
angin yg besar dan kuat langsung melesat ke arah kelompok murid sekte air hitam itu.
bommmm....
bom...
ledakan kuat mengakibatkan angin menyebar dengan sangat kuat.
semua orang langsung terpental.
arrrggg.....
aarrrrhhhggkk...
teriakan para murid sekte air hitam itu terdengar menyedihkan.
bom...
bom
bom.
"bukan kah ini terlalu kuat, sialan sebenar nya berada di tingkat apa pemuda itu, bahkan hanya dengan lambaian tangan santai nya dapat menimbulkan angin sekuat ini"
ucap salah seorang kultivator yg sebelum nya mengantri.
"ini terlalu kuat, serangan seperti ini hanya bisa di lakukan oleh ranah kaisar, apa mungkin dia berada di ranah kaisar"
ucap yg lain sambil tiarap agar tidak ikut terpental karena kuat nya angin akibat dampak ledakan.
"ugghhhhh...
"sialan dia terlalu kuat"
ucap salah satu murid sekte air hitam sambil menahan rasa sakit.
dia mencoba memulihkan diri nya sambil melihat ke arah teman-teman nya yg dalam kondisi sama seperti nya.
"kalian masih terlalu lemah tapi sudah sombong"
ucap Lin Tian dengan santai.
__ADS_1
semua orang mendengar ucapan Lin Tian, mereka tentu terkejut dengan ucapan Lin Tian.
"haaaa ibu, Ayi takut huaaa.."
suara tangaisan anak kecil terdengar di lokasi itu, Lin Tian juga tersadar dan melihat ke arah anak kecil yg di peluk ibu nya sambil tiarap di tanah.
"mereka hanya manusia biasa, aku tidak memikirkan hal itu sebelum nya, yah sebenar nya tadi aku hanya melambaikan tangan biasa saja, tapi tak ku sangka akan sebesar ini"
ucap Lin Tian sambil berjalan ke arah anak dan ibu itu.
ibu anak itu yg melihat Lin Tia. berjalan ke arah mereka langsung gemetar, dia takut jika mereka akan di bunuh.
"tu..tuan muda, tolong ampuni putriku, dia masih kecil dan tidak tau apa-apa"
ucap wanita paruh baya itu.
Lin Tian yg mendengar itu hanya tersenyum tipis, lalu dia berjongkok.
"bibi, bangun lah, aku tidak akan menyakiti kalian ataupun orang lain yg ada di sini"
ucap Lin Tian sambil tersenyum dan membantu wanita itu berdiri.
ucap Lin Tian sambil mengusap kepala gadis kecil itu.
gadis kecil yg merasakan kelembutan Lin Tian langsung berhenti menangis.
"terimakasi tuan muda"
ucap wanita paruh baya itu sambil menundukan kepala nya.
"adik kecil, kakak punya hadiah untukmu, suatu saat ini akan sangat berguna untuk mu dan ibu mu, dan lagi hadiah ini hanya akan menjadi milikmu, jika kau memberikan nya kepada orang lain maka hadia ini akan kembali lagi ke padamu dan lagi orang yg akan kau berikan hadiah ini akan celaka, jadi jangan kau berikan kepada siapapun apa kau mengerti adik kecil"
ucap Lin Tian sambil menyerahkan cicin permata biru.
Lin Tian melihat jika anak perempuan kecil itu memiliki tubuh khusus bawaan, yaitu tubuh es abadi, cicin yg dia berikan adalah cicin yg baru saja dia ciptakan, cicin itu mengandung energi Yin dan yang, energi yang yg ada di dalam cicin itu akan membantu dia saat tubuh nya bangkit yg di mana nyawa nya akan terancam, setelah energi yang pada cicin itu terserap maka tubuh nya akan bangkit dengan sempurna dan dia juga akan selamat, setelah dia selamat maka energi Yin yg ada pada cicin itu akan membuat pemakai nya bisa dengan muda memurnikan energi Yin dari alam sebelum di serap oleh tubuh.
walaupun dia memiliki tubuh es abadi, tapi dia hanya menyerap energi Yin dari alam tanpa di murnikan terlebih dahulu, walaupun nanti nya energi itu akan di murnikan di dalam tubuh, tapi jika memalui cicin itu maka dia energi yg dia serap akan semakin murni.
gadis kecil itu hanya melihat dengan dia ke arah Lin Tian, dia kemudian melihat ke arah ibu nya tanda meminta persetujuan.
Lin Tian tentu tau akan hal itu, dia hanya tersenyum sebelum mengirim telepati kepada wanita paruh baya itu.
__ADS_1
"bibi, putrimu memiliki tubuh sepesial, yaitu bawaan es abadi, dia memiliki bakat yg sangat baik dalam berkultivasi elemen es, jika ada sekte khusus yg mengetahui jenis tubuh putrimu, aku yakin putrimu akan di rekrut oleh mereka, dan lagi jika putrimu tidak berkultivasi sesegera mungkin maka dia tidak akan bertahan, dan dia akan mati pada umur nya yg ke 9 tahun, sekarang ini dia baru berumur 6 tahun, masih ada waktu 3 tahun dan lagi walaupun dia sudah berkultivasi umur nya hanya akan mencapai umur 18 tahun, oleh karena itu di perlukan tehnik khusus untuk nya berkultivasi agar kebangkitan tubuh nya tidak mengancam nyawa nya.
cicin yg aku berikan adalah cicin sepiritual kusus, termasuk cicin yg tidak ternilai harga nya, cicin itu menyimpan energi Yin dan yang dari alam, energi yang akan membantu menahan energi Yin pada tubuh putri mu saat tubuh itu bangkit, energi itu akan menyetabilkan energi Yin yg berlebihan, dengan begitu dia akan selamat, setelah tubuh nya bangkit, energi Yin yg di hasilkan oleh cicin itu akan membantu nya berkultivasi lebih lancar.
tentu saja ada manfaat lain, salah satu nya adalah, cicin itu mampu mengenali tuan nya saat dia dalam bahaya yg mengancam nyawa dan lagi cicin itu bisa melindungi kalian kelak, cicin itu juga tidak akan bisa di lepaskan dari tubuh putrimu dan hanya bisa lepas saat waktu nya tiba suatu hari nanti"
ucap Lin Tian lewat telepati.
wanita paruh baya itu langsung mematung di tepat, dia dapat mendengar suara Lin Tian muncul di fikiran nya.
"bibi demi keselamatan putri mu kelak maka terimalah kebaikan ku ini"
ucap Lin Tian sambil tersenyum ramah.
"adik kecil, saat umur mu 7 tahun kakak akan memberimu hadiah lagi, hadia itu akan muncul dari dalam cicin ini dan hanya kau yg bisa melihat dan mengambil nya, pada saat itu, pelajari lah hadiah dari kakak ini, oh satu lagi cicin itu tidak akan bisa di lepaskan dan juga bisa berpindah-pindah di semua bagian tubuh mu jadi nanti jangan terkejut"
ucap Lin Tian sambil mengusap rambut gadis kecil itu.
wanita paruh baya itu langsung tersadar.
"terimakasi banyak tuan muda, saya tidak tau bagai mana berterimakasi kepada tuan muda, saya hanya pedagang kecil di dalam kota ini, jika tuan muda berkenan tuan muda bisa mampir ke rumah kecil kami di kota ini"
ucap wanita paruh baya itu dengan tulus.
"kakak apa kakak adalah dewa...?"
ucap gadis kecil itu dengan mata berbinar.
Lin Tian yg mendengar itu hanya tersenyum.
"gadis kecil siapa namamu, adik kecil bisa memanggil kakak ini kakak Tian"
ucap Lin Tian lembut.
"nama ku yinhua kakak Tian, aku tinggal bersama ibu di kota ini sambil menjaga kedai kami, ayahku sudah lama pergi berperang sejak aku masih bayi"
ucap gadis kecil itu.
"hahahahahaha baik yinhua, kakak bukan dewa, kakak adalah seorang kultivator dan juga seorang alkemis, apa Yin Hua tau tentang kultivator dan alkemis..?"
ucap Lin Tian.
__ADS_1