Reinkarnasi Sang Dewa Alkemis.

Reinkarnasi Sang Dewa Alkemis.
bab 60.lin tian. jenius terbaik dalam sejarah klan Lin.


__ADS_3

semua orang terdiam, mereka sangat jarang mendengar suara Lin Tian, yg mereka tau Lin Tian akan selalu menghindar dari banyak orang, mereka hanya tau Lin Tian selalu menyendiri di luaran sana.


di saat semua orang berlatih dan berkuktivasi, Lin Tian hanya bisa berjalan menyusuri kota ataupun berdiam diri di suatu tempat.


baru kali ini mereka mendengar ucapan Lin Tian, dan yg lebih mengejutkan lagi Lin Tian sangat lah bijak sana, seakan ia telah melewati semua hal yg ia katakan.


para tetua juga tau akan kecerdasan Lin Tian dan mereka juga tau jika Lin Tian bisa berkultivasi meski begitu mereka masih tidak yakin akan hal itu, bagai manapun Lin Tian tidak memancarkan aura apapun.


yg pasti Lin Tian adalah anak yg cerdas, bahkan mampu membangun wilayah kumuh dengan usahanya sendiri tanpa melibatkan klan.


tentu semua itu tidak bocor sampai keluar dari klan, bahkan anggota klan biasa tidak akan tau tentang kebenaran ini, andaikan Lin Tian tidak bicara di pertemuan klan waktu itu, mereka pasti tidak akan tau tentang kebenaran ini.


"cucuku aku sebagai kakekmu sama sekali tidak bisa melihat kultivasimu, bahkan auramu, tapi dengan mau bisa menggunakan qi untuk memicu batu hitam itu maka secara tidak langsung aku yakin kau sudah bisa berkuktivasi, maka katakan sebenarnya kau berada di ranah apa, karna walaupun begitu batu hitam itu tidak bisa mendeteksi ranah kultivasimu"


ucap Lin ciang dari lantai dua bangunan leluhur.


Lin Tian yg mendengar itu hanya tersenyum tipis, ia melihat ke arah orang tua yg sedang berdiri di antara sesepuh.


"salam untuk kakek, semua hal di semesta ini memiliki misterinya masing-masing, semua benda pasti memiliki batasannya, tidak ada yg sempurna di dunia ini, bahkan manusia ataupun hewan, tidak ada yg sempurna, tapi semua hal bisa di jelaskan secara lisan maupun di buktikan.


terkadang hal yg tidak bisa di jelaskan secara teori,pengamatan,bentuk, reaksi, sebab akibat, bisa di jelaskan dengan tindakan.


batu hitam ini tidak akan bisa mendeteksi ranah kultivasiku karna hal-hal yg di luar kemampuan batu itu.


batu itu terbentuk karna adanya kondisi khusus di alam dan akan bereaksi dengan cara khusus pula.


mungkin aku adalah pengecualian, aku tidak percaya dengan dewa yg kita ketahui adalah orang suci yg berada di alam dewa bahkan alam ilahi, mereka hanya memiliki sedikit kemampuan dari sang pencipta saja.


karna hal itu sang pencipta memberikanku sedikit perbedaan dari semua orang.


salah satunya adalah kemampuanku yg tidak bisa terdeteksi oleh batu hitam itu, dan aku akan sedikit meluruskan satu hal, batu hitam itu tidak bisa mendeteksi bakat yg melampaui bakat tingkat atas, jika suatu hari nanti batu itu tidak bereaksi bahkan jika sudah di aliri qi yg cukup besar maka janganlah mengambil kesimpulan jika orang itu adalah sampah.


bisa jadi bakatnya sudah tidak terukur oleh batu itu.

__ADS_1


ada orang yg memiliki kondisi khusus, bahkan seorang sampah akan menjadi jenius jika sudah waktunya ia bangkit.


takdir tidak ada yg tau, bahkan dewa takdir juga terikat akan takdir, orang yg tidak memiliki takdir itu juga sebenarnya sudah menjalani takdirnya hingga di bebaskan oleh takdir dalam waktu tertentu.


kakek jika kakek ingin tau ranahku maka aku akan menunjukannya secara langsung.


mungkin saudaraku yg ada di sini mengira aku adalah sampah, yah itu memang benar dulu aku memang lah sampah karna ada sorang yg tidak bertanggung jawab meracuniku hingga dantianku hancur.


tapi kalian semua ketahulilah, tidak ada yg tidak mungkin selama kita memiliki kemauan walaupun itu akan merenggut nyawa kalian"


ucap Lin Tian, setelah ucapannya selesai ia langsung mengeluarkan ranah yg sudah ia tekan hingga ranah kaisar bela diri tahap puncak.


wusssa.......


bom...


tekanan yg cukup kuat dapat di rasakan oleh semua orang.


tubuh Lin Tian mengeluarkan cahaya energi berwarna emas yg terlihat agung dan tekanan energi keluar seperti gelombang laut.


semua orang melotot tidak percaya akan hal yg mereka lihat, tapi seperti apapun mereka tidak percaya tapi mereka tetap merasakan tekanan energi dari Lin Tian.


semua sesepuh dan para tetua juga tidak kalah terkejut, mereka rata-rata berada di ranah kaisar dan para sesepuh juga sudah menyentuh ranah half saint,mereka lah para pilar klan Lin dan dengan adanya mereka klan Lin termasuk klan kelas atas apa lagi cabang klan Lin juga cukup banyak di berbagai wilayah dan pondasi yg sudah mencapai ribuan tahun dan melewati peperangan yg tak terhitung jumlahnya.


"itu..itu dia sudah berada di ranah kaisar, dengan usia semuda itu, bahkan generasi leluhur duku belum pernah ada yg mancapai ranah kaisar di usia semuda dia, sejarah klan mencatat jika hanya ada beberapa pemuda yg mencapai ranah raja di usia nya dan mereka semua menjadi pilar utama klan Lin di masa lalu dan sekarang di generasi ini ada yg mematahkan sejarah itu dan mengukir sejarah baru hahahahahahaha cucuku kau memang penerusku klan Lin akan berjaya di tanganmu kelak hahahahaha"


ucap Lin ciang dengan tertawa keras.


semua orang langsung tersadar dan mereka juga senang, saat ini mereka dapat melihat kebangkitan kejayaan klan Lin mereka.


Lin Tian juga mulai menekan kembali ranahnya.


setelah aura tekanan menghilang, kegemparan kembali terjadi, semua tetua juga bersorak senang karna di generasi selanjutnya klan Lin akan mencapai kejayaan nya, di masa lalu yg memiliki ahli ranah dewa yg cukup banyak.

__ADS_1


"maaf karna menggangu acara tetua, tapi di luar banyak sekali warga kota yg ingin berkunjung ke klan kita"


ucap seorang penjaga yg tiba-tiba datang menemui tetua di aula leluhur.


semua tetua tertegun, mereka langsung sadar, pasti karna siluet naga emas tadi.


"kerahkan penjaga yg berjaga di dalam klan, jangan biarkan seorangpun masuk ke dalam klan"


ucap Lin dong.


"baik Patriak"


ucap penjaga itu, lalu ia langsung pergi.


"Lin Tian, jadi selama ini kau menyembunyikan ranahmu ini, seakan kau masih tidak bisa berkultivasi.."


ucap salah satu sesepuh.


Lin Tian yg di beri pertanyaan seperti itu tetap santai dengan senyuman tipisnya.


Lin Tian terkesan santai dan sederhana.


"sesepuh, aku memang tidak menunjukan ranah kultivasiku, karna itu tidak penting, aku di klan sama sekali tidak memiliki seorang teman, jikapun aku bisa berkultivasi, siapa yg akan tau.


sejak beberapa bulan yg lalu aku berhasil memperbaiki dantianku yg telah rusak karna racun, karna hal ini aku berniat menyelidiki siapa yg meracuniku seorang diri, akan lebih baik jika aku tidak memberi tau siapapun jika aku sudah pulih, dengan begitu orang yg meracuniku tidak curiga.


setelah aku menyelidikinya, aku tak sengaja terlibat masalah dengan tuan muda klan Wei, dan dari situlah aku mendapatkan petunjuk, setelah aku bermasalah dengan klan Wei, mereka kehilangan koneksi dari 2 serikat besar, merek ingin balas dendam denganku dengan cara mengirim pembunuh bayaran gagak hitam 2 kali berturut-turut, aku mampu mengalahkan pembunuh itu, dan dari sana aku mendapatkan informasi klan Wei.


aku belum bertindak waktu itu, tapi karna pembunuh pertama yg mereka kirim gagal, mereka mengirim lagi pembunuh ke dua dengan ranah raja beladiri, mereka juga berhasil aku akalahkan dan dari mereka aku mendapatkan informasi lagi, dari sana aku mulai bertindak sebelum melakukan latihan tertutup selama 2 bulan.


klan Wei pusat sudah aku hancurkan, para tetua yg berkomplot merencanakan meracuniku sudah aku habisi, tapi sayang Patriak mereka tidak ada di tempat, Patriak mereka meminta bantuan klan besar lain di ibukota untuk mengumpulkan dukungan dan aku juga menyisakan satu tetua yg tidak ikut dalam rencana itu, dia adalah tetua ke 13, dari dia aku mendapatkan semua rencana yg sudah di susun oleh para tetua lain serta Patriak klan Wei untuk menghancurkan klan Lin pusat, sekaligus rencana tentang meracuniku dengan cara lewat mata-mata yg di susupkan sebagai pelayan di kediaman ku.


setelah aku mendapatkan informasi itu, aku kembali dan menyerahkannya kepada ayah karna aku akan melakukan trobosan ranah kultivasi selanjutnya"

__ADS_1


ucap Lin Tian.


__ADS_2