
waktu terus berlalu, hari sudah berganti, saat ini kaisar Qin Pian sudah berada di kediaman yg di tempati oleh Lin Tian.
"tuan muda Lin, mari kita akan langsung ke istana"
ucap kaisar Qin Pian.
"baik kaisar, mari"
ucap Lin Tian dengan santai.
"apa kereta nya sudah siap jendral...?"
ucap kaisar Qin Pian.
"semua sudah siap yang mulia"
ucap jendral dengan sigap.
"baik lah, mari tuan muda Lin, kereta nya ada di depan"
ucap kaisar Qin Pian sambil tersenyum ramah.
akhirnya mereka pergi ke kereta kuda yg sudah di siapkan, kereta kuda mewah dengan 4 hewan buas jenis kuda angin, dengan di kawal satu batalion prajurit khusus yg di pimpin oleh jendral besar secara langsung.
Hal itu juga di lihat oleh anggota klan Qin, entah itu anak-anak, tua maupun muda, mereka melihat kepergian kaisar Qin Pian dan Lin Tian.
"ternyata benar tuan muda itu adalah tamu penting Patriak"
ucap salah satu pemuda.
"aku sudah menduga jika tuan muda itu bukan lah pemuda biasa, walaupun dia sangat sederhana dan tidak mencolok dalam berpenampilan, dia tetap lah seorang bangsawan besar"
__ADS_1
ucap teman nya dengan serius.
di dalam kereta kuda, kaisar Qin Pian mulai menjelaskan tentang keluarga nya, di mulai dari istri nya hingga putra dan putri nya.
"jadi begitu, aku paham"
ucap Lin Tian dengan santai.
"tuan muda Lin, usia putra ku sudah hampir 25 tahun, dia cukup cerdas tapi tetap saja masih mengandalkan otot nya, dia memiliki keunggulan dalam kultivasi fisik selain itu dia juga mahir dalam senjata tombak, jadi jika suatu saat tuan bertemu dengan nya dan dia mengajak tuan muda bertarung, tolong jangan di masukkan ke hati, dia memang suka dengan orang yg kuat dan selalu suka berlatih tanding, hal itu lah yg membuat ku pusing, bagai manapun dia adalah penerus ku, tapi dia tidak suka dengan hal-hal yg terlalu formal ala bangsawan"
ucap Qin Pian dengan helaan nafas lelah.
"seperti nya menarik, hehehhehe aku ingin sedikit bermain yang mulia, kita lihat saja nanti"
ucap Lin Tian dengan senyuman penuh misteri.
Melihat itu Qin Pian mengerutkan kening nya.
ucap baihu kepada fenghuang.
"mana aku tau, kau yg lebih dulu ikut dengan tuan, seharus nya kau yg lebih tau dari pada aku"
ucap Fenghuang.
"cih..dasar burung api"
ucap baihu.
"apa tuan muda memiliki rencana..?"
ucap Qin Pian.
__ADS_1
"kita lihat saja nanti yang mulia"
ucap Lin Tian dengan nada santai nya.
dengan cepat kereta kuda itu sudah sampai di istana di mana ratu berada, bagai manapun jarak nya tidak lah jauh, hanya wilayah nya saja yg luas.
"kita sudah sampai tuan muda Lin, mari kita turun"
ucap Qin Pian.
saat mereka turun, mereka sudah di sambut oleh barisan prajurit dan juga pelayan.
"selamat datang yang mulia, tuan muda"
ucap mereka dengan serempak.
"kalian perketat penjagaan, jangan biarkan prajurit lain masuk kecuali dari pihak kalian, dan juga jika ada hal yg benar-benar penting saja.
untuk pelayan, kalian siapkan makanan khusus untuk menyambut tuan muda Lin, daging hewan buas terbaik di utamakan"
ucap Qin Pian dengan penuh wibawa.
"baik yang mulia"
ucap semua orang dengan serempak.
"jendral ikut dengan ku dan amankan lokasi saat tuan muda dan aku masuk ke dalam ruangan ratu"
ucap Qin Pian.
"baik yang mulia"
__ADS_1
ucap jendral besar dengan tegas.