tapi tetua, anak harimau itu sudah kabur entah kemana"


ucap salah satu penjaga dengan wajah pucat.


"aku tidak perduli, dapatkan kembali guci dan juga herbal itu, kau tau herbal itu sangat langka dan harga nya sangat mahal, jika pun memiliki harta yg cukup untuk membeli nya, belum tentu bisa mendapatkan nya, kau tau itu, cepat cari, aku tidak mau alasan apapun lagi...!"


ucap Qin tui dengan sangat marah.


"ba..baik tetua"


ucap penjaga itu ketakutan dan segera pergi dari hadapan Qin tui.

__ADS_1


"sialan...dasar hewan sialan..!"


teriak marah Qin tui.


"ayah, ada apa...?"


ucap seorang pemuda yg baru saja datang, dia adalah Qin sui putra Qin tui.


"herbal yg ayah dapatkan dengan susah payah telah di curi oleh harimau sialan milik pemuda yg di bawa tiga sampah itu, dan lagi guci yg berisi racun 5 warna juga di ambil nya"


ucap Qin tui dengan geram.


Qin sui langsung terdiam, dia tentu saja bingung, bagai mana seekor harimau kecil bisa membawa guci dan herbal sekaligus.


"ayah...apa ayah yakin jika yg mengambil dua barang itu adalah harimau kecil itu, bagai mana cara dia membawa dua barang itu, tidak mungkin jika dia menggigit nya sekaligus"


ucap Qin sui.


"sialan apa kau meragukan pengelihatan ku, aku melihat nya sendiri dia menggigit herbal ku dan di saat bersamaan guci itu juga hilang, apa kau pikir ada orang yg bisa masuk ke ruangan bawah tanah begitu mudah tanpa seijin ku, dasar anak bodoh"


ucap Qin tui dengan marah.


ucap Qin tui.


"baik lah ayah, aku akan siap-siap"


ucap Qin sui tanpa membantah, bagai manapun kondisi saat ini memang sudah tidak menguntungkan.


Di sisi lain, saat ini baihu sedang bersantai di atas salah satu restoran.


"cih...apa herbal seperti ini sangat berharga, dulu herbal ini hanya rumput di halaman kediaman ku, tapi di sini menjadi herbal yg sangat berharga"


ucap baihu sambil mengamati rumput panjang berwarna perak dengan corak emas.


rumput yg baihu ambil adalah rumput herbal tingkat atas, rumput emas, rumput itu hanya bisa tumbuh di lokasi yg kaya akan energi sepiritual dan Medan yg berbatu, rumput itu sangat langka di alam rendah, rumput emas bermanfaat untuk menguatkan fondasi dan meningkatkan kualitas tulang bagi orang yg pertama kali memakan nya, tapi walau begitu, itu hanya bisa meningkatkan kualitas tulang sampai ranah tertentu saja.


"guci ini berisi racun, tuan pasti akan senang saat aku membawakan racun ini hehehhehe"

__ADS_1


ucap baihu.


Sedangkan di tempat Lin Tian, saat ini tetua agung sekte air hitam sudah di bebaskan, dia sudah tidak bisa bergerak, wajah nya sudah pucat karena kehabisan energi, tubuh nya semakin kurus.


dia sudah di tangkap oleh Qin Pian, Qin Pian tidak tanggung-tanggung dia langsung melumpuhkan kultivasi tetua agung sekte air hitam itu agar tidak menimbulkan ancaman.


"tuan muda Lin, kalau begitu aku akan kembali dulu ke kediaman ku, aku harus mengecek laporan, aku kekurangan informasi saat ini dan laporan itu cukup penting untuk mengetahui kondisi kekasaran"


ucap Qin Pian.


"baik yang mulia, silahakan, aku akan menunggu kabar dari yang mulia"


ucap Lin Tian.


"kalau begitu aku pamit dulu tuan muda Lin, jika tuan muda Lin memerlukan sesuatu, tuan muda Lin bisa meminta nya langsung kepada kepala pelayan, jika di sini hal yg tuan muda Lin minta tidak ada maka aku akan mendapatkan nya di luar"


ucap Qin Pian.


"baik yang mulia, jangan kawatir soal itu, aku di layani dengan baik di sini"


ucap Lin Tian.


Setelah berbasa-basi akhirnya kaisar Qin Pian meninggalkan kediaman Lin Tian.


Di kediaman utama klan er, penasehat istana sudah menumpuk laporan yg di minta Qin Pian, laporan itu cukup banyak.


"hah...laporan ini...apa bisa menyelesaikan nya dalam sehari, sungguh merepotkan, ini terlalu banyak"


ucap penasehat sambil menghela nafas lelah, dia sudah memilah laporan demi laporan yg di minta oleh Qin Pian dan setelah di pilah, ternyata jumlah nya masih sangat lah banyak.


Di sisi lain, para Mentri sudah bergerak dengan cepat, dari wilayah satu ke wilayah yg lain menggunakan tunggangan hewan buas kekaisaran, dengan di kawal beberapa baris prajurit, pekerjaan mereka semakin lancar, sedangkan jendral besar kekaisaran, sesuai intruksi Qin Pian, dia menyiapkan pasukan nya, sekaligus menyelidiki para pemberontak yg ada di dalam pasukan nya.


Sedangkan di sisi fenghuang, saat ini dia sedang bersantai dengan di layani oleh para hewan buas, dia juga mengatur segala keperluan Lin Tian, tepat nya mengatur wilayah yg akan di jadikan markas oleh Lin Tian.


Para hewan buas sangat menghormati nya, mereka tentu senang karena bisa melayani fenghuang, nenek moyang ras hewan seperti mereka.


"yang mulia agung, tempat yg yang mulia ingin kan sudah selesai di siap kan, di sana sudah bersih dan hanya ada beberapa pohon besar saja, kami tidak menebang nya agar lebih sejuk"

__ADS_1


Ucap raja wali emas dengan penuh hormat.


__ADS_2