Reinkarnasi Sang Dewa Alkemis.

Reinkarnasi Sang Dewa Alkemis.
bab 58.acara kedewasaan.


__ADS_3

Lin Tian sendiri saat ini sudah bersiap-siap, dirinya berpenampilan sederhana, walaupun pakaian nya terlihat sederhana tapi nyatanya bahan yg di gunakan untuk membuat pakaian nya itu adalah bahan kualitas tinggi, bagai manapun ia adalah putra seorang Patriak dan sekaligus masih keluarga kekaisaran.


"hari yg aku tunggu-tunggu akhirnya tiba, mulai hari ini aku akan memperlihatkan kepada semua orang jika yg dulunya sampah, sekarang menjadi berlian, hei saudaraku Lin Tian, kau sudah memberikan tubuhmu untukku, mungkin ini adalah takdir, sekarang kau adalah aku dan aku adalah kau, bagai manapun kita memiliki tubuh yg sama, walupun sekarang kau sudah menunggu reinkarnasi mu.


sebagai penghormatan ku kepada mu, aku akan memperlihatkan jika kita ini bukan lah sampah"


ucap Lin Tian dalam hati sambil melihat langit yg cerah dari jendela kamar nya.


ia tidak akan melupakan pemilik tubuh yg sekarang ini ia tempati, ia sudah menganggap Lin Tian yg asli adalah saudaranya, bahkan ia sudah menganggap jika ia dan Lin Tian adalah satu.


"putraku, acara akan segera di mulai, tadi ayahmu berpesan jika kau tidak boleh terlambat"


ucap Han Ying dari depan pintu.


"baik ibu, aku akan segera berangkat"


ucap Lin Tian.


Lin Tian langsung keluar dari kamar nya.


"ibu apa ibu tidak ikut menonton acara ini..?"


ucap Lin Tian yg baru keluar dari kamarnya dan mendapati sang ibu masih berada di depan kamar nya.


"ibu nanti akan ke sana, ini ibu menunggu nenekmu yg masih bersiap-siap, kau berangkat saja dulu"


ucap Han Ying.


"baik kalau begitu, aku berangkat dulu ibu"

__ADS_1


ucap Lin Tian.


ia langsung keluar dari kediaman nya dan langsung menuju ke aula leluhur, di klan Lin sendiri memiliki aula leluhur yg cukup luas, di sana bakat setiap anggota klan di tes, dan tes ini akan menentukan jenius tiap generasi, entah itu dari klan pusat maupun cabang.


di belakang aula leluhur juga terdapat mahkam leluhur, oleh karna itu aula leluhur termasuk tempat yg sakral bagi klan Lin.


hari ini klan Lin sangat lah ramai, itu semua karna anggota klan cabang juga datang untuk mengikuti acara kedewasaan sesuai adat klan.


para sesepuh klan juga datang, entah itu yg ada di cabang atau pun pusat.


Lin Tian berjalan cukup santai, ia juga bersimpangan dengan banyak anggota klan lain nya, tapi ia tidak perduli, karna sejak Lin Tian masih kecil dan di katakan sebagai anak cacat, ia tidak memiliki teman di klan nya sendiri, ia selalu menyendiri tanpa memiliki teman, bisa di katakan Hong liyun adalah teman pertamanya.


setelah berjalan beberapa menit, akhirnya Lin Tian sampai di aula leluhur, di tengah aula ada altar batu besar, batu itu berwarna hitam seperti kristal, Lin Tian juga baru pertama kali ini menginjakan kakinya di aula leluhur, tempat sakral klan nya.


di bagian lain aula, ada bangunan kuno, sederhana tapi cukup besar, di sana sudah ada petinggi klan, seperti tetua,Patriak dan sesepuh klan, walaupun tidak semua tetua hadir karna harus mengurus bisnis yg tidak dapat di tinggalkan.


semua anak-anak klan Lin yg akan menginjak usia 16 tahun juga berkumpul, paling muda masih berusia 15 tahun dan hanya memerlukan 4 bulan untuk mencapai usia 16 tahun.


di tengah aula, tepat nya di dekat batu hitam, berdiri seorang pria paruh baya, ia adalah salah satu tetua klan Lin.


"baik, kurasa semua sudah berkumpul di sini.


perkenalkan aku adalah tetua lin Li, aku adalah tetua klan inti, pasti banyak dari kalian yg klan inti sudah mengenalku, tapi tidak dengan kalian yg berasal dari klan cabang, karna kalian tidak tinggal di sini.


langsung saja, hari ini kita akan melakukan acara kedewasaan yg menjadi tradisi klan kita secara turun temurun.


acara ini bertujuan untuk melihat bakat kalian, walaupun tidak berpengaruh di dalam klan, tapi yg memiliki bakat yg bagus akan mendapatkan tunjangan sumber daya yg lebih dari pada yg lain, itu semua di lakukan untuk mendukung perkembangan kalian, agar suatu hari nanti kalian generasi penerus bisa membuat klan kita terus berkembang dan melindunginya.


kalian dapat melihat monumen batu hitam ini, batu hitam ini sudah ada sejak berdirinya klan kita, dulu monumen batu ini di bawa oleh leluhur dari tempat rahasia dan sangat jauh, batu ini dapat mendeteksi bakat tiap orang, entah itu elemen, ranah kultivasi, umur.

__ADS_1


tiap generasi yg berumur 16 tahun akan mengecek bakat nya setelah berkultivasi dari umur 7 tahun hingga usia 16 tahun.


batu ini akan memancarkan sinar yg berbeda, tergantung bakat tiap orang, di awali dengan warna kuning, warna kuning ini menjelaskan jika bakat orang itu hanya biasa saja, dan orang itu tidak akan mencapai ranah kaisar, di lanjut dengan warna merah, ini menjelaskan jika bakatnya adalah bakat menengah, bakat ini memiliki kesempatan besar untuk mencapai tingkat kaisar bela diri, dan warna selanjutnya adalah warna putih, bakat dengan warna ini termasuk bakat tingkat tinggi, bakat ini memungkinkan orang itu mencapai ranah dewa bela diri, dan yg terakhir adalah warna emas, bakat ini adalah bakat tingkat atas, orang dengan bakat ini bisa menembus belenggu ranah dewa bela diri.


tiap warna akan di lihat dari kecerahan sinar yg terpancar, seperti warna kuning, jika warna ini sangat terang maka bakatnya juga lebih baik dari pada warna yg sama tapi masih sedikit redup, begitupun seterus nya.


Jelas tetua itu.


"baik kita akan mulai, yg pertama adalah Lin diang, silahkan maju kedepan, tempelkan tanganmu dan alirkan sedikit qi mu ke batu itu"


ucap tetua itu.


seorang pemuda berusia 16 tahun maju ke depan, dan meletakan telapak tangan nya di permukaan batu hitam itu, ia mengalirkan sedikit qi nya.


tiba-tiba batu itu mulai bercahaya dan muncul cahaya warna merah agak terang.


"selamat kau memiliki bakat tingkat menengah, terus berlatih dan berkuktivasi agar bakatmu ini tidak sia-sia"


ucap tetua Lin Li.


"selanjutnya Lin liyu, silahkan maju ke depan"


ucap tetua Lin Li.


seorang gadis berusia sekitar 16 tahun langsung maju ke depan dan langsung meletahkan tangan nya di permukaan batu.


seperti tadi, batu itu bersinar dan muncul warna merah terang.


"selamat bakatmu berada di tingkat menengah, jangan malas berlatih"

__ADS_1


ucap tetua Lin Li.


setelah itu tiap orang maju satu persatu dan mengecek bakat mereka.


__ADS_2