Reinkarnasi Sang Dewa Alkemis.

Reinkarnasi Sang Dewa Alkemis.
bab 148.pengadilan untuk pemberontak klan Qin.


__ADS_3

Waktu kembali berlalu, hari sudah berganti, saat ini Lin Tian masih berada di istana tepat nya di kamar tamu kehormatan istana.


"baihu apa kau tadi malam pergi mengacau lagi.....?"


ucap Lin Tian.


"tidak tuan, aku hanya berjalan-jalan dan mendapat pelukan para gadis saja, tidak menimbulkan masalah"


ucap baihu santai.


"cih...ucapan mu tidak bisa di percaya"


ucap Fenghuang.


"apa kau burung Pipit, aku memang hanya jalan-jalan dan mendapat pelukan dari para gadis di kota"


ucap baihu dengan sinis.


"harimau bulu domba, dasar tidak tau malu"


ucap Fenghuang.


"hei...mereka yg berebut untuk memelukku, itu semua karena aku tampan apa kau iri"


ucap baihu dengan sinis.


"kalian hanya berdebat saja, apa kalian tidak memiliki kesibukan lain, terserah apa yg ingin kalian lakukan, yg terpenting jangan membuat masalah jika tidak di perlukan"

__ADS_1


ucap Lin Tian.


"hehehehehehe tentu tuan, tapi sebelum itu, tuan memberi si burung Pipit ini cicin penyimpanan, apa tidak ada untuk ku juga....?"


ucap baihu sambil tertawa pelan.


"baik lah, ini ambil lah"


ucap Lin Tian sambil memberikan cicin penyimpanan kepada baihu.


"hahaha terimakasi tuan dengan ini aku memiliki penyimpanan sendiri"


ucap baihu sambil menerima cicin penyimpanan dari Lin Tian, saat dia menyentuh cicin itu, cicin itu langsung bersinar lalu mengecil dan masuk ke tangan nya.


"jika begitu aku pergi tuan, aku akan jalan-jalan ke kota"


"tuan aku juga akan jalan-jalan ke kota"


ucap Fenghuang.


"pergi lah"


ucap Lin Tian.


Setelah itu fenghuang langsung terbang keluar.


"sudah di mulai ya"

__ADS_1


batin Lin Tian sambil tersenyum sambil melihat langit dari jendela kamar nya.


"di sisi lain saat ini di klan Qin sedang ada kekacauan, semua anggota klan berkumpul di pelataran utama klan, mereka merasa takut karena saat ini semua tempat di penuhi oleh prajurit istana, di tengah pelataran ada puluhan tetua dan juga anggota biasa yg sedang berlutut, ada juga generasi muda di antara mereka.


"Qin tui, Qin sui, kalian adalah dalang utama rencana pemberontakan ini, karena ulah kalian, kekaisaran Qin hampir hancur dan rakyat hampir menjadi korban, apa kalian pikir jika setelah bekerja sama dengan sekte air hitam kekaisaran ini bisa makmur, apa otak kalian sudah tidak bisa berfikir lagi.


Klan Qin bisa sampai saat ini menjadi klan penguasa karena perjuangan leluhur, mereka mengorbankan nyawa nya untuk melindungi rakyat kekaisaran dan mengkokohkan klan Qin sebagai klan penguasa dengan menggunakan kepercayaan semua rakyat kekaisaran, tapi kau malah ingin mengorbankan itu semua hanya untuk bekerja sama dengan sekte aliran hitam seperti itu, bahkan kau tidak segan ingin membunuh ku dan juga istriku, apa kau tau jika aku tewas bersama para petinggi istana maka kekaisaran akan kacau dan di saat itu lah sekte air hitam ini akan mengambil alih kekaisaran..!"


ucap Qin Pian.


Semua orang terdiam, saat ini tidak ada yg berani berbicara saat melihat amarah Qin Pian.


"kau dari dulu sangat berambisi untuk menjadi kaisar, tapi apa kau tau jika ayah tidak memilihmu karena sifatmu ini, apa kau pikir kekaisaran ini akan damai di tanganmu jika sifatmu seperti ini, sekarang demi memenuhi keinginanmu ini kau rela memberontak dan membuat kekaisaran ini hampir masuk ke masa kehancuran, atas kesalahan kalian, maka aku memutuskan hukuman mati tanpa terkecuali sesuai hukum yg berlaku sejak jaman leluhur bagi keluarga kekaisaran yg memberontak hingga membahayakan rakyat dan juga keberlangsungan kekaisaran Qin"


ucap Qin Pian dengan tegas.


semua orang langung ricuh, terutama anggota klan Qin.


"yang mulia, ini adalah ide ku, jika ingin menghukum mati maka hukum mati lah aku tapi tolong biarkan putra ku Qin sui tetap hidup, dia adalah putra satu-satu ku dan juga amanah yg di tinggalkan oleh istriku, jadi mohon belas kasihan mu untuk putra ku Qin sui"


ucap Qin tui dengan penuh permohonan.


Qin Pian ingin menjawab, tapi sebelum dia bersuara, tiba-tiba dua aura kuat muncul di tengah pelataran klan, tepat nya di langit pelataran klan.


"aku sudah mendengar semua nya, dan aku juga merasakan aura iblis dari tubuh mereka, jadi sebelum mereka di hukum mati, kalian bisa bercerita terlebih dulu agar kita bisa memutuskan untuk membiarkan Qin sui tetap hidup atau tidak"


suara sosok pria tua bergema dari langit.

__ADS_1


__ADS_2