
"berkaitan bagaimana Patriak..?"
ucap tetua ke 3.
"apa kau tau identitas orang klan Lin yg membunuh orangmu itu tetua..?"
ucap wei bi.
"tidak Patriak, anggota yg memberikan informasi kepadaku hanya menyebutkan seorang pemuda, ia tidak mengetahui namanya, tapi yg jelas orang itu dari klan Lin"
ucap tetua ke tiga.
braakk..
suara pintu di buka dengan keras.
"Patriak..petriak...
gawat Patriak"
ucap sorang penjaga yg tiba-tiba menerobos masuk ke aula.
"apa kau tidak tau kalau ada rapat di aula, dasar bodoh ..!"
ucap tetua ke 7.
"ini darurat tetua, aku tidak bisa menunda karna ini informasi yg sangat penting"
ucap penjaga itu sambil bernafas tidak beraturan.
"ada informasi apa, ku harap penting"
ucap wei bi.
"haahh...lapor Patriak, di salah satu jalan di tengah kota, para penjaga kota menemukan 2 mayat pria dengan kepala terpenggal Patriak, aku sempat melihatnya dan ke dua orang itu adalah pembunuh dari organisasi gagak hitam yg kita sewa"
ucap penjaga itu.
"apa kau bilang....apa kau tidak salah lihat"
ucap wei bi.
"tidak Patriak, aku yakin dan aku masih mengenali baju dan wajah mereka"
ucap penjaga itu.
"sialan sepertinya dugaan kita benar, Lin dong itu memberikan pengawal yg cukup kuat untuk melindungi putranya, bahkan pembunuh di ranah jendral saja bisa mati, penjaga itu paling tidak berada di ranah raja,
kita tidak bisa gegabah"
ucap wei bi.
"jadi apa pengawal bocah itu yg membunuh orang ku di wilayah kumuh Patriak"
__ADS_1
ucap tetua ke tiga sambil berfikir.
"sepertinya begitu tetua"
ucap wei bi.
"lalu bagai mana kita akan memberi tau tentang kegagalan misi ini ke organisasi gagak hitam patriak, pasti mereka akan menyalahkan kita, dan menganggap kita memberikan informasi yg salah"
ucap tetua ke 7.
"ucapan tetua ke tujuh benar Patriak, organisasi itu pasti akan meminta ganti rugi, karna kesalahan informasi dari kita"
ucap tetua ke 5.
"sialan, Lin dong itu ternyata cukup waspada juga, biasanya bocah itu tidak di kawal, bahkan putraku sering menghajarnya sampai babak belur, tapi sekarang dia di jaga oleh penjaga yg cukup kuat"
umpat Wei bi.
"tetua ke 2, tolong beri laporan ke organisasi gagak hitam, suruh mereka mengirim pembunuh kelas atas, berapapun harganya kota akan membayarnya, kita masih memiliki pemasukan di kota lain jadi tenang saja, tapi yg membuatku tidak tenang harga diri klan Wei di injak-injak oleh klan lin, aku ingin membuat Lin dong menderita dalam kesedihan karna anaknya mati"
ucap wei bi sambil menyeringai licik.
"baik Patriak"
ucap tetua ke dua.
"lalu bagaimana, apa ada kabar dari orang kita yg menyusup ke wilayah klan Lin itu...?"
ucap wei bi.
ucap tetua ke 4.
"baiklah, kalau begitu terus gali informasi, aku juga akan pergi ke ibu kota dan mencari dukungan di sana, jika kita sudah mendapat dukungan beberapa keluarga besar dengan iming-iming bagi hasil soal tambang ini, pasti mereka akan setuju"
ucap wei bi sambil tersenyum licik.
"baiklah Patrik, selama kau pergi ke ibu kota, biarkan kita yg menangani urusan klan terutama urusan bocah itu"
ucap tetua ke 2.
"besok pagi aku akan berangkat ke ibu kota, urusan klan aku pasrahkan kepada kalian"
ucap wei bi.
"baik Patriak"
ucap semua tetua.
di sisi Lin Tian sendiri, ia terus mengamati dan melihat proses pembangunan di wilayah kumuh, walaupun para pekerja belum semuanya datang tapi beberapa pekerja sudah datang dan sudah mulai membersihkan lahan dan memproses matrial yg sudah di siapkan.
Lin Tian juga mengobrol dengan seluruh pemuda di sana dan orang-orang yg di tugaskan untuk mengawasi proyek pembangunan wilayah kumuh itu, Lin Tian juga menjelaskan detail tiap desain bangunan, tata letak, dan sebagai nya.
hingga waktu sudah menunjukan sore hari, ia akhirnya memutuskan untuk kembali ke kalan.
__ADS_1
"hah..tinggal sedikit lagi proses pembangunan berjalan dengan lancar, besok aku akan menyerahkan pembayaran untuk beberapa bulan ke depan, setelah itu aku akan berkultivasi dan membuat pil untuk calon adikku dan lagi aku juga akan memulai menyempurnakan dunia kecil itu setelah menyerap inti kekosongan"
batin Lin Tian sambil berjalan ke arah klan Lin.
setelah berjalan beberapa waktu akhirnya Lin Tian sampai di klan lin.
setelah Lin Tian makan malam bersama orang tua nya, ia langsung kembali ke kamarnya.
"sekarang aku akan memurnikan pil untuk adik ku, yg pertama adalah pil embun suci, pil ini sebenarnya ada di tingkat surgawi, tapi karna energiku tidak mencukupi, aku hanya bisa menurunkan tingkatannya menjadi pil tingkat kaisar, yah walaupun aku seorang dewa alkemis dan tidak mematok tingkatan pil, tapi bagaimanapun juga hanya pil ini yg sanggup aku buat, dan lagi aku akan menambahkan embun kehidupan, pasti pil yg akan jadi memiliki ribuan kali lipat lebih baik dari pil tingkat kaisar biasa hahahahhahahaha...
baiklah ayo masuk ke dunia kecil dulu"
ucap Lin Tian, kemudian ia masuk ke dunia kecilnya.
setelah berada i dalam dunia kecil cincin, Lin Tian mulai mencari herbal yg ia butuhkan, tak tanggung-tanggung ia memetik herbal yg berumur ratusan juta tahun sebagai bahan utama, dan jutaan tahun sebagai bahan penyempurna.
setelah semua bahan telah siap, Lin Tian mulai mencari tempat kosong yg cukup luas dan membangun rumah megah di lokasi itu, karna cincin ini milik nya maka dunia kecil di dalamnya juga miliknya, semua kehendak nya berlaku di dunia kecil ini.
"baiklah mari kita mulai, tapi ke tiga pil ini nantinya akan menarik kesengsaraan petir, bagaimanpun juga pil ini bukan pil biasa, pil ini sudah melawan kehendak alam, surga dan takdir, aku akan menerima kesengsaraan pil ini di bukit belakang wilayah klan, di sana sepi karna masih berupa hutan.
baik aku akan memulainya"
ucap Lin Tian dengan semangat.
Lin Tian mulai mengontrol apinya, setelah apinya sudah cukup besar dan terkontrol, Lin Tian mulai memasukan semua bahan yg sudah ia siapkan.
Lin Tian mengontrol panas pada api milik nya dan herbal di dalam api itu mulai meleleh dan membentuk cairan satu persatu.
setelah semuanya terbentuk Lin Tian mulai membersihkan kotoran pada cairan itu, setelah semua bersih Lin Tian mulai menambahan cairan embun kehidupan, setelah itu ia mulai mencampur bahan dan mbuatnya bersatu dan tercampur sempurna.
bau pil yg sangat harum mulai tercium walaupun masih belum di padatkan.
setelah semua bahan tercampur sempurna, Lin Tian mulai menaikan suhu apinya, lalu membagi cairan itu menjadi 4 pil, setelah semua terbagi dengan sempurna Lin Tian mulai menurunkan suhu apinya.
"padatkan.."
ucap Lin Tian.
bang....
suara ledakan kecil terdengar.
"hahahahha akhirnya pil pertama selesai dan aku berhasil membuat pil embun suci, ini sudah batasan ku saat ini, sudah menghasilkan 4 butir pil embun suci, ini sudah sangat baik"
ucap Lin Tian.
4 butir pil melayang di depan Lin Tian.
Lin Tian yg melihat itu langsung mengambil semua nya lalu memasukannya ke dalam botol, tapi masih menyisakan satu butir pil untuk di lihat kualitasnya.
"eh..Nandi pil, hahahahhaha ini adalah pil yg sangat sempurna tanpa cacat, sampai-sampai memiliki Nandi pil"
ucap Lin Tian.
__ADS_1