
kedatangan kereta Lin Tian membuat anggota klan Qin menjadi heboh, terutama para generasi muda yg sedang berlatih di lapangan klan Qin.
"wah..benda apa itu, sangat indah dan mewah sekali, apa ada tamu dari kekaisaran lain yg berkunjung ke klan kita...?"
ucap seorang gadis klan Qin dengan mata penuh bintang karena takjub akan keindahan kereta Lin Tian yg terbuat dari emas dan mengeluarkan aura yg sangat mewah.
saat kereta Lin Tian mendarat, sudah banyak anggota klan Qin yg berkumpul di pinggiran lapangan klan.
"mari kita keluar tetua, ku rasa sudah banyak yg mengawasi kita"
ucap Lin Tian dengan santai.
"mereka adalah anggota klan Qin tuan, tapi ada juga sebagian dari mereka adalah pendukung Qin tui"
ucap Qin yiu.
"oh, ayo turun"
ucap Lin Tian dengan santai, dia keluar dari kereta di ikuti oleh para tetua dan juga baihu dan fenghuang, setelah semua orang keluar, Lin Tian menyimpan kembali kereta terbang nya.
"wah..bukan nya itu adalah tetua yiu,er dan Rui, siapa pemuda itu, apa dia adalah orang penting dari kekaisaran lain, tapi kenapa pakaian nya seperti rakyat biasa"
ucap salah satu gadis, yg tidak lain adalah generasi muda klan Qin.
"seperti nya dia adalah tamu penting yg di undang secara langung oleh para tetua, apa lagi, tadi kereta tanpa kuda yg mewah itu bisa mengecil dan di simpan oleh pemuda itu, yg arti nya kereta itu adalah sejenis artefak yg sangat luar biasa dan langka"
sahut pemuda lain.
di salah satu bangunan, tempat di mana biasa nya para tetua menikmati waktu luang sambil mengawasi para generasi muda berlatih di halaman, di sana saat ini berdiri seorang pemuda yg berumur sekitar 20 tahunan, mata nya menyipit saat melihat rombongan Lin Tian.
"siapa pemuda itu, dan kenapa para orang tua itu bisa bersama nya, dan lagi di lihat dari artefak kereta tadi, aku tidak bisa meremehkan latar belakang nya, walaupun penampilan nya seperti rakyat biasa, tapi karena bisa datang ke.klan Qin bersama para ora g tua bodoh itu, itu arti nya dia bukan pemuda biasa.
Hem....bisa jadi dia adalah bantuan dari luar yg berhasil di ajak oleh 3 orang tua itu.
cih..kalian pikir pemuda tanpa kultivasi yg seperti nya hanya mengandalkan latar belakang nya itu bisa membantu kalian, sungguh naif dan bodoh, tapi dia binatang buas itu cukup menarik, jika aku bisa mendapatkan nya, itu akan menjadi hewan peliharaan yg indah, apa lagi mereka masih kecil dan itu masih bisa di tundukan dengan mudah"
batin pemuda itu dengan senyuman
sinis di bibir nya, dia adalah putra Qin tui bernama Qin isu dia adalah murid dalam sekte air hitam, yg sebentar lagi akan memenuhi syarat untuk masuk ke dalam murid inti jika dia berhasil mencapai ranah jendral bela diri.
tatapan Lin Tian yg tenang tiba-tiba melirik ke arah Qin sui, senyuman tipis terukir di bibir nya.
Qin sui tentu melihat kejadian itu, dia sempat terkejut dan berfikir secara tak sadar.
__ADS_1
"apa dia tadi melirik ku, tapi apakah dia sengaja atau bagai mana, jika dia sengaja, kemungkinan besar dia bukan pemuda biasa...
tidak-tidak dia sama sekali tidak memancarkan aura seorang kultivator, yg arti nya dia tidak berkuktivasi dan hanya lah sampah"
batin Qin sui sambil menggelengkan kepala nya menyangkal semua pikiran yg ada.
"kau cepat laporkan hal ini kepada ayah ku, ini adalah berita mencurigakan"
ucap Qin sui kepada pengawal yg ada di belakang nya dengan tenang.
"baik tuan muda"
ucap pengawal itu dengan patuh sebelum pergi.
"mari tuan muda sebelah sini, maaf karena sambutan kami kurang baik"
ucap tetua yiu.
"tak apa tetua yiu, tapi aku mencium bau iblis di sini, apa tetua sudah tau..?"
ucap Lin Tian sambil tersenyum tipis.
"ini bau yg sudah tidak aku cium sejak lama, tak ku sangka aku bisa mencium bau busuk ini lagi saat aku di lahirkan kembali di alam rendah ini"
ke tiga tetua Qin itu langsung terkejut begitu mendengar ucapan Lin Tian yg terkesan santai itu.
"kami tidak mengetahui nya tuan muda, bagai manapun saat ini kami tidak bisa bertindak dengan bebas Karena Maslah internal ini"
ucap tetua Qin Rui.
"hal itu sudah wajar, sebaik nya kita segera menyembuhkan kaisar dan para abdi nya, itu akan lebih baik"
ucap Lin Tian sambil berjalan santai ke arah yg di tunjuk tetua Qin yiu.
"selamat datang tetua"
ucap salah satu generasi muda yg ikut berkumpul di halaman utama klan.
tetua Qin yiu hanya tersenyum ramah sambil menganggukan kepala nya pelan.
"panggil ayah mu, katakan saja aku sudah kembali dan menunggu nya di kediaman Patriak"
ucap Qin yiu sambil tersenyum tipis.
__ADS_1
"baik tetua"
ucap pemuda itu, tentu dia mengerti apa yg di maksud tetua Qin yiu.
"generasi klan Qin memang beda, banyak yg berbakat di sini"
ucap Lin Tian dengan kebiasaan santai nya.
"di bandingkan dengan klan Lin, ini tidak sebanding tuan muda"
ucap Qin yiu sambil tersenyum masam.
"oh..apa tetua sudah pernah melihat generasi muda klan Lin ku...?"
ucap Lin Tian sambil tersenyum tipis.
"tentu belum tuan muda, tapi berita tentang perkembangan klan Lin sudah menyebar sampai sini, generasi muda klan Lin yg paling lemah saat ini saja sudah berada di ranah prajurit tingkat puncak, kita tau pemuda yg berumur di bawah 20 tahun yg sudah mencapai ranah prajurit bela diri merupakan jenius dan akan menjadi rebutan sekte-sekte besar.
sedangkan rata-rata di usia itu, paling hanya berada di ranah senior bela diri dan hanya menjadi murid luar biasa jika memasuki sekte besar, setidak nya itu berita dan informasi yg tersebar di sini"
ucap Qin yiu.
"hahahhaha ranah seseorang tidak bisa di jadikan patokan pasti akan kemampuan orang itu tetua, ada yg masih berada di ranah prajurit tapi kemampuan nya sudah cukup untuk melawan ranah di atas nya"
ucap Lin Tian sambil tertawa pelan.
"yah..tuan muda benar, memang tiap orang itu memiliki jalan nya masing-masing"
ucap tetua Qin yiu.
"paman, sebaik nya semua tetua dan abdi yg terkena racun itu di kumpulkan di kediaman Patriak, hal ini jauh lebih cepat bukan"
ucap Lin Tian dengan tenang.
"itu bisa di atur tuan muda Lin, saudara Rei sebaik nya saudara pergi menemui para tetua Lin dan juga tetua terdahulu untuk membantu mengumpulkan semua orang yg terkena racun ini, soal ratu, sebaik nya kita pergi ke istana secara langsung setelah mengurus urusan di sini"
ucap Qin yiu.
"baik lah, aku mengerti saudara yiu, jika begitu aku pamit dulu tuan muda Lin"
ucap tetua Qin Rei.
"baik tetua Rei"
__ADS_1
ucap Lin Tian.