
Lin Tian yg mendengar ucapan ibunya hanya bisa tersenyum kecut.
"sepertinya ini juga bawaan calon adikku, sialan masih di dalam kandungan saja sudah bisa mengerjaiku"
ucap Lin Tian.
Lin Tian pasrah dan makan banyak.
setelah acara makan selesai Lin Tian pamit untuk pergi ke kota.
seperti biasa, banyak anak-anak klan Lin yg sedang berlatih, tapi Lin Tian cuek saja, karna anak-anak klan Lin tidak ada yg akrap dengannya, semua menjauhi Lin Tian karna tidak bisa berkultivasi, dan dulu ia hanya menghabisakan waktu jalan-jalan di kota, di ganggu oleh anak-anak klan lain dan merenung di taman rumahnya, tapi walau begitu Lin Tian tidak pernah di ganggu oleh anak-anak klan Lin kerja setatusnnya adalah anak Patriak klan.
banyak anak-anak klan Lin yg melihat Lin Tian keluar dari klan tapi mereka juga cuek saja, tanpa berfikir untuk menyapa.
saat Lin Tian keluar dari gerbang klan ia dapat merasakan jika ada yg mengintainya, kekuatan jiwanya sangat kuat jadi presepsinya juga luas melebihi ranah kultivasinya yg masih di ranah kaisar tahap puncak.
"cih..pembunuh bayaran lagi, dan mereka masih berada di ranah raja, sepertinya mereka adalah pembunuh kelas atas, heh setelah gagal membunuhku kalian mengirim pembunuh yg lebih kuat lagi rupanya.
saat di klan aku juga merasakan selalu di awasi saat di kediaman, sepertinya ada mata-mata di kediamanku, dan lagi mata-mata itu sepertinya yg menaruh racun, karna tidak mungkin masakan yg di masak ibu mengandung racun dan di rumah hanya ada kami bertiga dan beberapa pelayan.
hehehhehe aku akan memberi pelajaran kepada kalian setelah urusanku beres dan kalian klan Wei, sepertinya kalian tidak sabar untuk di musnahkan ya"
ucap Lin Tian dalam hati.
ia tetap berjalan ke arah kota seperti tidak tau apa-apa.
"hei ayo ikuti bocah itu, di lihat dari ciri-cirinya bocah itu adalah target kita"
ucap salah satu pembunuh itu.
"baiklah ayo"
sahut temannya, kemudian mereka berdua menghilang.
sebagai pembunuh kelas atas tentu mereka memiliki tehnik khusus.
"heh kalian mengikutiku rupanya, baiklah ayo aku bereskan kalian dan kepala kalian akan aku kirim langsung ke klan we nanti malam"
batin Lin Tian sambil tersenyum tipis.
Lin Tian terus berjalan, saat akan sampai di pusat kota Lin Tian langsung berbelok ke arah tempat yg cukup sepi.
ia berhenti di sana dan menunggu para pembunuh itu datang.
"keluarlah, apa kalian ber dua tidak lelah bersembunyi terus seperti itu"
ucap Lin Tian datar.
ke dua pembunuh yg sedang bersembunyi tentu saja terkejut, mereka sudah di temukan, dan yg menemukan mereka dalam target mereka yg masih berumur 15 tahun, siapa yg tidak akan terkejut.
"hahahhahaha ternyata kau cukup peka juga bocah"
ucap salah satu pembunuh itu sambil menampakan diri 10 meter dari Lin Tian.
__ADS_1
"hanya keroco seperti kalian berdua mencoba mengintaiku"
ucap Lin Tian acuh.
"hahahhahaha kau bilang kami ini keroco, dasar bocah bodoh, kau tidak bisa berkuktivasi, sebelumya kau bisa lolos dari junior kami karna ada ahli yg membantumu, sekarang tidak ada ahli yg membantumu maka ku pastikan hari ini kau akan mati hahahhaha"
ucap salah satu pembunuh sambil tertawa menghina.
"heh...apa dengan kekuatan kalian yg ada di ranah raja itu mampu untuk membunuhku, kalian masih terlalu naif, mungkin di tempat kecil ini kalian termasuk ahli tingkat menengah tapi di tempat yg lebih besar kalian hanya segumpalan debu yg bisa di temukan di mana saja, bahkan bayi pun sudah sanggup membunuh kalian"
ucap Lin Tian sambil menyeringai.
ke dua pembunuh itu kembali tertegun.
"anak ini tidak sederhana kelihatannya, jangan gegabah"
ucap salah satu pembunuh.
"kau benar, aku yakin tidak ada orang lain di sekitar sini selain kita"
sahut temannya.
"sudah selesai berdiskusi ya jika sudah, maka majulah buktikan kemampuan kalian"
ucap Lin Tian santai sambil melipat satu tangannya di belakang punggung seperti ahli.
"jangan sombong kau bocah..!"
"memang itu kenyataan nya, aku hanya bicara kebenaran saja"
ucap Lin Tian memprovokasi.
"bajingan mati saja kau bocah"
ucap salah satu pembunuh, kemudian pembunuh itu menghilang dari tempatnya.
"kau fikir dengan mengandalkan jurus rendahanmu yg mampu menyembunyikan dirimu di kegelapan itu bisa membunuhku, kau terlalu naif"
ucap Lin Tian.
ia tidak bergerak sama sekali dari tempatnya, tapi ia dapat melihat pergerakan pembunuh itu.
pembunuh itu muncul di belakang Lin Tian dan langsung mengayukan belati panjangnya ke arah leher Lin Tian.
Lin Tian masih tidak bergerak, ia hanya tersenyum saja, saat belati itu hanya berjarak beberapa senti dari lehernya, tiba-tiba Lin Tian sudah menghilang dari tempatnya.
pembunuh itu terkejut, belatinya hanya mengenai udara kosong, ia yakin jika belatinya itu akan mengenai targert nya hanya tinggal beberapa inci lagi.
"kau sangat lambat"
ucap Lin Tian dingin, yg sudah berada di belakang pembunuh itu.
craaasss...
__ADS_1
Lin Tian mengayukan telunjuknya yg sudah ia aliri qi elemen angin seperti belati tajam.
"buk...
suara benda jatuh terdengar di tempat sepi itu.
sedangkan teman pembunuh itu masih diam di tempat, ia dapat melihat kejadian yg ada di depan nya dengan jelas, tapi ia tidak bisa melihat pergerakan Lin Tian.
"eh.."
ucap si pembunuh itu, ia belum merasakan jika tangan nya yg memegang belati sudah jatuh ke tanah.
"cepat pergi dari sana dasar bodoh..!"
triak temannya.
karna terikan temannya, ia langsung tersadar, dan saat ia tersadar ia langung merasakan rasa sakit di pundak kanannya.
ia langsung melihat ke arah pundaknya dan ia langsung terkejut saat tangan kanannya sudah berada di tanah.
"aaaarrrggggkk....
tanganku...
triaknya kesakitan.
"cepat pergi dari sana bodoh..!"
Tria temannya lagi dengan tubuh bergetar.
pembunuh itu langsung sadar dan menahan rasa sakitnya dan berusaha pergi dari tempatnya berdiri.
tapi sebelum ia dapat bergerak Suara tebasan kembali terdengar.
"selasss...
buk....
suara benda jatuh kembali terdengar .
"aaarrgghh...
pembunuh itu kembali ke bilangan tangan kirinya, dia langsung jatuh berlutut dengan erangan rasa sakit yg luar biasa, darah terus keluar dari ke dua pundaknya yg sudah tidak ada lengan yg menggantung lagi.
temannya kali tertegun, ia tidak dapat melihat pergerakan Lin Tian saat memotong lengan temannya, ia semakin ketakutan dan yakin jika targetnya adalah ahli kelas atas.
dia terpikir untuk kabur dan memberikan informasi kepada pemimpin, dia tidak perduli kepada temannya, lokasinya terlalu dekat dengan musuh dengan kemampuannya ia tidak yakin dapat menolong temannya.
bagaimanapun informasi ini lebih penting bagi seorang pembunuh sepertinya.
"heh kau mencoba kabur dariku, itu tidak mudah"
ucap Lin Tian sambil menyeringai kejam.
__ADS_1