Reinkarnasi Sang Dewa Alkemis.

Reinkarnasi Sang Dewa Alkemis.
bab 65.memberikan pil untuk klan.


__ADS_3

"jadi benar, kau tidak menggunakan tehnik kultivasi klan, jika begitu kau mendapat tehnik kultivasi yg sekarang kau gunakan dari mana nak..?"


ucap Lin Cang.


"aku mendapatkan nya dari seorang dewa yg muncul di mimpiku kakek"


ucap Lin Tian sambil tersenyum tipis.


semua orang kembali tertegun, mereka tidak menyangka akan ada kejadian seperti itu yg terjadi langsung kepada salah satu anggota klan mereka.


"apa kau tau nama dewa itu nak..?"


ucap Lin Cang.


"dewa itu bernama Ling Tian, sang dewa alkemis kakek"


ucap Lin Tian sambil tersenyum tipis.


semua orang kembali terkejut.


"jadi bisa di bilang kau adalah murid dari dewa alkemis itu nak"


ucap Lin Cang, di mata nya tidak bisa menyembunyikan kegembiraan, bagai manapun cucunya adalah murid seorang dewa, dan memiliki bakat tingkat atas, sudah pasti suatu saat cucunya akan menjadi orang besar dan bisa tercatat di dalam sejarah.


"bisa di bilang iya dan tidak kakek, semua itu masih lah misteri"


ucap Lin Tian abigu.


"hah..tidak semua hal dapat di simpulkan dengan mudah.


baiklah kami sudah melihat kehebatan mu dalam memurnikan pil, jadi kami akan sangat setuju, apa lagi tehnik alkemis yg akan kau ajarkan adalah tehnik yg di turunkan oleh dewa alkemis, dari sini pastilah klan kita akan berkembang sangat pesat dalam keterampilan alkemis"


ucap Lin Cang.

__ADS_1


"baik, jadi sekarang sudah di putuskan, jadi para tetua sekalian, tolong bantuan nya untuk mengumpulkan anggota klan kita yg memiliki bakat memurnikan pil atau yg memiliki elemen api, aku masih harus mengurus keperluan di wilayah kumuh hari ini, bagai mana pun juga wilayah itu adalah tanggung jawabku"


ucap Lin Tian sambil tersenyum dan terlihat sangat bijak.


"tunggu tuan muda, kenapa sepertinya pemikiranmu tidak sama dengan umurmu, apa ini hanya perasaan ku saja"


ucap salah satu tetua sambil berfikir.


semua orang juga langsung ikut berfikir begitu.


bagai manapun usia Lin Tian baru menginjak usia 16 tahun beberapa bulan yg lalu, tapi pemikirannya sangat berbeda, seperti seorang yg sudah hidup ribuan tahun, semua yg di rencanakan Lin Tian juga sangat terperinci dan selalu tepat sasaran.


kecerdasannya juga sangat luar biasa.


"tetua, di dunia ini, umur tidak selalu menjadi patokan, kadang anak yg masih sangat kecil sudah di paksa oleh keadaan untuk berpikir lebih dewasa, bahkan pedang yg tumpul dapat di paksa utuk menjadi tajam oleh keadaan yg mendesak saat dalam peperangan"


ucap Lin Tian sambil tersenyum.


semua orang langsung merenungkan ucapan Lin Tian, mereka juga langsung sadar bagai mana pun kehidupan Lin Tian yg terkenal sebagai sampah, sangat lah berat, bahkan dia tidak memiliki teman sama sekali, entah itu di dalam klan ataupun di luar klan, dia hanya mengandalkan dirinya sendiri dalam ke depan.


ucap lin Cang.


"baik aku akan mengurus wilayah kumuh terlebih dahulu kakek, ayah dan tetua sekalian, tapi sebelum aku pergi aku ingin menyerahkan cicin ini, di dalam cicin ini ada segunung pil tingkat langit yg sudah aku murnikan, seharusnya sudah cukup untuk menunjang sumber daya kultivasi klan untuk beberapa tahun kedepan, sambil menunggu kemampuan anggota klan yg belajar memurnikan pil bisa memurnikan pil tingkat 7 atau pun 8, tapi pil tingkat langit ini hanya boleh di gunakan oleh anggota yg sudah berada di ranah jendral ke atas, bagai manapun pil ini memiliki kandungan energi yg besar"


ucap Lin Tian sambil menyerahkan cicin ruang ke pada Lin dong.


semua orang kembali terkejut, pil tingkat langit adalah pil yg hanya ada di alam tengah ataupun alam atas, dan bahan yg di gunakan juga tidak ada di alam rendah yg memiliki energi alam yg sangat tipis, walaupun masih ada beberapa herbal campuran yg dapat di temukan di alam rendah, tapi tentu saja itu menjadi herbal langka.


"nak, untuk membuat pil tingkat tinggi seperti ini pastilah memerlukan herbal yg tidak sedikit dan tentu saja sangat langka di alam rendah ini, bukan kah lebih baik kau menggunakan nya sendiri untuk meningkatkan kultivasimu"


ucap Lin Cang.


"kakek meningkatkan kultivasi tidak boleh terburu-buru, memerlukan waktu yg pas untuk hal ini, apa lagi pondasi sangat lah penting bagi kultivator, aku masih memiliki beberapa pil yg sudah aku sisihkan, dan pil itu tidak akan terlalu berguna untukku, bagai manapun aku memiliki keadaan sepesial, dan lagi tolong di lihat dulu berapa jumlah pil itu ayah, apa jumlah itu bisa aku habiskan sendiri.

__ADS_1


untuk herbal, kebetulan aku menemukan herbal itu dengan jumlah cukup banyak, setelah aku memanennya, aku bisa menghasilkan pil itu"


jelas Lin Tian.


tentu saja dia sudah tidak memerlukan pil karna sejatinya dia sudah melampaui puncak kultivasi yg ada, kekuatannya tidak terbatas, ia hanya ingin menikmati kehidupan fana dan sebisa mungkin membantu orang lain dan memberikan contoh yg baik tanpa merusak keseimbangan takdir maupun kehidupan semua mahluk, seperti janjinya kepada sang pencipta, terkecuali ada keadaan tertentu yg mengharuskan ia menggunakan kekuatan sejati nya.


Lin dong yg mendengar itu langsung melihat isi cicin ruang yg di berikan oleh Lin Tian.


setelah melihat isinya, ia langsung mematung, ia bisa melihat segunung kecil pil berwarna putih kebiruan bening dengan corak putih susu, jumlahnya mungkin ribuan butir.


semua tetua yg melihat Lin dong mematung dan keterkejutan terlihat di wajah nya, langsung penasaran.


"Patriak, kenapa kau begitu terkejut, apa yg kau lihat..?"


ucap salah satu tetua dengan heran dan pemasaran.


mendengar suara tetua, Lin dong langsung tersadar.


"ah..ini kalian lihat sendiri saja"


ucap Lin dong sambil melemparkan cicin itu ke arah tetua.


setelah tetua itu melihat nya, ia juga memiliki ekspresi yg sama dengan Lin dong.


semua tetua menjadi penasaran dan mereka mulai berebut untuk melihat nya.


Lin Tian yg melihat itu hanya bisa menggelengkan kepalanya sambil tersenyum.


"hei kalian, Jagan seperi bocah, cepat simpan kembali dan segera cari anggota yg memiliki bakat atau elemen api, entah dari klan pusat maupun cabang, jangan buang waktu lagi"


ucap Lin Cang kesal.


setelah semua orang mendengar ucapan Lin Cang, mereka langsung tersadar.

__ADS_1


"baik sesepuh"


ucap mereka serempak dan salah satu tetua mengembalikan cicin ruang itu ke pada Lin dong, bagai manapun pil yg ada di dalamnya harus di daftar terlebih dahulu, agar dapat di atur pembagian nya untuk semua anggota klan yg berhak mendapatkannya sesuai kondisi.


__ADS_2