Reinkarnasi Sang Dewa Alkemis.

Reinkarnasi Sang Dewa Alkemis.
bab 167.kesadaran hati yg tinggi Lin Tian.


__ADS_3

"percaya atau tidak, anginku bisa memadamkan apimu itu, dasar burung Pipit yg terbakar"


balas baihu dengan sinis.


"tuan...apa aku boleh memanggang kucing jelek ini...?"


ucap Fenghuang dengan kesal.


Mendengar itu lin Tian hanya menghela nafas pelan sambil menggelengkan kepalanya.


"fenghuang apa kau sudah menyelesaikan urusanmu di sana....?"


ucap Lin Tian dengan santai.


"tentu sudah tuan, semua sudah siap ,bahkan aku sudah mengumpulkan banyak sumber daya dan juga arak sepiritual yg di buat khusus oleh ras hewan buas, cukup untuk persediaan selama 2 tahun ke depan"


ucap Fenghuang dengan senang dan bangga.


"oh...itu baik kalau begitu"


ucap Lin Tian sambil tersenyum tipis.


Mendengar itu, fenghuang langsung gembira, bagai manapun pujian dari tuan muda nya sangat menyenangkan untuknya.


walaupun tuan muda nya masih sangat lah muda, bahkan umur nya yg baru 16 tahun, tapi prilaku dan cara berpikirnya tidak mencerminkan seorang pemuda 16 tahunan, dia terlihat seperti seorang ahli yg sudah melewati tahun yg tak terhitung jumlahnya, tentu hal itu membuat nya menjadi semakin hormat kepada tuan muda nya Lin Tian.


"cih...hanya tugas kecil, kau sudah bangga, dasar burung api jelek"


ucap baihu dengan sinis.


"apa kau bilang, aku masih bisa bangga karena apa yg aku lakukan sangat berguna, sedangkan kau hanya bisa bermalas-malasan dan menggoda wanita di ibu kota dengan tampang palsumu itu, cih..tidak berguna"


balas fenghuang dengan sinis.


"apa kau bilang, asal kau tau, aku mencari informasi yg sangat bermanfaat untuk tuan muda dan itu jauh lebih penting dari pada menyiapkan keperluan di dalam hutan kecil itu"


balas baihu.


Mereka terus berdebat hingga matahari mulai memunculkan sinarnya di pagi hari.

__ADS_1


Lin Tian hanya terdiam sambil melihat ke dua hewan itu terus beradu argumen dan saling mengejek, dia tidak berniat untuk menghentikannya sama sekali, hingga suara ketukan pintu terdengar dari luar ruangan.


tok...


tok..tok..


"maaf tuan muda, makanan sudah siap, dan acara akan di mulai 2 jam lagi, yang mulia sudah menyiapkan keperluan tuan muda di kamar sebelah"


suara pelayan wanita terdengar dari luar pintu.


"ya...aku akan keluar sebentar lagi"


ucap Lin Tian dengan santai.


"jika begitu saya undur diri tuan muda"


ucap pelayan wanita itu sebelum pergi dari depan pintu ruangan Lin Tian.


"sepertinya kaisar telah menyiapkan keperluan khusus untuk tuan"


ucap baihu.


"kaisar Qin tidak berani tidak hormat kepada tuan, bagai manapun mereka di selamatkan oleh tuan, dan lagi kemampuan tuan sangat lah hebat, jika mereka tidak menaruh penghormatan seperti itu kepada tuan maka mereka akan sangat bodoh"


"sudah lah, ayo kita bersiap-siap, baihu kau bersihkan bulumu, kau memiliki aroma banyak wanita"


ucap Lin Tian sambil berjalan ke luar dari ruangannya.


Mendengar itu, baihu langsung terdiam, dan mencoba mencium bulu halus nya.


"hahahahhahahahaha kau dengar itu, kau memiliki aroma banyak wanita penghibur, bahkan tuan bisa menciumnya hahhahahaha"


ucap Fenghuang sambil tertawa penuh kemenangan.


"cih"


Balas baihu sambil melirik ke arah fenghuang yg tertawa lantang.


Di kamar sebelah, Lin Tian melihat jubah putih bersulamkan emas bercorak naga yg terlihat gagah dan agung, jubah itu juga memancarkan aura sepiritual yg cukup padat, jelas itu adalah jubah khusus dan sepesial, dan di buat dengan bahan khusus.

__ADS_1


"ini terlalu mencolok"


batin Lin Tian, tapi dia masih memakainya, bagai manapun itu di siapkan khusus untuknya, itu adalah niat baik dan penghormatan dari pihak kekaisaran.


setelah selesai bersiap, Lin Tian pergi ke ruang makan, di sana sudah tersedia banyak hidangan mewah dengan kualitas terbaik, di sudut ruangan juga berdiri beberapa pelayan yg khusus untuk melayani kebutuhannya.


"kalian silahkan duduk dan makanlah bersamaku, jangan menolak dan jangan sungkan, pada dasarnya Drajat kita sama dan tidak ada perbedaan"


ucap Lin Tian dengan tenang sambil tersenyum ramah ke arah para pelayan dan penjaga yg ada di ruangan itu.


mendengar itu, para pelayan dan penjaga tidak berani menjawab, dan hanya saling lirik dengan ragu, bagai manapun Lin Tian adalah tamu kehormatan kekaisaran dan memiliki ke dudukan yg sangat agung bagi mereka, jika mereka berani duduk, maka sama saja mereka tidak menghormati junjungannya.


"duduk lah dan ikut makan bersamaku, kalian tau makan sendirian terasa sangat sepi, dan lagi makanan ini terlalu banyak untukku, di siapkan oleh kalian dengan susah payah dan aku tidak bisa menghabiskannya.


kalian tau, di luar sana banyak orang yg tidak bisa makan, bahkan anak-anak banyak yg kelaparan hingga gugur di kehidupan ini, selagi ada makanan dan kalian bisa memakannya maka hormati lah, jangan di sia-siakan karena kalian masih sangat beruntung di dunia yg kejam ini.


anggaplah aku sebagai teman kalian dan jangan pandang aku sebagai orang yg terhormat dengan kedudukan penting di sini, karena aku sama dengan kalian, bernafas, makan dan minum dari sumber daya alam dunia ini, dan sebagian besar juga dari hasil jerih payah para pahlawan yg berjuang di kebun mereka, jadi mari duduk dan nikmati kebersamaan ini teman-temanku"


ucap Lin Tian sambil tersenyum.


Ucapan Lin Tian sontak membuat hati para pelayan dan penjaga tersentuh, bahkan ada yg meneteskan air mata nya, kini mereka tau apa yg di sebut kebaikan sejati, itu di tunjukan oleh pemuda di depan mereka, pemuda yg hebat dan mereka layani selama beberapa hari ini.


dengan langkah tegas, seorang penjaga langsung melangkahkan kakinya menuju salah satu kursi di depan meja makan itu, tanpa ragu dia duduk dan menatap Lin Tian sambil tersenyum.


"terimakasi teman, mari aku temani makan"


ucap penjaga itu kepada Lin Tian.


Hal itu membuat para penjaga lain dan pelayan sadar, mereka dengan cepat mengikutinya dan mengucapkan kalimat yg sama dengan penjaga itu.


Lin Tian tersenyum.


"mari makan"


ucap nya singkat.


baihu dan fenghuang yg berada di meja khusus yg di siapkan oleh para pelayan, hanya terdiam dan mendengar semua yg di katakan tuan nya, dalam hati, mereka bangga karena memiliki tuan yg begitu baik, hebat dan juga cerdas, selain itu yg lebih penting adalah, selalu misterius.


Mereka tau tanpa kesadaran hati yg tinggi, tidak mungkin tuan nya memiliki pemikiran yg begitu rumit dan sederhana.

__ADS_1


Mereka akhirnya makan bersama dengan di temani senyuman yg terus terukir di wajah mereka, hal ini akan selalu di ingat oleh mereka para pelayan dan juga penjaga.


setelah selesai makan, Lin tian mulai berangkat ke istana kekaisaran Qin, di sana lah acara utama akan di adakan, sebagai tamu kehormatan, Lin Tian di kawal dengan pengawal khusus menuju ke istana.


__ADS_2