
Lin Tian saat ini sedang berjalan santai di jalur yg biasanya di lewati para pedagang serta kultivator bebas.
"udara di sini masih sejuk, bagai manapun di sekitar sini masih banyak pohon besar, bagai manapun ini tidak jauh dari hutan"
batin Lin Tian dengan perasaan senang.
di sepanjang jalan dia sering bersimpangan dengan para pedagang ataupun kultivator dan pemburu yg melintas secara berkelompok.
dari kejauhan Lin Tian tidak sengaja melihat hewan kecil berwarna putih.
"eh..itu seperti kucing, tapi warnanya putih dengan corak hitam, itu bukan kucing kan"
setelah mengamati sebentar, Lin Tian langsung tertawa pelan, dia tidak menggunakan kekuatannya hanya murni pandangan biasa seperti manusia biasa, dia menyembunyikan kekuatannya hingga seperti manusia biasa.
"hehehehehe itu adalah anak harimau, dia sepertinya adalah reinkarnasi dari hewan suci, kebetulan kita bertemu, aku akan memeliharanya, lumayan untuk teman di perjalanan"
ucap Lin Tian senang.
"hei kucing kecil, sedang apa kau di sini, tempatmu bukan di sini kan"
ucap Lin Tian sambil mendekati harimau kecil itu.
harimau kecil yg melihat Lin Tian yg hanya seperti orang biasa tidak menghindar ataupun lari menjauh.
"cih, hanya anak manusia bisa, aku kira seorang kultivator kuat"
batin harimau kecil itu, bagai manapun dia adalah harimau suci yg bereinkarnasi dan baru saja menetas dari telurnya.
hewan suci tidak di lahirkan, melainkan menetas dari telur.
"kau jangan meremehkan ku kucing kecil, aku bisa mendengar ucapanmu"
ucap Lin Tian sambil mengambil harimau kecil itu tanpa takut ataupun ragu.
"eh...apa dia tau tentang apa yg aku fikirkan, eh ....kenapa tubuhku tidak bisa melawan bocah ini"
batin harimau kecil itu dengan panik, karna tubuhnya seakan tidak memiliki tenaga sama sekali untuk memberontak.
"jangan kira aku tidak tau apa yg kau fikirkan kucing kecil, kau sekarang ikut denganku, kau bisa menjadi hewan peliharaan ku dan menemaniku saat berpetualang"
ucap Lin Tian sambil tersenyum lembut.
harimau yg melihat senyuman Lin Tian yg terlihat lembut itu, langsung gemetar, firasatnya mengatakan jika.dia berani menolak maka dia akan bernasib sial.
"oh tidak...dia bukan manusia biasa, dia menipuku, dia menyembunyikan kekuatannya, sial sekali nasibku, baru saja menetas sudah di jadikan peliharaan manusia, aku ini hewan suci, harimau putih yg legendaris"
batin harimau kecil itu dengan sedih.
"kau jangan bersedih, kau seharusnya beruntung bisa menjadi hewan peliharaan ku, walaupun kau baru menetas tapi karna kau hewan suci, seharusnya kemampuanmu tidak buruk kan hehehe"
ucap Lin Tian sambil tertawa, sambil memegangi leher kucing itu dengan dua jarinya.
"dia benar-benar bisa membaca pikiranku, sialan"
batin harimau kecil itu.
"jangan mengumpatku, aku bisa mendengarnya"
__ADS_1
ucap Lin Tian.
"ah..baik-baik tuan, bisa lepaskan aku"
ucap harimau kecil itu.
"kau harus patuh"
ucap Lin Tian, lalu ia melepaskan harimau kecil itu.
harimau kecil yg sudah di lepaskan, langsung melesat, dia ingin kabur dari Lin Tian.
"heh kau ingin kabur rupanya, coba saja kalau bisa"
ucap Lin Tian dengan santai lalu mulai duduk di tanah.
harimau kecil itu melesat kearah hutan dengan kecepatan luar biasa.
setelah beberapa menit dia berlari akhirnya dia berhenti.
"untung manusia itu tidak mengejar ku, dia sungguh menakutkan"
batin harimau kecil itu.
"apa kau sudah selesai harimau kecil..?"
ucap Lin Tian menyadarkan harimau kecil yg baru saja datang itu.
"eh.."
sontak dia langsung melihat keberadaan Lin Tian yg sedang duduk santai.
"tunggu, bukan nya manusia ini tidak mengejar ku......
hah..yu..tunggu bukannya tempat ini sangat familiar"
ucap harimau kecil itu sambil mengingat-ingat.
"bukannya ini adalah tempatku tadi, kenapa aku bisa kembali lagi ke tempat ini"
ucap harimau kecil itu bingung.
"apa kau ingin lari lagi kucing kecil, jika iya, maka silakan lari lagi"
ucap Lin Tian dengan santai.
"sialan, pasti aku terjebak dalam ilusi, tapi sejak kapan, terserah lebih baik aku patahkan saja dulu ilusi ini, aku adalah hewan suci, jika hanya ilusi seperti ini maka aku akan sangat mudah menghancurkan nya"
batin harimau kecil itu.
harimau kecil itu langsung menggunakan jurus jiwa nya untuk lepas dari pengaruh ilusi.
"hahahaha jangan main-main dengan ku sang hewan suci"
ucap harimau suci itu langsung melesat kembali ke arah hutan.
tapi seperti sebelumnya dia selalu kembali di tempatnya semula setiap kali dia berhenti.
__ADS_1
dia mencoba lari ke arah yg berbeda, tapi tetap gagal, seakan bumi ini menuntunnya untuk kembali ke tempat semula, dia yakin dia tidak terkena jurus ilusi, tapi dia selalu kembali di tempatnya semula.
"apa kau sudah selesai kucing kecil..?"
ucap Lin Tian sambil minum dengan santai.
"sebenarnya apa yg terjadi, aku hewan suci sama sekali tidak mengerti, pengalamanku selama aku hidup tidak berguna saat ini, sebenarnya siapa manusia itu"
batin harimau kecil dengan putus asa.
"persetan, jika aku tidak bisa pergi, lebih baik aku santap saja manusia itu"
batin harimau kecil dengan marah, tubuhnya langsung membesar hingga tingginya mencapai 2 meter, dia langsung melesat ke arah Lin Tian dan mencoba menerkamnya menggunakan kuku-kuku tajam nya.
"mati sana bocah"
batin harimau kecil itu sambil mengaum dengan keras, dia sudah jengkel dengan situasi yg dia hadapi.
"dasar kucing kecil, duduk"
ucap Lin Tian dengan santai.
sontak setelah ucapan Lin Tian, tubuh harimau itu langsung berhenti dan langsung duduk di tempat nya.
"eh..apa yg terjadi, aku tidak bisa mengontrol tubuhku lagi, apdahal aku belum bersentuhan dengan manusia itu"
batin harimau putih itu.
"dasar kucing kecil"
ucap Lin Tian lalu memukul kepala harimau putih itu.
pletak..
tukk...
bom...
sontak harimau yg memiliki besar 2 meter itu langsung terlentang dengan kepala benjol dan tubuh nya mulai menyusut kembali ke ukuran semula.
"goaaarrr...
suara harimau yg sudah menyusut itu.
"apa kau masih tidak mau menjadi hewan peliharaan ku kucing kecil..?"
ucap Lin Tian sambil tersenyum.
sontak harimau kecil itu langsung gemetar ketakutan, kepalnya masih pusing karna pukulan pelan manusia yg ada di depannya, sekarang dia yakin jika manusia yg ada di depannya ini bukan manusia biasa.
"oh tuan, ampuni aku, aku tidak akan lari lagi dan menjadi hewan peliharaan mu"
ucap harimau kecil itu buka suara untuk yg ke dua kalinya kepada Lin Tian selain dari ucapannya dalam hati.
"bagus, kau akan aku beri nama baihu"
ucap Lin Tian.
__ADS_1