Reinkarnasi Sang Dewa Alkemis.

Reinkarnasi Sang Dewa Alkemis.
bab 121.menyelamatkan 3 pria paruh baya dan pagoda darah


__ADS_3

lin Tian duduk dengan tenang di tepat yg sudah dia siapkan, Lin Tian juga menutup kembali mulut goa yg mengarah ke hamparan lava.


di sepanjang tebing benua, ada 3 sosok yg sedang bertempur dengan 8 orang dengan pakaian serba merah.


Trak..


Trang..


bom..


wussss...


bukk...


uhukkk..


UKK..


suara benturan berbagai senjata dan anggota tubuh dapat terdengar, pertempuran itu cukup kuat, area sekitar mereka sudah banyak yg hancur, bahkan serangan jurus mereka cukup kuat, yg rata-rata mengeluarkan jurus tingkat 6.


"hahahhaha menyerah lah kalian, kalian tidak akan pernah sampai di klan Lin, karena kami akan membunuh kalian sebelum kalian sampai di sana hahahahha"


ucap salah satu orang dengan pakaian serba merah itu dengan tertawa lantang.


"ugg..uhukk..


"kami tidak akan menyerah, kalian para pembunuh pagoda darah memang hebat, kalian seperti nya adalah anggota tingkat perak, siapa yg menyewa kalian...?"


ucap seorang pria paruh baya dengan darah yg sudah menetes dari bibir nya, sudah jelas dia sedang terluka cukup parah.


"hahahahhaha kami pembunuh bayaran pagoda darah tidak akan memberi tau mu tentang informasi pelanggan kami, tapi tebakan mu benar kami adalah anggota perak dari pagoda darah hahahahaha"


ucap seorang dari kelompok pembunuh itu dengan sinis dan senang karena sebentar lagi misi nya akan selesai.


"sialan, mereka semua berada di ranah kaisar awal, walaupun kami kaisar tingkat menengah tapi kami kalah jumlah, dan jurus yg mereka gunakan juga hebat berserta beberapa trik licik dan tersembunyi di lengan baju mereka, ini akan sangat sulit, Patriak tidak akan bertahan lama jika salah satu dari kami tidak segera pergi dari sini dan secepat nya sampai ke klan Lin"


bati salah satu dari tiga orang pria paruh baya itu sambil mencari celah di sekitar nya.


"saudara, jika ada kesempatan di antara kita untuk kabur, maka jangan ragu, cepat pergi dan sebisa mungkin bergerak secepat nya untuk sampai di klan Lin, setelah itu segera dapatkan obat nya dan minta bantuan klan Lin untuk mengantar kita, entah itu aku ataupun salah satu di antara kalian"


ucap pria paruh baya yg sudah terluka cukup parah.


"baik saudara, bagai manapun kesembuhan Patriak lebih penting dan lagi selama Patriak sembuh maka tetua pertama tidak akan bisa berbuat banyak"


ucap rekan nya dengan pelan.


"hahahhaha kalian tidak akan bisa melarikan diri dari tangan kami, kalian hanya bertiga sedangkan kami ada 8, walaupun ranah kalian lebih tinggi dari kami, tapi kami juga tidak kalah hahhahahaha"


ucap salah satu anggota pembunuh bayaran dengan tawa nya yg keras.


"kalian tidak akan berhasil membunuh kami, kalian pikir kami tidak memiliki senjata di balik lengan baju kami"


ucap pria paruh baya sambil tersenyum tipis.


"hahahaha kita lihat saja, ayo kita bunuh mereka, jangan mengulur waktu lagi"


ucap anggota pembunuh bayaran itu.


kelompok pembunuh bayaran itu langsung mengangguk.


wuzzz..


Trak..


serangan salah satu pembunuh berhasil di tahan oleh pedang pria paruh baya.


Trang..


Trak..


buk..


duak...


krakk..


pertempuran berjalan dengan sangat alot, satu pria paruh baya akan di serang 2-3 orang, hal ini jelas sangat berat.


suara benturan pedang dan serangan yg mengenai tubuh terus terdengar.


di sisi Lin Tian saat ini, dia masih duduk dengan santai.


wuusss.....


buk..


buk..


kiiiiaaaaakkk...


suara benda jatuh dapat terdengar.


Lin Tian melihat ke arah benda yg baru saja terjatuh, saat dia melihat, di tanah sudah ada 2 kerbau tanduk emas dengan tubuh yg sudah kaku karena terbakar, tapi tidak sampai hangus dan matang.

__ADS_1


"tuan aku mendapatkan 2 hewan buas ini, ku rasa daging nya yg paling enak"


ucap Fenghuang.


"bagus Feng, kita bisa makan daging dan minum arak sekarang, baihu pergi lah ke arah barat, ikuti tebing benua ini, kau akan menemukan pertempuran yg tidak seimbang, tolong lah 3 pria paruh baya yg sedang terdesak dan bawa ke sini, kurasa ini hal mudah bagimu dan makanan nya akan siap setelah kau kembali bersama mereka"


ucap Lin Tian dengan santai.


baihu yg sedang berbaring malas langsung heran karena Lin Tian memberi nya perintah mendadak, tapi dia tidak bertanya, dia yakin jika tuan nya pasti memiliki alasan khusus.


"baik tuan"


ucap baihu lalu melesat pergi sesuai petunjuk Lin Tian.


"tuan dari mana tuan tau jika di sana ada pertempuran....?"


ucap Fenghuang.


"haya filing"


ucap Lin Tian santai.


Fenghuang yg mendengar itu langsung tertegun, dia menjadi bodoh dalam sekejap.


"baik lah aku akan mengurus dua hewan buas hasil buruan mu itu"


ucap Lin Tian dengan santai.


Lin Tian dengan santai dan cekatan nya mengurus hasil buruan fenghuang.


di sisi baihu, dengan cepat dia bisa mendengar suara pertempuran.


"eh...ternyata benar"


batin baihu.


gooooaaarrrrrrr ......


Auman baihu menggelegar di wilayah itu, membuat pertarungan yg tidak seimbang itu berhenti dalam sekejap.


goooaaarrrrrrrrr...


"Auman apa itu...?"


ucap salah satu pembunuh bayaran sambil melihat sekeliling nya.


bom....


suara benda jatuh langsung menggetarkan area pertarungan.


goooarrrrr....


"sialan hewan buas dari mana i i..?"


ucap salah satu pembunuh bayaran dengan keterkejutan di wajah nya.


ke tiga pria paruh baya itu mengerutkan dahi nya, mereka juga terkejut.


baihu langsung memandang ke arah para pembunuh bayaran itu, dan tak lama langsung mengeluarkan aura nya.


bussss....


aura dengan penuh kekejam an langsung dapat di rasakan semua orang.


baihu mengalikan pandangan nya ke tiga orang pria paruh baya dengan tubuh penuh luka.


"ternyata benar, filing tuan selalu benar"


batin baihu.


gooaorrr...


baihu dengan sangat cepat dan menggunakan elmen angin nya bergerak ke arah 8 pembunuh bayaran, walaupun tubuh nya besar, tapi itu bukan penghalang dirinya untuk bergerak dengan cepat, bagai manapun baihu memiliki elmen angin.


wusss....


slas...


slass..


slaassss...


buk...


buk...


buk..


cakar baihu yg di lapisi elemen angin begitu tajam, di padukan dengan gerakan nya yg begitu cepat, membuat nya mudah membunuh musuh ny.


slaassss...


slass...

__ADS_1


wusss...


slasss..


buk.


buk...


buk


semua orang terdiam, mereka tidak sempat bereaksi, 6 pembunuh bayaran sudah terpenggal kurang dari 8 detik.


"i..ini...sangat kuat, hewan buas macam apa ini...?"


ucap salah satu pria paruh baya itu dengan mata terbelalak lebar.


goooarrrr.....


dia pembunuh bayaran yg tersisa langsung terdiam, mereka tidak bisa menggerakkan tubuh nya, walaupun sebagai pembunuh bayaran, gerakan mereka sudah terlatih, tapi di depan harimau yg menyerang mereka ini, mereka sama sekali bukan apa-apa selain hanya batu yg terdiam di tempat nya.


"ka...kau...sialan, kabur...."


ucap salah satu pembunuh bayaran itu, memaksakan tubuh nya untuk bergerak melarikan diri, jantung nya berdetak sangat cepat, hati nya merasakan rasa takut yg luar biasa.


gooaaarrr....


wusss...


baihu menghilang dari tempat nya dan muncul.di depan pembunuh bayaran yg ingin melarikan diri.


slaaa...


eh...


ucapan terakhir pembunuh bayaran yg ingin melarikan diri, dia sama sekali tidak merasakan rasa sakit, tapi pandangan nya sudah berputar.


buk...


kepala nya terpenggal dengan sangat rapi, bahkan darah belum sempat keluar saat kepala nya sudah jatuh ke tanah.


aaaaarrrgggghhhh....


"Jangan mendekat, jika kau mendekat pagoda darah akan mencarimu Bahakan sampai ke ujung dunia sekali pun"


ucap sosok pembunuh bayaran yg tersisa.


goooarrr...


wusss...


slaaasss...


gooaaarrr....


"sialan aku di ancam oleh semut yg ingin mengandalkan sarang semut nya, aku hewan suci di ancam semut, akan sangat memalukan bagi ras ku"


batin baihu kesal.


pandangan baihu langsung beralih ke tiga pria paruh baya yg terdiam mematung di tempat.


"kalian jangan takut, aku di utus tuan ku untuk menolong kalian dan membawa kalian ke tempat nya istirahat, kalian bisa naik ke punggungku agar lebih cepat"


ucap baihu dengan nada datar lewat pesan jiwa.


ke tiga pria paruh baya itu mendengar suara di pikiran mereka, mereka langsung terkejut dan pandangan mereka langsung mengarah ke arah baihu.


"a..apa tuan harimau yg berbicara dengan saya...?"


ucap salah satu pria paruh baya itu dengan terbata-bata karena masih merasakan takut di hati nya.


"ya ini memang aku, cepat naik, aku sudah lapar dan ingin segera makan daging bakar"


ucap baihu tidak sabaran, jika bukan karena tuan nya pasti dia tidak akan mengijinkan orang lain naik ke punggung nya.


"ba..baik tuan, hei kalian ayo cepat naik"


ucap pria paruh baya itu.


setelah menahan rasa takut mereka, akhir nya mereka bertiga naik ke punggung baihu dan baihu pun langsung melesat kembali ke tempat Lin Tian.


"awas saja jik a burung jelek itu menghabiskan daging dan arak ku, aku akan mencabut semua bulu nya untuk ku jadikan hadiah kepada kekasihku kelak"


batin baihu yg takut tidak kebagian daging kerbau tanduk emas bakar nya.


hanya dalam sekejap, baihu telah sampai di tempat Lin Tian.


wusss....


"tuan tugas telah selesai"


ucap baihu.


"bagus baihu, turun kan mereka"

__ADS_1


ucap Lin Tian tanpa menoleh dan sibuk membalik 2 kerbau utuh yg sedang di panggang.


__ADS_2