Reinkarnasi Sang Dewa Alkemis.

Reinkarnasi Sang Dewa Alkemis.
bab 51.kematian Wei liang.


__ADS_3

Lin Tian membuat segel tangan, energi jiwanya meledak dan dapat di rasakan oleh semua orang di klan Wei.


jiwa mereka sangat tertekan, bahkan sudah banyak yg tidak sadarkan diri.


"segel jiwa, kehendak mutlak"


ucap Lin Tian.


ini adalah segel jiwa tingkat tinggi, bahkan di alam dewa hanya beberapa orang saja yg menguasainya, ini juga bergantung pada kekuatan jiwa, karna jiwa Lin Tian adalah jiwa dewa maka ia mampu menggunakan tehnik ini.


rune kuno langsung muncul dari udara kosong, dan tekanan jiwa semakin meningkat, setelah rune itu berjumlah ribuan, rune-rune itu langsung bercahaya dan masuk ke tubuh semua orang klan Wei, ke cuali tetua pertama yg sebentar lagi akan tewas.


di dalam jiwa semua orang, tepatnya di inti jiwa mereka muncul segel berbentuk rantai emas yg menggulung mengikat jiwa mereka.


"di alam dewa tehnik ini hanya di kuasai beberapa orang saja, salah satunya adalah kaisar dewa, walaupun kekuatan jiwanya sedikit lebih rendah dariku, tapi itu sudah cukup untuk menggunakan tehnik ini.


apa muridku yg bodoh itu sudah bisa menggunakan tehnik ini atau belum, paling tidak aku sudah meninggalkan beberapa tehnik tingkat tinggi untuknya"


batin Lin Tian sambil melihat ke langit.


"sekarang giliranmu untuk menyusul para tetua yg sudah terlebih dulu menghadap dewa neraka"


ucap Lin Tian.


Lin Tian langsung menebaskan pedangnya ke arah leher tetua pertama yg sudah dalam ke adaan syok berat.


slllaaasss...


pluk...


buk...


suara benda jatuh dapat terdengar.


itu adalah kepala tetua pertama yg sudah terpisa dari tubuhknya.


"sekarang para tetua kalian sudah tewas, untuk keluarganya aku akan mengampuninya, bagai manapun jiwa kalian sudah tersegel, dan hanya aku yg bisa membebaskan kalian.


sekarang aku minta kalian untuk membereskan kekacauan ini, oh satu lagi seret Wei Liang bodoh ke hadapanku sekarang"


ucap Lin Tian sambil melambaikan tangannya, setelah itu muncul kursi dari tanah dan Lin Tian langsung duduk di kursi itu.


"baik tuan"


ucap salah seorang penjaga yg selamat.


dia tidak ingin mati, sekarang ia hanya bisa patuh.


tak lama penjaga itu kembali sambil menyeret wei Lang, ranah penjaga itu lebih tinggi daripada Wei Liang yg masih berada di ranah senior.


"lepaskan aku bajingan apa kau ingin mati di tangan ayahku haa...!"


ucap wei Liang sambil memberontak.

__ADS_1


"diam lah bajingan, semua masalah ini karna ulahmu dan ayahmu, sekarang semua orang di klan Wei terkena imbasnya..!"


bentak penjaga itu kepada Wei Liang.


"ini Wei Liang yg tuan inginkan"


ucap penjaga itu.


"bagus, kau boleh pergi, aku tidak akan memperlakukan kalian dengan buruk, selama kalian tidak melakukan hal buruk dan membuat aku marah"


ucap Lin Tian santai.


"terimakasi tuan"


ucap penjaga itu.


"apa kau tau kesalahanmu sampah..?"


ucap Lin Tian dingin ke pada Wei Liang.


"bajingan siapa kau, kau berani menyerang klan Wei, dan memperlakukanku seperti ini, apa kau ingin mati, saat ayahku kembali dan kakek ku datang kau tidak akan selamat bahkan jika kau bersembunyi di lubang semut sekalipun"


ucap Wei liang dengan nada marah, tapi tubuhnya sudah bergetar ketakutan.


"apa kau pikir kakek atau leluhurmu itu bisa mengancamku sampah"


ucap Lin Tian dingin.


"apa masih ada tetua yg tersisa selain para tetua yg sudah aku kirim ke neraka tadi..?"


ucap Lin Tian.


seorang pria yg berumur kurang lebih 50 tahun keluar dari kerumunan.


"tuan hanya aku yg tersisa, aku adalah tetua ke 13, sekaligus tetua terakhir di klan Wei kami, tolong lepaskan orang-orang yg tidak bersalah ini, bagaimanapun hanya para tetua yg merencanakan pembunuhan itu, tuan bisa membunuhku tapi tolong lepaskan yg lainnya"


ucap pria tua itu sambil berlutut.


"kenapa kau tidak ikut menyerangku..?"


ucap Lin Tian.


"itu..itu karna aku tidak setuju dengan tindakan Patriak dan para tetua lainnya tuan, aku hanyalah tetua yg mengurus bisnis klan dan aku hanya ingin ke damaian bersama keluargaku, tapi ambisi Patriak terlalu besar seperti Patriak terdahulu.


ini bersimpangan dengan ke inginanku jadi aku tidak setuju, tapi apa lah daya orang tua ini, karna aku hanya sendirian maka suaraku di abaikan"


ucap pria tua itu.


"aku tidak akan membunuh mereka, bagai manapun mereka sudah memiliki segel pada jiwa mereka, aku hanya ingin tau kemana Patriak kalian dan apa yg sudah kalian rencanakan"


ucap Lin Tian.


tetua itu langsung menceritakan kemana Patriak mereka dan rencana apa yg mereka susun.

__ADS_1


setelah beberapa saat akhirnya tetua itu selesai.


"hanya itu yg orang tua ini tau tuan"


ucap tetua itu.


"menarik, apa dia tidak takut jika kekaisaran Han bergerak, bagaimanpun klan Lin adalah besan kekaisaran"


ucap Lin Tian.


"sebenarnya Patriak mengandalakan sekte kabut hitam, kakak Wei liang sudah menjadi murid dalam di sekte itu tuan"


ucap tetua itu.


"sekte kabut hitam hanyalah sekte kecil di mataku, tapi kita lihat saja hal menarik apa yg akan mereka buat"


ucap Lin Tian santai.


"hahahhahahaha dasar sombong, kakak ku pasti akan membalas apa yg sudah kau lakukan kepadaku hahahhahahaha"


ucap Wei liang sambil tertawa keras.


"cih dasar sampah, sebaiknya kau mati saja"


ucap Lin Tian sambil menjentikan jarinya.


Wei liang langsung merasakan rasa sakit di inti jiwanya, dia langsung jatuh tengkurap dengan mata melotot.


jiwanya hancur dan Wei liang seketika langsung mati.


"aku tidak akan memusnahkan tubuhnya, agar ayahnya bisa melihat dan menguburkannya"


ucap Lin Tian dingin.


semua orang langsung ketakutan.


"aku tidak akan membunuhmu, hanya kau yg memiliki fikiran yg bersih, jika nanti Patriak kalian kembali aku akan melenyapkannya dan kau bisa membangun klan Wei agar menjadi lebih baik lagi.


bereskan kekacauan ini, dan simpan jasad Wei liang ini, jika ayahnya kembali serahkan dia, dan bilang aku si topeng putih yg membunuhnya"


ucap Lin Tian, setelah itu ia langsung menghilang.


semua orang tertegun dan juga takjub, mereka sangat yakin jika orang yg membuat kekacauan ini adalah ahli tingkat tinggi, bahkan dia bisa menghilang di kekosongan tanpa meninggalkan jejak aura atau pun energi sedikitpun.


"kalian dengar, cepat bereskan kekacauan ini, dan untuk para tetua yg telah gugur, urus pemakaman nya dengan layak, dan untuk para keluarga, maafkan aku, aku tidak bisa berbuat apa-apa, bagaimanapun ini adalah akibat dari tindakan mereka sendiri, jika pun aku melawan itu akan bertentangan dengan hati ku dan aku akan mati dan tidak bisa menjaga kalian lagi"


ucap tetua itu.


"semua orang mendengar ucapan tetua ke 13 dan mereka tidak berani membantah, ini semua karna ambisi dan kejahatan para tetua dan Patriak mereka, mereka masih bersyukur karna nyawa mereka masih di ampuni.


sedangkan Lin Tian kembali muncul di Gang kecil yg sebelumnya ia datangi.


"sekarang klan Wei sudah aku bereskan walaupun belum seratus persen karna Patriak mereka belum aku bunuh"

__ADS_1


batin Lin Tian.


__ADS_2