
sesampainya di ruang makan, Lin Tian dapat melihat ayah ibu dan neneknya yg sedang memilihkan makanan dan menaruhnya di piring ibunya.
"selamat pagi ayah, ibu dan nenek"
ucap Lin Tian.
reflek semua orang yg ada di ruang makan itu menoleh ke pada Lin Tian.
"ah..cucu nenek, kau sudah keluar dari pelatihan rupanya, Nene sudah sangat merindukanmu, sini cepat nenek ingin melihatmu karna nenek sudah sangat lama tidak melihatmu"
ucap wanita tua itu dengan semangat.
Lin Tian yg melihat itu hanya bisa tersenyum canggung sambil menggaruk pipinya yg tidak gatal dan berjalan mendekati neneknya.
"wah kau sudah besar, apa kau sudah memiliki kekasih, kalau belum nenek akan mencarikan mu"
ucap wanita tua itu.
"hehehehehe nenek kurasa aku tidak ingin memiliki kekasih untuk saat ini, bahkan aku belum kepikiran untuk memilikinya, aku masih ingin melakukan dan menjalankan tujuanku"
ucap Lin Tian.
"heh kenapa begitu, kau tampan, cerdas, siapa yg akan menolakmu dan lagi umurmu sudah 15 tahun sudah waktunya memiliki calon istri"
ucap wanita tua itu.
"nenek aku masih ingin berpetualang, mencari pengalaman sekaligus melihat luasnya dunia luar"
ucap Lin Tian.
"huh..kau sama saja dengan kakekmu, kenapa sifatnya yg tidak mau diam di tempat menurun kepadamu"
gerutu wanita tua itu.
"ayolah ibu, dia itu seorang pria wajar jika dia ingin berpetualang"
ucap Han Ying.
"apa kau bilang, apa kau tidak tau di luar sana sangat berbahaya bahkan nyawanya bisa terancam, kau malah mendukung nya"
ucap wanita tua itu.
"yah mau bagai mana lagi, aku sebagai ibu hanya bisa mendukungnya apa lagi dia adalah seorang pria"
ucap Han Ying santai.
"baiklah nenek akan setuju jika dia cukup kuat"
ucap wanita tua itu.
"hehehehehe nenek tenang saja, cucumu ini adalah seorang jenius tersembunyi hahahahahaha"
ucap Lin Tian sambil tertawa.
"benar ibu, putra ku itu adalah jenius, putra dari Lin dong tentu saja harus jenius"
ucap Lin dong dengan nada bangga.
__ADS_1
"kenapa kalian ayah dan anak juga sama saja"
ucap wanita tua itu.
"kan dia anak ku ibu, tentu memiliki sedikit sifatku"
ucap Lin dong.
"hah terserah kau, jadi cucuku sudah berada di ranah apa kau sekarang, dan lagi dari mana kau mendapatkan tehnik menyembunyikan ranah, apa dari ayahmu..?"
ucap wanita tua itu.
ia adalah putri kaisar terdahulu dan ibu dari Han ying Han limei.
"oh itu, aku mendapatkannya secara tidak sengaja saat tidur, dan untuk ranahku hanya berada di ranah.."
ucap Lin Tian tidak melanjutkan dan mengeluarkan sedikit aura yg ia tekan.
wus...
aura Lin Tian memenuhi ruangan.
lin dong, Han Ying dan neneknya langsung terkejut.
"au..aura ini, setidaknya kau sudah mencapai ranah kaisar, bagai mana mungkin, apa yg kau kultivasikan, buka. kultivasi iblis kan..?"
ucap Han limei terkejut.
"tentu saja bukan nenek, aku ini adalah anak yg baik untuk apa aku mengkultivasikan kultivasi iblis, yah walaupun tehnik kultivasiku berbeda dengan tehnik keluarga tapi kurasa ini lebih kuat"
ucap Lin Tian sambil mengelus dagunya.
ucap Han limei.
"tidak, aku mendapatkan nya secara tidak sengaja saat tidur"
ucap Lin Tian dengan santai nya.
Han limei yg mendengar itu langsung memukul kepala Lin Tian.
"dasar bocah nakal, apa kau ingin membodohi nenek mu ini"
ucap Han limei kesal.
"aduh..aku tidak berbohong kepada nenek, aku mendapatkannya dari orang yg muncul di dalam mimpiku saat tidur"
ucap Lin Tian.
"apa kau tidak berbohong..?"
ucap Han limei.
"tidak"
ucap Lin Tian sambil mengangkat 2 jarinya.
Han limei yg melihat itu langsung menoleh menatap Han Ying.
__ADS_1
"dia tidak berbohong ibu, mungkin ada seorang ahli kelas atas yg membantunya lewat mimpi"
ucap Han Ying.
"baiklah aku percaya, tapi dengan ranahmu itu, kau bukan lagi jenius, dan sepertinya aku tidak akan menyuruh paman kaisarmu untuk memasukan mu ke dalam sekte besar"
ucap Han limei.
"tidak-tidak aku tidak mau masuk ke dalam sekte, itu membosankan"
ucap Lin Tian sambil menggelengkan kepalanya dengan cepat.
mereka akhirnya sarapan sambil di iringi obrolan ringan.
setelah selesai sarapan Lin Tian langsung pamit untuk pergi ke kota, ia sudah lama tidak menjenguk perkembangan pembangunan wilayah kumuh.
dengan santainya Lin Tian berjalan menuju kota, ia juga memperhatikan sekelilingnya, entah mengapa kota semakin ramai.
"sepertinya kota semakin ramai saja, bagai mana perkembangan klan Wei ya, setelah para tetua nya aku habisi serta Wei liang juga ikut aku habisi, apa ayahnya tidak mencariku" batin Lin Tian.
"aku sekarang sudah tidak memiliki tujuan lagi soal kekuatan, hanya tinggal menjalankan tujuanku untuk membuat kedamaian di tempatku berada, tak ku sangka perkembanganku secepat ini.
hehehehehe aku sekarang sudah menjadi kuat dan bisa menciptakan jurus sesukaku, aku bisa di sebut sebagai alkemis sempurna dengan kekuatan yg unggul dan pemurnian pil yg luar biasa.
aku akan membuat sejarahku sendiri dengan gelar dewa alkemis semesta, bahkan sekarang aku bisa percaya diri jika ada kesengsaraan semesta yg kecil itu, penyesalanku karna aku tidak memiliki kekuatan yg mampu menahan kesengsaraan itu sekarang sudah hilang, bisa di bilang tujuan pertamaku sudah tercapai, dan waktunya untuk membuat kedamaian di seluruh tempat yg akan aku kunjungi"
ucap Lin Tian.
tak terasa Lin Tian sudah tiba di wilayah kumuh.
ia bisa melihat wilayah kuh sangatlah ramai, banyak pengunjung yg mulai berdatangan untuk melihat pembangunan wilayah kumuh.
sudah banyak rumah menara yg selesai di bangun sudah 50% wilayah itu selesai, lebih cepat dari jadwal.
"pembanguan ini cukup cepat, walaupun baru rumah saja yg kebanyakan selesai, sedangkan fasilitas belum ada yg selesai"
ucap Lin Tian.
"saudara Tian"
ucap seorang pemuda yg tak lain adalah Hong liyun.
"hahahahahaha saudara Hong, bagai mana kabarmu"
ucap Lin Tian sambil tertawa.
"kabarku sangat baik saudara, kau sudah menyelesaikan urusanmu saudara Tian..?"
ucap Hong liyun.
"yah begitulah, ngomong-ngomong kenapa sudah banyak pengunjung di sini..?"
ucap Lin Tian.
"ah begini saudara, para pengunjung itu sebenar nya salah para pedagang yg ingin menyewa beberapa toko di daerah ini, tapi dari pijat pemegang proyek tidak mengijinkan nya"
ucap Hong liyun.
__ADS_1
"berani juga mereka, apapun yg terjadi selain para penduduk wilayah kumuh ini tidak akan di beri ijin untuk menyewa bahkan berjualan di sini saudara, karna bagai manapun juga semua toko yg sudah di siapkan ada untuk memenuhi kebutuhan kalian kelak"
ucap Lin Tian.