
setelah mengobrol dengan alkemis Shu, Lin Tian melanjutkan pergi ke wilayah kumuh untuk menemui Hong liyun untuk memberi tau nya jika dirinya untuk beberapa waktu ke depan memiliki urusan jadi tidak bisa datang ke wilayah kumuh, ia juga memberi tau jika semua kebutuhan nya dan seluruh warga di wilayah kumuh sudah di urus oleh serikat perdagangan, tak lupa ia juga memberikan Hong liyun koin emas jika nanti ada kebutuhan lain dan memerlukan koin emas.
setelah memberi tau Hong liyun ia juga memberi tau penanggung jawab bahan makanan untuk menyediakan bahan manisan untuk anak-anak wilayah kumuh.
setelah selesai Lin Tian kembali ke klan karna haru juga sudah sore.
"sekarang urusan wilayah kumuh sudah di atasi untuk beberapa bulan ke depan, seharus nya waktu 3 bulan cukup untuk ku menyerap inti kekosongan.
tapi aku akan memberikan pil yg aku buat tadi malam kepada ayah dan ibu, terutama pada ibu karna pil itu juga di prioritaskan untuk adikku, tapi bagaimanapun juga ke tiga jenis pil itu sangat baik untuk ayah dan ibu, karna bisa meningkatkan kemampuan mereka terutama untuk meningkatkan bakat mereka, walaupun tidak besar tapi dengan begitu akan mempermudah ayah dan ibu menerobos ranah dan memperbesar pencapaian mereka dalam kultivasi, bagai manapun ayah adalah kaisar beladiri *3, ia adalah jenius di masa muda nya, dari kepala klan 3 keluarga besar yg terlemah adalah kepala klan Wei yg berada di ranah kaisar *2 selama ber tahun-tahun"
batin Lin Tian.
Lin Tian sampai di depan pintu gerbang klan Lin, tapi entah mengapa hari ini banyak orang yg berlalu lalang dan lagi mereka kebanyakan bukan dari klan Lin.
"heh kenapa banyak orang luar di klan, apa ada acara, dan lagi sepertinya di aula klan banyak orang sedang berkumpul termasuk ayah"
batin Lin Tian heran sambil berjalan masuk ke klan.
dengan presepsi jiwa nya ia dapat merasakan semua yg ada di wilayah klan Lin dengan mudah, bahkan jika dia mau di bisa meperluas hingga ke seluruh daratan kekaisaran Han.
saat Lin Tian sudah masuk ke dalam klan Lin, seorang penjaga
menghampiri nya.
"tuan muda Lin Tian, tuan muda di panggil oleh Patriak ke aula pertemuan klan"
ucap penjaga itu sopan, walaupun Lin Tian terkenal sebagai sampah tapi bagai mana pun juga ia adalah tuan muda klan Lin, jadi ia harus hormat.
"ada apa sampai ayah memanggilku ke aula..?"
ucap Lin Tian.
"tidak tau tuan muda, di sana juga ada tuan kota yg berkunjung"
ucap penjaga itu.
"heh aku lupa memberi peringatan ke pada tuan kota, aku terlalu sibuk, ku kira tuan kota akan mendatangi wilayah kumuh dan bersetmu pengelola proyek, yah memang tidak bisa di tutupi, bagai manapun aku bergerak sendiri secara langsung tanpa perwakilan"
batin Lin Tian.
__ADS_1
"baik aku akan ke sana"
ucap Lin Tian ke pada penjaga itu.
"baik tuan muda, kalau begitu saya pamit dulu"
ucap penjaga sebelum pergi.
ia heran kepada sikap tuan muda nya, walaupun ia tidak pernah berbicara dengan tuan muda nya itu, tapi biasa nya tuan muda nya itu jika berhadapan dengan orang lain akan sedikit tidak percaya diri, tapi sekarang ia dengan santai nya berbicara dengannya.
"kita lihat apa yg akan kau lakukan pak tua"
ucap Lin Tian dalam hati sambil berjalan ke arah aula klan.
di sepanjang perjalanan ia bersimpangan dengan banyak orang klan Lin dan beberapa penjaga yg di bawa tuan kota.
"orang tua itu sungguh tidak melihat klan Lin, yah memang benar ranahnya susah mencapai kaisar beladiri *4, itu juga yg membuat nya menjadi salah satu petinggi kekaisaran, heh kita lihat apa yg bisa kau lakukan, bagiku kau itu masih bocah"
batin Lin Tian sambil tersenyum.
setelah berjalan beberapa saat Lin Tian sampai di aula klan Lin, ia dapat melihat 4 orang luar yg bersama tuan kota, serta ayah dan beberapa tetua klan Lin.
ucap Lin Tian.
semua orang yg mendapat penghormatan Lin Tian hanya menganggukan kepalanya.
"putraku kemarilah, ada yg akan kami tanyakan"
ucap Lin dong sambil tersenyum.
"baik ayah"
ucap Lin Tian, kemudian ia menuju ke salah satu kursi kosong yg biasanya di tempati para tetua.
"baiklah tuan kota, sekarang putraku sudah datang, dan karna semua orang di klan Lin kami tidak ada yg merasa membangun wilayah kumuh jadi hanya tinggal putraku saja yg belum kita ketaui tentang pembangunan wilayah kumuh"
ucap Lin dong kepada tuan kota.
"baik kita akan menanyakan hal ini kepada putramu Patriak Lin"
__ADS_1
ucap tuan kota.
"putraku apa kau yg membangun wilayah kumuh dengan besar-besaran, ayah tidak masalah tentang hal itu, tapi se tau ayah kau sama sekali tidak meminta dana kepada ayah, dan lagi pembangunan wilayah itu pasti menghabiskan dana yg cukup besar, tadi pamanmu tetua ke 5 baru saja kembali dari wilayah kumuh dan mengecek sendiri, bahan matrial yg di gunakan adalah bahan yg berkualitas tinggi.
saat pamanmu tetua ke 5 menanyakan ini kepada penanggung jawab di sana, mereka tidak mengetahui tentang siapa yg mendanai, mereka malah meminta paman mu untuk langsung bertanya kepada tuan die Lou manajer serikat perdagangan, tentu saja pamanmu tidak bertanya kepadanya, bagai manapun ini adalah bisnis mereka jadi pamanmu tidak memiliki hak akan hal ini.
tapi tuan kota mendapatkan informasi jika yg mendanai pembangunan wilayah kumuh itu adalah salah satu orang klan Lin, oleh karna itu tuan kota berkunjung ke sini dan bertanya secara langsung, tapi setelah kami telusuri tidak ada yg merasa mendanai wilayah itu, dan hanya kau saja yg belum kami tanyai"
ucap Lin dong panjang lebar.
"oh begitu...kenapa tuan kota tidak langsung bertanya saja kepada serikat perdagangan..?"
ucap Lin Tian santai dan tanpa beban, bahkan ia tidak repot-repot takut atau pun gugup.
bagai mana pun klan Lin adalah salah satu klan besar di kekaisaran Han, dan ibu nya juga adalah salah satu sepupu kaisar jadi ia tidak takut.
"bukan nya aku tidak ingin langsung bertanya kepada serikat perdagangan nak, tapi orangku sudah mendapat informasi ini jadi aku berinisiatif untuk langsung bertanya ke klan Lin"
ucap tuan kota.
"lalu apa tuan kota berfikir jika anak seusiaku bisa mendapatkan dana sebesar itu..?"
ucap Lin Tian.
"hah...nak bagai manapun kau adalah cicit leluhur ke kaisaran Han, dan nenekmu adalah adik yg mulia kaisar terdahulu jadi kau bisa saja meminta dana kepada nenekmu , bagai manapun nenekmu adalah yg Mulia tuan putri, pasti sangat mudah meminta dana darinya"
ucap tuan kota.
"yah tuan kota memang benar, tapi apa aku pernah pergi ke kaisaran akhir-akhir ini..?"
ucap Lin Tian sambil tersenyum.
"itu.."
ucap tuan kota.
ia juga bingung, karna setaunya Lin Tian tidak meninggalkan kota sama sekali.
aula itu menjadi hening.
__ADS_1