
mereka akhir nya keluar, Qin bang terpaksa mengikuti mereka, tidak ada guna nya dia berdebat dengan adik nya yg keras kepala.
"apa makanan nya sudah siap"
ucap Qin Pian kepada pelayan yg ada di ruangan makan dan sedang menata menu makanan yg di pesan oleh Qin Pian sebelum nya.
"sudah yang mulia, hanya tinggal beberapa menu saja yg belum di hidangkan di meja makan"
ucap pelayan itu dengan penuh hormat.
"oh baik lah, siap kan saja kami ingin makan saat ini"
ucap Qin Pian dengan santai.
"segera yang mulia"
ucap pelayan itu dengan hormat lalu segera pergi mengambil menu yg lain.
"tuan muda Lin, kita tunggu sebentar lagi agar menu nya di keluarkan semua nya"
ucap Qin Pian d egan ramah.
Lin Tian hanya tersenyum dan mengangguk ringan.
"pelayan, siapkan juga meja khusus dan juga daging hewan buas yg besar untuk ke dua hewan suci tuan muda Lin, juga siapkan cawan besar berisi arak terbaik"
ucap Qin Pian kepada pelayan lain, dia memesan itu karena dia sudah mendengar cerita dari tetua Qin yiu tentang hewan yg Lin Tian bawa.
pelayan itu sempat tertegun saat mendengar hewan suci.
"baik yang mulia"
ucap pelayan itu.
Waktu terus berlalu, tak terasa mereka telah selesai makan dan saat ini mereka sedang berada di taman istana, tepat nya di gazebo taman, di sana berbagai camilan dan arak maupun teh tersedia.
"tuan muda Lin, sekali lagi terimakasi banyak, seperti nya jika masalah di sini selesai, aku secara pribadi akan berkunjung ke klan Lin"
ucap Qin Pian.
"itu tidak masalah yang mulia, klan Lin akan merasa sangat terhormat jika yang mulia Sudi berkunjung, tapi yang mulia tidak akan bertemu dengan ku, karena saat ini aku sedang berkelana, dan masih ada hal yg harus aku urus di wilayah huta. Tebing tinggi benua, di sana memang berbahaya bagi orang biasa, tapi tidak dengan ku yang mulia, aku memiliki rencana untuk mendirikan pondok Ku di sana"
ucap Lin Tian sambil tersenyum.
"ah..jika itu ke inginkan tuan muda Lin, tentu aku tidak akan melarang nya, tapi tuan muda Lin, di sana tidak ada manusia sama sekali dan juga sudah ratusan ribu tahun bahkan jutaan tahun tidak terjamah, jika pun ada yg mencoba menjelajah, mereka tidak akan bisa kembali lagi"
ucap Qin Pian dengan serius.
"itu tidak akan berpengaruh dengan ku yang mulia, mahluk hidup di sana hanya ingin menjaga wilayah mereka dari kerusakan, mungkin orang yg mencoba menjelajah wilayah itu di bunuh oleh mereka, bagai manapun di sana banyak sekali hewan buas kuno yg sudah mencapai ranah dewa bela diri, mereka menunggu puncak ranah mereka untuk naik ke alam yg lebih tinggi"
Ucap Lin Tian dengan santai.
"apa tuan muda Lin membutuhkan bantuan ku untuk mendirikan pondok di sana, jika iya aku akan mengirim pasukan terbaik kekaisaran Qin dan juga jendral besar secara langsung"
ucap Qin Pian.
"itu tidak perlu yang mulia, karena tempat ku sudah di siapkan oleh mahluk di sana"
ucap Lin Tian.
Semua orang di sana langsung terdiam.
"kalau tuan muda memerlukan bantuan dari kekaisaran Qin tuan muda tidak perlu sungkan untuk berbicara dengan ku"
ucap Qin Pian dengan tulus.
"jika begitu aku tidak akan sungkan saat aku membutuhkan nya yang mulia"
ucap Lin Tian sambil tersenyum.
"tabib huan, ini aku memiliki kitab yg bisa tabib huan pelajari, ini kitab kuno, walaupun ini hanya kitab di jajaran terendah di masa lalu, tapi tehnik di dalam nya sangat bermanfaat untuk saat ini, dan tehnik ini adalah tehnik sederhana yg mudah di pelajari dari pada tehnik kuno lain nya, ku harap tabib huan bisa membantu lebih banyak orang lagi"
ucap Lin Tian sambil menyerahkan satu kitab kuno, dari sampul nya yg terbuat dari kulit hewan dan isi nya yg terbuat dari lempengan emas yg sangat keras yg di tempa menjadi lembaran-lembaran tipis.
"i...ini, apa tidak apa jika tuan muda memberikan nya kepadaku, bagai manapun kitab ini adalah kitab kuno yg tidak pernah ada di alam ini, juga kitab ini tergolong harta yg tak ternilai bagi para tabib"
ucap huan Ding.
"sama sekali tidak Maslah, aku sudah menghafal isi nya jadi itu bukan masalah, sudah seharus nya tehnik di dalam nya di wariskan dan di lestarikan lagi agar tidak punah"
ucap Lin Tian dengan santai.
"ji..jika begitu terimakasi banyak tuan muda Lin, tuan muda memang murah hati dan memikirkan banyak sekali orang, semoga tuan muda Lin selalu beruntung"
ucap tabib huan Ding dengan tulus dan penuh syukur.
"satu lagi tabib huan, kitab ini hanya bisa di baca oleh tabib yg sudah mencapai tingkat tertentu, jika belum mencapai nya, mereka hanya akan melihat lembaran kosong saja, setiap kenaikan pemahaman, maka orang itu akan bisa melihat satu tehnik dan itu terus berlanjut"
ucap Lin Tian.
tabib huan lagnsung tertegun.
__ADS_1
"ini..memang sesuai dengan setatus kitab ini, kitab dari jaman kuno memang berbeda, masih banyak ahli hebat di jaman itu hingga kitab seperti ini memiliki pengaturan nya sendiri"
ucap huan Ding.
"tuan muda Lin, sebenar nya aku ingin meminta bantuan tuan muda Lin, jujur saja bukan aku yg membutuhkan nya, tapi putra dari penasehat sekaligus teman ku saat ini sedang sakit parah akibat serangan dari ahli yg tidak di kenal, dia kehilangan salah satu tangan nya dan dantian nya juga rusak, Meridian nya terputus dan saat ini dia lumpuh total.
Dia adalah anak yg baik dan pantang menyerah, penuh dengan semangat juang seperti ke satria, walaupun dia tidak suka jika aku menawari nya jabatan, dan lebih suka bebas, tapi aku sangat menyukai nya dari segi prilaku dan semangat nya, dia tidak perduli akan kekuasaan yg dia perdulikan hanya kebebasan dan selalu mementingkan pertempuran seperti putra ku, hal itu lah yg membuat ku menyukai nya.
walaupun sifat nya lebih ke arah pembuat onar tapi paling tidak dia bisa di andalkan sebagai keluarga dan teman, jadi aku mewakili penasehat dan juga sebagai teman ku ingin meminta bantuan tuan muda Lin.
tidak maslah jika tuan muda tidak berhasil mengobati nya, bagai manapun dia sudah terluka sangat parah dan mustahil untuk sembuh, tapi jika tuan muda Lin mau membantu dan mencoba nya aku sangat berterimakasi"
ucap Qin Pian d egan tulus dan jujur tanpa basa-basi.
"oh..itu benar tuan muda Lin, jujur saja, aku pernah mencoba mengobati nya, berbagai tehnik dan pengobatan sudah aku lakukan, tapi sampai saat ini aku belum berhasil dan hanya bisa membantu nya untuk mengurangi rasa sakit dari luka nya itu"
ucap tabib huan Ding dengan jujur tanpa rasa malu mengakui ketidak mampuannya.
"untuk dantiannya Meridian yg rusak, itu bisa di lakukan dengan cara membangun Meridian baru, tapi nyawa sebagai taruhan nya, tapi selama dantian dan Meridian nya tidak musnah, itu masih bisa di perbaiki tapi rasa sakit nya luar biasa dan itu bukan untuk waktu sebentar, mungkin bisa beberapa hari jika dia kuat, untuk kondisi kehilangan anggota tubuh, memang ada jenis pil yg bisa meregenerasi anggota tubuh baru, tapi itu tidak akan sama dengan anggota tubuh terdahulu nya, dari segi Meridian yg ada di anggota tubuh baru itu akan sedikit berubah posisi, itu akan membuat dia membiasakan dengan Anggota tubuh baru nya"
ucap Lin Tian sambil mengelus dagu nya.
"ap..apa ada cara untuk membuat dantian baru tuan muda...?"
ucap tabib huan Ding dengan mata terbelalak.
"kalau cara ada beberapa, tapi semua itu mengancam nyawa, dan itu memerlukan tehnik khusus yg harus di kuasai oleh orang yg dantian nya hancur, masih ada cara yg lebih mudah yaitu memperbaiki dantian menggunakan pil dan metode keras untuk bisa membentuk kembali dantian nya, tapi itu memerlukan waktu dan sumber daya tidak sedikit dan juga usaha dan tekat yg besar"
ucap Lin Tian.
"tidak masalah tuan muda Lin, aku yakin jika hanya semangat dan tekat, dia pasti memiliki nya, jika untuk sumber daya, aku sendiri yg akan menanggung nya, tuan muda Lin tinggal katakan sumber daya jenis apa yg tuan muda Lin butuhkan, selama itu bukan sumber daya langka, mungkin aku bisa mencarikan nya dengan cepat, tapi untuk sumber daya langka, pasti nya akan memerlukan waktu"
ucap Qin Pian dengan semangat.
"kita lihat dulu kondisi nya yang mulia"
ucap Lin Tian dengan santai.
"ayah, aku ingin meminta sesuatu"
ucap Qin bang yg baru saja datang.
"ada apa lagi, apa kau tidak lihat jika ayah sedang mendiskusikan masalah serius..?"
ucap Qin Pian dengan kesal.
"abaikan itu, aku ingin menghajar para penghianat itu secara pribadi, sudah saat nya mereka tau kemampuan pangeran mereka ini"
"tidak untuk saat ini, karena ayah masih mencari barang bukti yg kuat dari tiap orang yg terlibat"
ucap Qin Pian yg langsung menolak.
"masih membutuhkan barang bukti apa lagi, mereka bersekongkol dengan sekte air hitam dan hampir saja mengacaukan kekaisaran, lebih baik kita hajar mereka sebelum di hukum mati, itu lebih menyenangkan sekaligus sebagai peringatan bagi orang yg ingin berbuat buruk"
ucap Qin bang.
"apa kekuatan mu saat ini cukup, kau hanya berada di ranah raja puncak, mereka sudah mencapai ranah half saint, perbedaan yg cukup besar"
ucap Qin Pian dengan mengejek.
"sialan, pak tua kau meremehkan ku kali ini, aku bisa melawan ahli yg ada di atasku, jika tidak mampu, serahkan saja yg sulit kepada jendral, aku akan menghajar yg lebih lemah saja"
ucap Qin bang dengan sinis.
Qin Pian yg mendengar itu, bibir nya langsung berkedut, tanpa aba-aba diri nya langsung menghilang dan muncul di belakang Qin bang.
"dasar bocah, hanya otot saja yg kau pikirkan, pergi saja sana"
ucap Qin Pian dan dengan cepat langsung menendang pantat Qin bang tanpa ampun.
buk...
Wusss....
Qin bang dengan cepat langsung melesat jauh keluar dari wilayah taman istana.
"sialan, Pak tua tunggu pembalasan ku....!"
ucap Qin bang sambil berteriak.
"cih"
"maaf tuan muda ada sedikit drama, baik lah mari kita lanjutkan lagi"
ucap Qin Pian sambil tersenyum masam.
"tak masalah yang mulia"
ucap Lin Tian sambil meminum arak nya dengan santai.
"jadi kapan kita akan melihat kondisi nya tuan muda Lin...?"
__ADS_1
ucap Qin Pian.
"tak lama lagi yang mulia, lebih baik yang mulia selesaikan dulu masalah internal klan, sedangkan yg di luar klan, biarkan saja jendral besar yg mengurus nya, setelah keadaan mulai setabil, yang mulia tinggal menelusuri informasi yg lebih detail lagi agar bisa mencabut Maslah sampai ke akar nya"
ucap Lin Tian.
"itu adalah rencana yg bagus tuan muda, aku akan menyelesaikan nya dengan cepat, saat ini anggota klan yg berkhianat sudah aku kantongi identitas nya, jadi aku tinggal mengambil mereka saja untuk di adili"
ucap Qin Pian.
"ini membosankan, lebih enak jalan-jalan dan mendekati gadis-gadis cantik di kota"
ucap baihu sambil meminum arak di cawan nya.
"dasar harimau jelek, kau hanya tau main-main, apa semua keturunanmu memiliki sifat yg sama denganmu ini"
ucap Fenghuang dengan sinis.
"dasar kau burung tebar pesona, apa yg kau tau tentang bersenang-senang, kau tau saat aku di peluk dan di cium, itu sangat menyenangkan dan rasa nya sungguh lembut, kau tidak tau itu"
Ucap baihu kesal.
"aku ini memang tampan dan elegan, berbeda dengan mu yg berutal dan kasar, dasar harimau berbulu domba"
ucap Fenghuang.
"sialan burung tebar pesona, aku akan mencabik-cabik bulu mu jika ada kesempatan"
ucap baihu dengan sinis.
"lakukan jika kau mampu harimau domba"
ucap Fenghuang dengan sinis.
Sedangkan di luar istana, tepat nya di pos pintu masuk istana, tiba-tiba dari langit jatuh sesosok orang dan tanpa aba-aba jatuh menimpa pos itu.
Wus...
Braakk....
Buk...
Duar...
Pos itu langung rubuh dan debu berterbangan di sekitar pos itu.
"sialan....ini menyakitkan"
ucap sosok itu yg tidak lain adalah Qin bang.
"apa itu, apa yg jatuh tadi, sialan hampir saja menimpa ku, untung saja aku tidak sedang di dalam pos"
ucap salah satu prajurit penjaga yg baru saja datang setelah melihat sosok orang yg jatuh menimpa pos penjagaan nya.
"sialan, cepat bantu aku, apa kau tidak mengenali ku...!"
ucap Qin bang dengan kesal.
"eh..ada suara, apa orang yg jatuh tadi tidak mati"
ucap penjaga itu.
"hei..ada apa, kenapa pos kita tubuh apa ada yg menyerang...?"
ucap salah satu penjaga lain nya yg baru saja tiba.
"tidak ada yg menyerang, tadi aku melihat sosok orang jatuh menimpa pos, dan tadi juga ada suara yg menurut ku tidak asing"
ucap penjaga itu sambil berfikir.
"sialan, apa kalian mau aku tendang ha...!
ucap Qin bang.
"eh..itu seperti suara pangeran"
ucap penjaga yg baru saja datang, pandangan nya melihat ke arah reruntuhan pos, saat debu menghilang dapat terlihat sosok pria muda dengan tubuh kekar sedang bersandar di reruntuhan dengan raut wajah kesal.
"dasar bodoh, itu memang pangeran"
ucap penjaga itu yg langsung berlari mendekati Qin bang.
"ah..pangeran, apa pangeran tidak apa-apa...?"
ucap penjaga itu yg baru saja mendekat.
"tidak apa-apa, apa kau lihat, apa bisa kau bilang kondisiku ini tidak apa-apa, dasar aku akan menendangmu nanti, cepat bawa aku pergi dari sini, punggungku sakit"
ucap Qin bang dengan kesal.
"ah..baik-baik pangeran"
__ADS_1
ucap penjaga itu dengan cepat.