Reinkarnasi Sang Dewa Alkemis.

Reinkarnasi Sang Dewa Alkemis.
bab 153.mengobrol dengan Qin kuo,Lin Tian menjadi tolak ukur.


__ADS_3

Dengan cepat Qin kuo mengambil satu tong yg berisi penuh dengan arak.


"arak ini cukup nikmat"


ucap Lin Tian sambil tersenyum, di tangan nya ada cawan kecil yg sudah kosong.


"hahahhahaha sudah ku duga kau akan menyukai nya nak, arak ini benar-benar berkualitas, jika saja aku tau resep arak ini, mungkin aku bisa membuat nya lagi, walaupun itu hanya harapan saja hahahaha"


ucap Qin kuo.


"ini arak sepiritual, tapi sayang sekali arak ini masih kurang satu bahan agar khasiat nya bisa lebih terasa"


ucap Lin Tian dengan tenang.


"eh...apa kau tau jenis arak ini nak...?"


ucap Qin kuo.


"arak ini adalah arak yg di buat dari beberapa herbal dan buah herbal, salah satu nya adalah anggur hitam yg hanya tumbuh di wilayah yg memiliki konsentrasi elemen tanah yg bersuhu dingin, ada juga rumput sepiritual api dan masih ada beberapa lagi, aku pernah minum arak yg di bawa guruku sebelum kami berpisah, jika di bandingkan arak ini masih kalah dengan arak yg di bawa guru, tapi jika di bandingkan dengan arak di alam ini, arak ini adalah arak terbaik yg pernah ada, bagai manapun arak ini masuk jenis arak sepiritual tingkat tinggi di alam ini"


ucap Lin Tian.


"ka..kau...kau tau resep dari arak ini nak...?"


ucap Qin kuo dengan tergagap.


"aku adalah seorang alkemis tetua, tentu aku hafal berbagai rasa dari tanaman herbal terutama yg di gunakan untuk membuat arak sepiritual"


ucap Lin Tian sambil tersenyum.


Qin kuo langsung tertegun saat mendengar ucapan Lin Tian, dia tidak menyangka jika pemuda yg bersama nya saat ini adalah seorang alkemis, di usia nya yg begitu muda, selain kultivasi nya yg tinggi dia juga adalah seorang alkemis, salah satu keterampilan yg cukup sulit untuk di pahami dan hanya orang yg memiliki bakat dan pemahaman yg baik di bidang alkemis yg bisa terus belajar dan memahami keterampilan ini.


"hah...sungguh bakat mu sangat mengerikan nak"


ucap Qin kuo.

__ADS_1


"tidak juga, tidak ada yg tidak mungkin jika kita terus belajar dan berlatih, memahami apa yg kita pelajari sedikit demi sedikit hingga menjadi kebiasaan, di dunia ini tidak ada yg tidak mungkin jika kita terus berusaha tetua"


ucap Lin Tian dengan bijak.


"hahahahahaha aku menyukai pemuda yg memiliki sifat seperti mu, selain unik, kuat, kau juga rendah hati, jika pemuda di luar sana, pemuda yg memiliki bakat dan kekuatan seperti mu, pasti mereka sudah sombong dan terlalu bangga akan diri sendiri hingga memandang orang lain dengan rendah.


"tidak tetua, aku masih sama dengan pemuda yg ada di dunia luar, beda nya aku sudah mulai memahami hal yg lebih dalam dari pada mereka saja"


ucap Lin Tidan sambil tersenyum.


"hahahahaha aku mengerti, ayo kita minum lagi"


ucap Qin kuo sambil tertawa renyah.


mereka akhir nya melanjutkan minum-minum nya.


"nak apa yg kau tau dengan alam tengah..?"


ucap Qin kuo yg penasaran akan pengetahuan yg di miliki oleh Lin Tian tentang alam tengah.


Seorang ahli di sana jauh lebih muda dari pada ahli yg berada di tingkat yg sama dari alam rendah ini"


ucap Lin Tian.


Dia terus bercerita tentang alam tengah.


Di dalam klan Qin saat ini juga sedang gempar tentang kemampuan yg di perlihatkan Lin Tian, mereka semua tidak menyangka jika tuan muda klan Lin yg terkenal sebagai jenius 10 ribu tahun ternyata bukan hanya rumor belaka, di usia nya yg masih sangat muda, selain cerdas juga adalah ahli tingkat tinggi.


para generasi klan Qin yg seusia dengan Lin Tian langsung terpuruk, mereka.sudah latihan cukup.keras dan menghabiskan sumber daya tak sedikit dan di antara mereka juga merupakan bagian dari jajaran pemuda jenius, tapi di bandingkan dengan Lin Tian, mereka hanya seperti domba yg berhadapan langsung dengan harimau.


"jarak kita terlalu jauh jika di bandingkan dengan tuan muda klan Lin, tak ku sangka rumor yg beredar selema ini memang kenyataan"


ucap salah satu generasi klan Qin dengan wajah yg sedikit murung.


"kalian tidak perlu menyamakan diri kalian dengan tuan muda Lin, dia bukan lah pemuda yg sederhana sedangkan kalian murni generasi muda yg setara dengan generasi kalian, jika kalian membandingkan diri kalian dengan monster jenius itu, maka kalian hanya akan merugikan diri kalian sendiri.

__ADS_1


Jadikan lah tuan muda sebagai tolak ukur dan semangat kalian, kejar dia semampu kalian, jika kalian bisa menjadi kuat seperti nya maka kalian akan menjadi jenius luar biasa di generasi kalian, tentu saja tidak perlu menyamai nya, hanya perlu mengejar di belakang nya saja sudah cukup"


ucap salah satu tetua yg kebetulan ada di sana setelah mengurus para penghianat klan.


"tetua benar, kita jangan menyamakan diri kita dengan monster, karena itu mercuma dan hanya akan menghambat kultivasi kita, yg terpenting saat ini, jadikan tuan muda Lin itu sebagai alasan kita untuk terus bertambah kuat dan jadikan dia sebagai contoh sekaligus sebagai tingkatan jenius yg sesungguh nya"


Ucap salah satu generasi muda dengan semangat.


semua generasi muda yg ada di sana saling mengangguk, saat ini yg ada di pikiran mereka adalah mengejar Lin Tian.


di sisi lain saat ini Lin Tian masih dengan santai minum arak bersama Qin kuo.


"jadi begitu, dunia ini memang luas"


ucap Qin kuo setelah mendengar cerita dari Lin Tian.


"bukan dunia ini yg luas, tapi semesta ini jauh lebih luas dari pada dunia ini tetua, masih ada banyak misteri di luar sana"


ucap Lin Tian sambil tersenyum.


"nak aku merasa kau seperti seorang ahli yg sudah sangat berpengalaman dalam hidup, usia mu tidak sama dengan prilakumu"


ucap Qin kuo.


"orang yg selalu belajar dan kurang akan pengetahuan dan ilmu akan memiliki sifat dan prilaku yg berbeda dari pada orang yg satu generasi dengan nya tetua"


ucap Lin Tian sambil tersenyum.


"kau memang bijak nak"


ucap Qin kuo sambil tersenyum.


"lalu bagai mana menurutmu tentang dunia kecil ini nak...?"


ucap Qin kuo.

__ADS_1


__ADS_2